Dug ... dug ... dug ....
"Buka pintunya, Ronald! Saya tahu kau ada didalam sana. Keluar kau! Bayar utang-utang mu, Ronald!"
Ronald mengenali siapa pemilik suara itu. Dia yang tadinya marah-marah kini berubah panik dan takut. Raut wajahnya pun menjadi gelisah penuh keterkejutan. Dia langsung berdiri memikirkan cara untuk menghindari kejaran Louis.
"Tuan Louis, dia datang lagi. Pasti akan menagih janji, tapi dari mana dia tahu kediamanku ini?" gumam Ronald dalam hati merasa dirinya tidak memberitahukan alamat rumahnya.
"Yah, siapa mereka? Tidak sopan sekali bertamu ke rumah orang pagi-pagi begini." Natalie maupun Viona dan Elsa tidak tahu sama sekali siapa yang bertamu.
"Ah, bukan siapa-siapa." Balas Ronald tetapi terlihat jelas kepanikannya.
"Aku harus pergi dari sini, aku tidak mau tertangkap olehnya. Sekarang tidak ada uang untuk bayar utang."
"Bu, bilang pada orang-orang yang ada di depan sana kalau ayah sedang bekerja. Jangan kasih tahu mereka jika ayah ada di rumah!" ujar Ronald memberikan instruksi kepada istrinya sekaligus kepada kedua anaknya untuk tidak memberitahukan keberadaan dia.
"Tapi kenapa? Siapa mereka?" Natalie kebingungan melihat kepanikan suaminya.
"Iya, Yah. Siapa mereka? Kenapa Ayah kelihatan panik sekali? Dan kenapa juga Ayah harus berbohong tentang keberadaan Ayah," kata Viona menatap heran ayahnya.
"Halah, anak kecil seperti dirimu jangan ikut campur! Pokoknya kalian harus bilang kalau ayah sedang bekerja! Jangan ada yang membocorkan keberadaan ayah!" sahut Ronald penuh penegasan.
Ronald pun segera melangkah tergesa meninggalkan meja makan menuju pintu dapur.
"Ayah, mau kemana? Itu di depan hampiri dulu, Yah!" pekik Natalie ikut berdiri dari duduknya dan mencoba mengejar suaminya.
"Kalian saja yang menemui!" balas Ronald sudah membuka pintu dapur.
Dug ... dug ... dug ....
Gedoran pintu pun semakin bertambah kencang sampai mengagetkan ketiga wanita yang ada di dalam sana. Viona merasa penasaran kenapa ayahnya menghindari orang itu, dan dia pun berdiri melangkahkan kaki menuju pintu.
"Viona kau mau kemana?" tanya Elsa saat melihat pergerakan Viona.
"Membuka pintunya." Elsa yang mendengarnya pun ikut menyusul Viona dan juga tentunya sama-sama merasa penasaran.
*****
"Ronald buka! Kalau dalam hitungan ketiga tidak di buka, maka saya tidak akan segan-segan mendobrak pintu ini!" pekik Louis seraya menendang-nendang pintu dan tangan menggedor nya. "Satu ... dua ..."
Baru saja hitungan dua, pintu sudah terbuka, dan nampaklah Viona memperhatikan ketiga pria yang ada di depan pintu rumah mereka.
"Dimana Ronald? Suruh dia keluar sekarang juga!" tanya pria bertubuh tinggi, tetapi sudah sangat jelas terlihat tua.
"Ayah ..."
"Orang yang kalian cari tidak ada di sini, dia sedang bekerja. Ada apa kalian mencari suamiku?" sahut Natalie dari dalam dan ikut memperhatikan orang-orang yang baru saja ia lihat. Karena sebelumnya, mereka tidak mengenali siapa pria itu dan darimana mereka berasal.
"Jangan bohong kalian? Ronald, keluar!" pekiknya lagi tidak mempercayai bahwa orang yang di cari tidak.
"Saya bilang tidak ada. Dia sedang bekerja."
Pria itu menatap lekat wajah Natalie. "Geledah rumah ini dan cari pria itu di penjuru tempat! Bawa dia kehadapan saya!" Louis memerintahkan kedua orang yang diyakini sebagai anak buahnya.
"Baik, Bos." Dan kedua orang itu masuk begitu saja, tetapi di cegah oleh Viona, Elsa dan Natalie.
