Di saat keduanya saling menatap, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, tentu saja keduanya terkejut dan berusaha untuk berpura-pura tidak melihat.
"Em ... bentar gue lihat dulu siapa yang datang." Seru Aksa sembari berjalan menuju ke arah pintu. Ia membuka pintunya dan melihat seorang pelayan sedang memberikan kado pernikahan dari kedua orang tua dan keluarga dekat mereka.
"Permisi, Tuan! Ini kadonya diletakkan di mana?" tanya sang pelayan sembari membawa beberapa kado berukuran besar. Aksa pun menyuruh pelayan itu untuk meletakkan kado-kado itu di dalam kamarnya.
Setelah meletakkan kado-kado itu, sang pelayan keluar dari kamar, sementara itu Zizi tampak melihat begitu banyak kado yang diberikan oleh keluarganya.
"Ya ampun, banyak banget kadonya!" seru Zizi yang terharu melihat begitu banyak hadiah yang diberikan keluarga besar mereka untuk pernikahannya. Aksa pun melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat begitu senang melihat kado-kado itu.
Mereka berdua tampak melihat-lihat dari siapa saja kado itu diberikan.
"Kang! Kita buka sekarang, yuk! Gue udah nggak sabar ingin lihat isinya." Sahut Zizi mengajak suaminya untuk membuka kado-kado itu.
"Gue juga nggak sabar pingin lihat isinya seperti apa, penasaran banget, tapi bukan kado ...." celetuk Aksa sembari melihat-lihat dari siapa saja kado itu diberikan. Zizi tampak melirik ke arah Aksa sembari memeriksa beberapa kado, terbersit dalam hati Zizi, "Lama-lama sohib gue ini minta di jitak juga keknya." batin Zizi yang mengerti apa maksud dari perkataan Aksa.
Ada sebuah kado berwarna merah yang membuat Zizi tergoda untuk melihatnya, Zizi terlihat penasaran apa isi kado berwarna mereka menyala itu. Setelah Zizi melihat siapa pengirim kado itu, seketika Zizi terharu, ternyata itu adalah kado dari sang Oma, ibunda dari Daddy Dion.
"Waaahhhh ini kado dari Oma, Kang! Ya ampun gue kangen banget sama Oma Rima, nggak nyangka Oma ngasih kado buat cucunya, buka ah ... penasaran dengan isinya." Zizi kemudian membuka kado itu, sementara itu Aksa terlihat membuka kado berwarna pink, di mana kado itu dikirimkan oleh salah satu kerabat dekat Aksa
Keduanya sama-sama membuka kado itu, Zizi tampak begitu semangat untuk membukanya, begitu juga dengan Aksa, ia pun juga penasaran dengan isi dari kado itu, dan setelah keduanya sama-sama mendapatkan isinya, seketika Zizi menenteng isi kado itu yang ternyata adalah sebuah gaun berwarna merah menyala dengan kain yang terbuat dari kain tile sutra yang lembut.
"Idiiih apaan nih? Ngapain juga Oma ngasih ginian?" seru Zizi yang masih bingung dengan gaun yang dihadiahkan oleh sang Oma kepadanya. Gaun dengan model kerah Sabrina tanpa lengan, yang terbuat dari kain transparan berupa tile sutra yang super lembut dipadukan dengan kain satin berwarna senada, membuat gaun itu terlihat begitu cantik dan tentu saja sangat seksi.
Seketika Aksa menoleh dan melihat gaun yang dibawa oleh istrinya itu, Aksa tersenyum tatkala ia melihat gaun super seksi itu.
"Eh buset!!! Tuh baju cocok banget tuh ama elu, wah ternyata Oma pintar juga ya pilihin baju buat elu," seru Aksa yang tertawa senang melihat ekspresi wajah Zizi kala melihat gaun dinas para istri itu, hingga akhirnya Zizi menemukan secarik kertas yang bertuliskan, keduanya pun membacanya bersama. "Zizi cucuku, Oma sengaja mengirimkan gaun untukmu, ingat, Nak! Pakai gaun ini saat beranjak tidur dengan suamimu, dalam waktu seminggu lagi Oma akan datang ke rumah mu untuk berkunjung melihat cucu Oma yang sudah menikah, Oma juga sangat kangen kepada kalian semua, selamat menempuh hidup baru, Cucuku! Kebahagiaan menyertai kalian berdua."
Setelah membaca pesan dari sang Oma, Aksa terlihat cengar-cengir, sementara itu Zizi tampak meringis.
"Apa lu cengar-cengir? Girang banget kan lu gue disuruh pakai baju ginian, dengerin ya, Kang! Gue nggak akan pernah mau pakai nih baju, bisa-bisa masuk angin gue." Sahut Zizi sambil menyimpan kembali lingerie itu.
"Siapa yang girang? Terserah elu, tidur pakai apaan gue nggak perduli, mau dasteran, mau sarungan, mau pakai kotang doang kek, koloran doang kek. Elu tenang aja, gua nggak bakalan gangguin, suerr! Gue udah janji sama diri gue untuk menjaga elu, gue menghormati elu sebagai sahabat gue, ya meskipun sebenarnya itu gue udah bisa hidup sejak dekat dengan elu ...." Ungkap Aksa dengan nada melemah.
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
isinya bju keramat
2023-04-01
1
Wiek Soen
Azka omong kosong apa tuh
2023-03-02
0
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Hrus d coba zi....😉😉😉
2023-02-10
0