Zizi pun langsung nyerocos dan berkata, "Eh peak! Elu ngapain jawab iya, kita nggak pacaran woi, Rere nggak usah kamu dengerin omongannya, dia emang suka gitu, kayak nggak tahu aja."
Rere pun tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang lucu.
"Rere kok malah ketawa, apa aku terlihat cute? Ya memang sih banyak cewek yang bilang seperti itu," sahut Aksa sembari melirik ke arah sang sahabat. Zizi pun cuma bisa elus dada mendengar pernyataan dari sahabatnya yang somplak itu.
Kemudian Zizi mempersilahkan agar Rere gabung dengan mereka berdua, dan Rere pun menyetujuinya, gadis itu duduk di samping Zizi dengan senang, sementara itu Aksa pun turut senang melihat cewek cakep di hadapannya. Rere adalah salah satu mahasiswi berprestasi dan memiliki nilai akademik bagus, dan itu Aksa manfaatkan agar dirinya juga bisa memiliki nilai akademik dengan mendekati gadis itu, karena sang Daddy ingin Aksa lulus dengan nilai yang memuaskan, sehingga dirinya akan membuat kedua orang tuanya bangga memiliki anak yang tidak hanya tampan tapi juga pintar.
"Em aku boleh tukeran nomor telepon nya nggak, Re? Soalnya aku sering gabut di rumah, kali aja nanti kita bisa ngobrol dan saling curhat masalah tugas-tugas kampus, kayaknya aku butuh bantuan dari cewek secerdas kamu deh, biar pinter dikit gitu." Sahut Aksa yang sedang merayu Rere.
"Oh boleh!" balas Rere sembari mengeluarkan ponsel miliknya yang seketika membuat Aksa sumringah, ia pun mengeluarkan ponselnya dan mereka pun saling bertukar nomor telepon.
Sementara itu, Zizi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sang sahabat yang pintar sekali merayu cewek yang merupakan teman sekelasnya itu.
"Hmm dasar buaya Empang, Playboy cap kadal. Bisa aja cari alasan." batin Zizi.
Di saat Rere dan Aksa saling tukar nomor telepon, tiba-tiba Zizi pamit ke kamar mandi.
"Eh bentar ya, guys! Gue mau ke kamar mandi sebentar."
Rere mengangguk dan Aksa tampak sibuk memasukkan nomor Rere, dan saat itu juga Zizi beranjak pergi ke kamar mandi.
Setelah Aksa memasukkan nomor milik Rere, keduanya pun saling berbincang dan tentu saja Aksa tidak pernah lupa menyempilkan rayuannya kepada Rere.
"Rere udah punya pacar belum?" tanya Aksa basa-basi. Dan Rere pun menggelengkan kepalanya.
"Rere belum punya pacar? Ah masa sih, gadis secantik kamu nggak punya pacar? Ah nggak percaya aku," balas Aksa sembari tersenyum manis, dan sesekali meminum chocolate milkshake miliknya.
"Iya beneran, aku baru putus dan sekarang aku mau sendiri dulu, malas pacaran lagi, aku nggak mau dikhianati lagi oleh laki-laki." Balas Rere. Bukanlah seorang Aksa jika pemuda itu tidak bisa membuat Rere salah tingkah.
"Ya ampun Rere! Kasihan banget sih kamu, pasti kamu sangat terluka saat berpisah dengan pacar kamu, hmm andai saja luka di hatimu itu bisa kulihat, pasti aku mengobatinya dan membalutnya agar luka itu tidak terlalu menganga," celetuk Aksa sembari membayangkan seolah-olah dirinya berada dalam posisi Rere yang dikhianati oleh sang pacar.
"Iya terima kasih, Sa! Tapi aku udah berjanji pada diriku sendiri untuk sementara aku tidak mau berpacaran lagi, aku sudah kapok!" Ucap Rere sembari tersenyum.
"Loh kok kapok sih? Waaahhhh sayang banget, padahal aku mau daftar jadi pacar kamu." Seru Aksa yang seketika membuat Rere tertawa kecil. Hingga akhirnya ponsel Aksa berdering.
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Shenaylin..😌😌
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-11-10
0
Shenaylin..😌😌
🤣🤣🤣
2024-11-10
0
Qaisaa Nazarudin
Cih modus..
2023-06-01
1