"Lu mau gue cium? Bawel mulu dari tadi, diem!" sahut Aksa sembari melototkan matanya kepada Zizi.
"Iya iya maap! Jangan galak-galak dong sama istri, itu nggak boleh, kata pak ustadz gitu, nanti hidup elu suram kalau menyakiti istri, ngerti ngga lu!" timpal Zizi yang memaksa Aksa untuk berkata. "Oh ya! Kalau kebalikannya gimana, kalau istri yang menyakiti suami, apa hidupnya juga akan suram?" pertanyaan Aksa membuat Zizi terdiam dan akhirnya mengatakan sesuatu dengan suara lirih.
"Ya sama aja, sama-sama suram."
Seketika Aksa tersenyum mendengar ucapan dari istrinya.
"Itu artinya kita tuh harus saling membahagiakan, jangan ada saling menyakiti, biar hidup kita tuh nggak suram, dan kita bisa berjumpa lagi nanti di surga Nya." Entah habis mengonsumsi apa atau minum obat apa, tiba-tiba saja ucapan pemuda itu terasa adem di dengar, dan Zizi pun tersenyum mendengarnya.
"Tumbenan omongan elu adem di dengerin, Kang! Pakai ketemu lagi di surga. Ngalah-ngalahin ceramahnya pak Ustadz." Celetuk Zizi sambil tertawa kecil.
Akhirnya, mereka sampai juga di dalam kamar, Aksa segera menurunkan tubuh istrinya dan membaringkan perlahan di atas tempat tidur. Setelah meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang, Aksa kembali membalas ucapan istrinya.
"Kalau bicara soal surga, gue demen. Gue pasti ngelakuin apapun agar bisa mendapatkan surga, kata pak ustadz surganya anak tuh ada pada ridho Ibunya, dan gue udah sayang banget ama Mommy, sedangkan surganya istri itu ada pada ridho suaminya, makanya elu harus nurut apa kata suami, dosa lu kalo nggak nurut. Dan kalau surganya suami itu ada di ... di ...." Aksa tidak melanjutkan kata-katanya.
"Ada di mana?" desak Zizi.
"Ya elah masa elu kagak tahu sih, nggak peka banget jadi bini." Aksa berkata sambil mengambil obat untuk mengobati kaki Zizi yang terkilir. Zizi terlihat memutar bola matanya dan berpikir keras dengan apa yang dimaksud oleh suaminya.
"Surganya suami emmm ... dimana? Ya sama aja dong, Kang! Ada pada keridhaan istrinya," sahut Zizi.
"Kurang tepat!" sahut Aksa sambil duduk di samping Zizi dan mulai memberikan salep pada kaki Zizi yang terkilir.
"Terus di mana ...?" Zizi tampak berpikir sambil menatap ke atas dan setelah beberapa detik, akhirnya ia pun menemukan jawaban atas pertanyaannya. Seketika Zizi menatap wajah suaminya dan melihat senyum mengembang dari bibir Aksa.
"Kenapa lihatin gue kayak gitu? Udah tahu belum di mana letak surganya suami?" tanya Aksa sambil mengurut kaki Zizi dengan lembut. Zizi pun terlihat menundukkan wajahnya dan berkata, "Iya tahu!"
Aksa tertawa mendengar jawaban istrinya, ia pun terus mengurut kaki Zizi yang terkilir hingga akhirnya terlontar pertanyaan dari Aksa yang membuat Zizi bingung harus menjawab apa.
"Kira-kira gue bisa dapetin surga itu nggak sih?"
"Ha ... apa lu kata?" Zizi terlihat membulatkan matanya atas pertanyaan Sang suami. Aksa tersenyum dan menatap dalam-dalam bola mata sang istri.
Hingga akhirnya, Aksa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Zizi yang terlihat begitu tegang. Zizi pun bingung dengan apa yang terjadi pada sohibnya itu.
"Ya ampun, Zi! Gitu aja udah bingung lu, gue cuma bercanda kelles, kita emang udah suami istri, tapi gue nggak akan maksa elu, karena gue nggak mau elu terpaksa menyerahkan diri elu hanya karena kita udah nikah, gue masih menganggap elu sebagai sohib yang paling baik, ngga mungkin lah gue ngerusak elu gitu aja, kecuali kalau elu ikhlas memberikannya sama gue, gue mah terima aja, ngga nolak gue. Dah nih udah selesai, elu mandi gih! Gue mau keluar sebentar, kalau elu butuh sesuatu bilang sama gue, gue pergi dulu!!" Setelah mengatakan itu, Aksa segera keluar dari kamar dan meninggalkan Zizi yang saat itu masih menatap kepergian suaminya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Heny Febti
Modus Lo Kang. 😂😂
2023-06-20
2
Wiek Soen
seru thor
2023-03-02
0
Dena Regar
Zizi kok bingung sih dimana letak surga suami,letaknya no disono di segitiga bermuda
2023-02-08
1