Lea masih berada di gang dimana saat ini Juno sudah terkapar tidak sadarkan diri. Sementara beberapa pria yang mengejar Juno tadi kini menatap Lea sambil tersenyum sinis.
" Siapa ini? Pahlawan kesiangan." Ujar salah satu pria itu.
" Sepertinya dia dari sekolah yang sama dengan si cecunguk itu. " Ujar temannya.
" Karena kau satu sekolah dengan dia, jadi kau adalah musuh kami juga. Dan musuh harus di singkirkan." Ujar pria tadi.
Pria itu maju untuk mebghajar Lea namun dengan sigap Lea menghindar.
" Ck, menghindar juga tetap saja akan kena pukulan kami." Ujar pria itu.
Lea menatap jam tangan nya dan kembali menatap para pria itu lagi.
Dengan langkah lebarnya Lea maju dan menghajar satu persatu pria itu hingga sama sama terkapar seperti Juno.
" Arrrgh!! " Teriak salah satu pria tadi ketika tangan nya di injak Lea.
" Begitu saja sudah kesakitan masih sok jagoan." Ujar Lea.
Lea menghubungi polisi, lalu pergi dari sana ketika panggilan nya berakhir. Tak lama Lea pergi, polisi datang di tempat kejadian tadi. Juno yang tak sadarkan diri di bangunkan oleh polisi dan di giring ke kentor polisi.
' Siapa yang menolongku tadi? Kenapa tadi aku seperti melihat sosok yang tidak asing.' Batin Juno.
Sementara itu, Lea sudah sampai di kediaman nya dan terlihat ibunya yang sedang duduk dengan Erwin. Erwin adalah orang yang menjalankan perusahaan Livy selama ini, dia adalah sepupu Livy.
" Halo Lea." Ujar Erwin, namun sama seperti dengan yang lain nya.. Lea hanya menatap sekilas lalu pergi menuju kamarnya.
" Aih, kakak.. apakah kakak tidak khawatir Lea akan belok nanti? Dia begitu membenci laki laki. " Ujar Erwin.
" Dia memang begitu, mau bagaimana lagi. Jadi apa poin penting dari pertemuan nanti?" Tanya Livy.
" Karyawan sudah bertahun tahun tidak mengetahui siapa sebenarnya sosok atasan mereka yang sesungguhnya, kak. Aku memang Direktur tapi mereka juga butuh kejelasan siapa CEO mereka kak." Ujar Erwin.
" Tapi selama ini sudah bertahun tahun bukankah baik baik saja? Kenapa tiba tiba muncul hal hal seperti ini? " Ujar Livy.
" Karena mantan suami kakak membuat sebuah permintaan, kami semua bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang terbilang besar. Dan mantan suami kakak, dia membuat pihak perusahaan itu menjadi ragu karena tidak jelasnya tentang perusahaan kita." Ujar Erwin.
" Tidak jelas bagaimana? Kita sudah berdiri sejak bertahun tahun lalu." Ujar Livy.
" Karena kakak tidak pernah muncul di publik kak. Dan karena hal itu, semua karyawan juga kini penasaran siapa CEO mereka." Ujar Erwin lagi.
Livy jadi bingung sendiri, dia sudah bertahun tahun hanya bekerja di balik Layar, dia tidak pernah seklipun muncul di publik. Jika dia muncul di publik, maka kehidupan yang damai yang sudah dia bangun akan menjadi berantakan.
Di tambah lagi Lea tidak menyukai hal hal yang mencolok. Livy jadi serba salah sekarang.
" Ma, ada apa?" Ujar Lea yang akhirnya bergabung dengan Livy dan Erwin.
" Tidak ada apa apa, nak." Ujar Livy.
" Kak, Lea sudah besar.. Dia sudah seharusnya tahu juga." Ujar Erwin.
" Er! Lea masih kecil." Ujar Livy.
" Ada apa sebenarnya?" Ujar Lea menatap bergantian Livy dan Erwin.
" Lea, mama mu sedang dalam masalah besar." Ujar Erwin
" Erwin! " Ucap Livy.
" Ma, mama mau sembunyikan sesuatu dari Lea? " Ujar Lea.
Livy menundukan kepalanya, ia masih belum ingin Lea tahu masalah apapun yang membebani pikiran Lea.
" Ma.." Ujar Lea.