"Kalian jangan sembarang masuk! Ini rumah kami," ucap Viona mencoba mencegah.
"Keluar kalian! Kami tidak ada urusan dengan kalian!" ujar Natalie.
"Jangan halangi kita, minggir kalian!" sentak Louis menatap tajam silih berganti ketiga wanita itu.
Namun, kedua orang itu mendorong tubuh Viona dan Natalie ke samping dan masuk kedalam rumah guna mencari Ronald.
"Tuan, ada apa dengan ayahku? Kenapa kalian mencari ayahku? Kesalahan apa yang ayah lakukan sampai kalian mencoba menggeledah rumah kamu?" tanya Viona memberanikan diri menanyakan kesalahan ayahnya. Tadi, ia melihat Ronald ketakutan dan panik. Itu artinya sang ayah memiliki masalah yang cukup rumit.
"Bos, dia tidak ada di rumah. Sepertinya dia kabur, Bos." Salah satu dari kedua anak buah Louis memberikan laporan yang membuat Louis naik darah.
"Brengsek! Berani-beraninya dia kabur dariku. Cari dia sampai ketemu dan seret dia kehadapan ku!"
"Tapi ..." Louis memperhatikan keadaan rumah Ronald. "Ambil barang-barang berharga milik tua bangka itu!"
"Baik, Bos."
"Hei, apa yang kalian lakukan, hah? Jangan ada satupun dari kalian mengambil barang-barang dari rumah ini!" Natalie, Viona dan Elsa terkejut melihat barang-barang berharga mereka ingin diambil.
"Jangan halangi kita, suamimu memiliki utang banyak jadi dia harus membayarnya."
"Apa? Utang? Utang bekas apa?" Natalie di buat terkejut dengan kabar yang barusan ia dengar. Setahunya Ronald tidak pernah memiliki utang apapun.
"Tuan, jangan ambil barang-barang kami!" Viona mencoba mencegah anak buah Louis saat hendak mengambil televisi.
"Minggir kau anak kecil!" sentaknya mendorong tubuh Viona hingga tersungkur ke lantai.
"Ronald kalah judi, dia mempunyai utang sebanyak satu milyar kepadaku. Ini sudah jatuh tempo dan saya tidak akan lagi memberikan dia kesehatan berkeliaran bebas."
Deg ....
Natalie maupun kedua anaknya terkejut, mereka tahunya Ronald tidak pernah judi dan seringkali terlihat pria pekerja keras. Namun, rupanya Ronald juga suka berjudi.
"Ayahku tidak mungkin memiliki utang kepada kalian. Kembalikan barang-barang kami! Jangan bawa!" pekik Viona mencoba kembali mencegah para anak buah Louis membawa barang berharga mereka.
"Ini tidak ada apa-apanya dengan utang pria itu. Semua barang-barang ini hanyalah bunganya saja." Louis membalas ucapan Viona dan memperhatikan anak buahnya mengeluarkan lemari es, televisi, kipas angin, dan beberapa alat rumah yang dirasa menghasilkan uang. Sedangkan Viona, Natalie, dan Elsa sedang mencoba mencegah, tetapi tidak bisa di cegah karena anak buah Louis tidak bisa di hentikan.
Sedangkan orang yang di cari, tengah mengendap-endap mencoba keluar gerbang untuk menghindari Louis. Dia sama sekali tidak menghiraukan kekacauan yang ia ciptakan di dalam rumah. Terpenting baginya saat ini adalah kabur dari Louis. Mau membayar utang darimana jika ia tidak memiliki uang sebanyak itu? Bekerja saja tidak, baru di pecat.
Di saat langkahnya hendak keluar gerbang, ia tak sengaja menabrak vas bunga hingga pecah.
Bruk!
Prang!
Louis yang kebetulan berada di ambang pintu menoleh ku asal suara. "Ronald, kau mau pergi kemana, hah?"
Ronald segera lari dari sana menghindarinya.
"Hei, jangan lari, kau!" pekik Louis mengejar Ronald.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Mommy QieS
sekuntum gift 🌹 dan vote mingguan untuk mu, Kak!
2023-02-20
0
Mommy QieS
habis semua di jarah😭😭
2023-02-20
0
Mommy QieS
sampai dug dug bunyi gedorannya ya, Kak?
2023-02-20
0