"Ya udah, tunggu entar gue jemput di tempat biasa, gue mau lanjutin mandi dulu, gara-gara elu nggak kelar-kelar mandi gue." Gerutu Aksa yang kemudian menutup ponselnya.
Zizi pun segera berganti pakaian hendak pergi untuk merefresh otaknya yang baru saja mendapatkan kabar duka jika dirinya akan dinikahkan dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Dan Zizi pun meminta pendapat sahabatnya untuk memberikan pendapat.
Keduanya telah siap untuk pergi, Aksa keluar dengan mengendarai motor sport kesayangannya, sementara itu Zizi sudah menunggu Aksa di tempat biasa, di depan sebuah toko swalayan dekat rumahnya.
Zizi melihat motor Aksa dari kejauhan, motor sport berwarna hitam itu berhenti di depan Zizi yang sudah menunggu Aksa, sahabatnya.
Aksa memberikan helm kepada Zizi, kemudian Zizi memakainya, setelah itu Zizi naik ke atas motor yang tentu saja membuat Zizi sedikit risih, pasalnya Ia harus berpegangan pada pinggang Aksa yang membuatnya tidak nyaman. Posisi duduk motor sport yang sedang menukik memaksa Zizi duduk begitu dekat dengan Aksa. Zizi pun memutuskan untuk tidak berpegangan pada pinggang sang sahabat, Aksa pun tidak melajukan motornya sebelum Zizi berpegangan pada pinggangnya, karena Ia khawatir jika Zizi tidak akan bisa menjaga keseimbangan karena Aksa pastinya berkendara dengan cepat.
Merasa jika Aksa diam dan hanya memblayer tanpa melajukan motornya, Zizi pun berteriak di telinga sang sohib cukup keras.
"Eh ... peak! Kok nggak jalan-jalan sih, nunggu apa woi?" protes Zizi yang seketika memaksa Aksa menoleh ke belakang.
"Eh ... kalau elu nggak pegangan, gue nggak bakalan mau jalan, elu mau jatuh? Cepetan pegangan!" pinta Aksa yang memaksa Zizi untuk berpegangan pada pinggangnya.
"Ogah ah! Enak di elu nggak enak di gue, dong! Dah lah mendingan ngga usah pegangan, malas banget lah," balas Zizi yang masih keras kepala dengan seruan dari Aksa.
Aksa pun tidak bisa memaksa sahabatnya yang keras kepala itu, ia pun mulai melajukan motornya ke jalan raya. Namun, Aksa tahu apa yang harus ia lakukan agar bisa membuat Zizi berpegangan pada pinggangnya, karena tentunya Aksa khawatir jika terjadi sesuatu kepada sang sahabat, mengingat dirinya jika berkendara dengan kecepatan tinggi.
Perlahan, Aksa mulai menaikkan gas motor, awalnya Aksa hanya dengan kecepatan sedang, dan itu membuat Zizi sedikit tenang, hingga akhirnya setelah kondisi jalan raya lancar. Aksa pun menaikkan kecepatan motornya sehingga membuat Zizi mulai takut dan ia pun terpaksa melingkarkan tangannya pada pinggang Aksa.
"Et dah, jangan cepat-cepat woi, gue takut nih! Elu sengaja kan bikin gue takut?" seru Zizi sambil menyandarkan tubuhnya pada punggung sang sahabat, dan Aksa pun hanya bisa tertawa kecil. Karena dirinya tahu jika Zizi sangat takut saat naik motor dengan kecepatan tinggi.
Dengan sangat terpaksa, Zizi harus berpegangan pada pinggang Aksa sampai di tempat tujuan, sesampainya di depan cafe langganan mereka, Aksa memarkirkan motornya di tempat biasa, Ia pun menghentikan motornya dan meminta Zizi untuk turun.
"Zi! Bangun woi! Sudah sampai nih."Seru Aksa sembari melepaskan helmnya dan menoleh ke arah belakang. Tidak ada jawaban dari Zizi, nyatanya gadis itu tertidur di punggung Aksa.
"Ya elah! Malah molor, dasar putri salju, gue cium loh kalo nggak bangun!"
Mendengar ucapan dari Aksa, seketika Zizi membuka matanya dan melihat ke sekeliling dengan mata yang sayu.
"Eh ... udah nyampe, yah! Sorry bro, tadi gue mimpi naik Burroq, beuh kenceng banget dan bikin gue ngantuk, hehehe!" jawab Zizi yang seketika membuat Aksa geleng-geleng kepala.
"Apaan naik Burroq, dah lah turun! Awas aja kalau elu ilerin jaket gue, ganti rugi lo!" celetuk Aksa. Kemudian tanpa sengaja Zizi melihat jaket Aksa yang terlihat seperti pulau, dan ternyata itu adalah noda air liur Zizi yang menempel saat dirinya tertidur.
"Waduh! Kok ada madu gue di sana, eh eh sebelum si Akang tahu, mending gue bersihin dulu nih, daripada gue disuruh ganti nih jaket males banget lah, mending duwitnya buat beli seblak," batin Zizi sembari mengeluarkan tisu untuk mengelap jaket Aksa sebelum dirinya turun dari motor sport sahabat nya itu.
Aksa yang hendak turun, tepaksa dihentikan oleh Zizi. "Eh tunggu-tunggu, bentar gue bersihin dulu jaket elu, ada debunya yang nempel hehehe!" ucap Zizi sembari cepat-cepat membersihkan bekas air liurnya.
"Dah belum? Lama amat, dah lah gue mau turun."
Aksa pun langsung turun dari motornya, sementara itu Zizi masih berada di atas motor sport itu.
"Eh Akang tunggu dulu dong! Main tinggal aja, gue mau turun nih, susah tahu." Seru Zizi yang kesusahan untuk turun dari motor sport itu karena Aksa meletakkan motor itu dengan tegak.
"Ya udah turun aja, apa susahnya sih, manja banget!" balas Aksa.
"Yeee elu gimana sih, gue tuh gadis feminim dan kalem, kaki gue nggak bisa terlalu naik, takut sobek kevirginan gue, ngerti nggak!"
Mendengar ucapan dari Zizi, Aksa pun tertawa sembari bertanya, "Njiiir emang elu masih virgin?"
"Ya iyalah, gue masih ting-ting, nggak percaya?" sahut Zizi yang mulai kesal.
"Enggak? Coba dong!" celetuk Aksa yang selalu saja membuat Zizi semakin kesal.
Zizi pun cuma bisa menyengir dan komat-kamit, melihat itu Aksa semakin suka menggoda sahabatnya itu.
"Eh malah cengar-cengir, ayo bantuin! Turunin gue!" seru Zizi yang memaksa Aksa untuk menghampiri Zizi dan membantunya untuk turun dari motornya.
Aksa tampak memegangi pinggang Zizi, sehingga membuat keduanya begitu dekat, Aksa terlihat menggendong tubuh sahabatnya itu dan tiba-tiba saja tatapan mata keduanya saling bertemu.
"Bola mata kamu indah banget, prend!" batin Zizi yang melihat tatapan mata Aksa yang teduh.
"Shiiit! Kok jadi deg-degan, ya!" Aksa pun mulai berkata dalam hatinya saat dirinya merasakan sesuatu yang berbeda saat berdekatan dengan sahabatnya yang selalu bertengkar dengannya itu.
Keduanya pun saling membatin.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Gak sabar banget si Akang nunggu MP nya,Sabar kang.🤣🤣🤣😜😜
2024-12-28
0
Dedeh Dian
wah ada cinta tuh
2023-03-17
0
Kenzi Kenzi
diem2.syukah
2023-03-02
0