" Lea.. perusahaan sedang dalam masalah saat ini. Para karyawan ingin mama muncul di hadapan publik sebagai CEO yang sudah bersembunyi sejak lama. " Ujar Livy.
" Lalu? Kenapa mama tidak muncul saja?" Ujar Lea.
" Jika mama muncul.. maka semua orang akan tahu bahwa mama adalah CEO." Ujar Livy.
" Bukankah bagus, jarang ada wanita yang kuat seperti mama. Berjuang sendiri dari nol lalu juga membesarkan nanak seorang diri. Mama adalah devinisi perempuan yang kuat, mamaku adalah yang terhebat. " Ujar Lea.
" Apakah kamu tidak akan marah jika mama muncul di depan publik, nak?" Ujar Livy, dan Lea menggeleng.
" Lea sudah besar ma, Lea akan berdiri di samping mama jika sampai ada yang ingin berbuat macam macam dengan mama. " Ujar Lea.
" Terimakasih sayang." Ujar Livy.
" Apa akataku, kak.. Lea adalah anak yang pengertian. Dia sudah dewasa, sudah saatnya dia tahu bahwa dia memiliki seorang ibu yang hebat." Ujar Erwin.
" Tanpa di tunjukan ke publik pun mamaku memang adalah wanita yang hebat." Ujar Lea. Erwin dan Livy pun tersenyum mendengarnya.
Waktu berlalu..
Di rumah sakit, Richard sedang menunggu kedatangan dokter, malam ini dia akan menjalankan prosedur operasi donor matanya. Dan saat ini Richard bersama Fitty sedang menjalankan pengecekan ulang kondisi tubuhnya.
CKLEK!
Pintu terbuka.
Masuklah dokter yang akan menangani operasi Richard. Namun wajah nya terlihat sedikit seperti linglung.
" Ada apa dok? apakah ini sudah waktunya untuk operasi?" Tanya Fitty.
" Emm.. Maaf nyonya, keluarga dari pendonor datang. Dan mereka ridak mengizinkan untuk pendonoran itu." ujar Dokter.
" Apa maksud anda dokter?" Tanya Fitty.
" Operasi Richard tidak bisa di lakukan, nyonya. Karena donornya di tarik kembali oleh pihak keluarga." Ujar sang Dokter.
" Bukankah anda bilang orang itu tidak di inginkan oleh keluarganya? Bagaiamana bisa jadi keluarganya datang dan tidak setuju dengan pendonoran itu?" Ujar Fitty emosi.
" Maa..Tenangkan diri mama." Ujar Richard.
" Maaf, nyonya.. Ini terjadi di luar rencana. " Ujar dokter.
Fitty menangis, ia sudah sangat bahagia karena akhirnya Richard mendapat donor, tetapi harus gagal di menit terakhir.
" Ma.. " Panggil Richard.
" Syaang.." Ujar Fitty dan menghampiri Ruchard lalu memeluknya.
" Mama kangan menangis, mungkin ini belum saat nya Richard kembali melihat dunia." Ujar Richard.
" Jelas jelas korban mengatakan bahwa tidak ada yang menginginkan dirinya, kenapa jadi seperti ini." Ujar Fitty smabil masih menangis.
" Ma.. Mungkin keluarganya akhirnya mendapat kesadaran. Richard tidak apa apa ma, Richard bisa menunggu sedikit lebih lama lagi. " Ujar Richard.
Tapi meskipun Richard berkata demikian, di dalam hayinya merasa sangat sedih. Di detik terakhir.. Padahal tinggal sedikit lagi dia akan bisa melihat dunia, tapi sepertinya Tuhan masih belum mengizinkan dirinya melihat kembali dunia.
" Ayo kita pulang, ma." Ujar Richard, dan Fitty mengangguk.
Richard berjalan di gandeng oleh Fitty, dia keluar dari rumah sakit dengan wajah tersenyum nya. Ia tidak menyalahkan takdir, mmhanya saja mungkin Tuhan masih menyiapkan hal yang lebih baik untuknya.
Di tempat lain, lebih tepatnya kantor polisi. Juno keluar dari kantor polisi dengan uang jaminan. Meskipun dia masih heran dengan siapa yang telah menolong nya, tapi dia akhirnya pulang.
" Aku yakin, aku melihat seorsng gadis sebelum aku hilang kesadaran." Gumam Juno.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments