Karena jarak rumah dari satu perempuan keperempuanan yang lain saling berdekatan. Rombongan dari pihak pria segera memulai acara. Kondisi sangat menyenangkan karena warga yang membantu masak ditiga tempat, warga juga yang menjadi tamu pengiringnya.
Tak ada yang mengeluh meski lelah menyergap, karena acara itu jadi terkesan sangat seru dan menyenangkan bagi semua warga di tempat itu.
Acara terselenggara di mulai dari Alan karena Ia lahir lebih dulu dari Ardhan dan Athar putra Mimi Zulfa yang notabennya adalah istri ke dua Abah Dullah.
Jadi secara tidak langsung Alan di pilih menjadi Kakak tertua dari kedua saudaranya yang selalu di tekan untuk bisa mengayomi adik-adiknya.
Alan tidak masalah dengan semua itu, karena Ia sendiri sebenarnya tidak perduli dengan aturan di keluarga Abah Dullah sedikit pun.
Alan yang kini sedikit gugup akhirnya berhasil menikahi Wanita yang di pilihnya dengan waktu yang sangat singkat. Setelah itu Alan akan tinggal di rumah istrinya beberapa hari sebelum Alan memboyong istrinya kerumah orang tua.
Mereka sendiri juga belum memiliki rumah idaman untuk belajar hidup mandiri. Tapi mereka belum memikirkannya sekarang karena mereka masih sibuk menikmati indahnya pernikahan mereka yang sejak lama menjadi impian pasangan kekasih.
Acara pertama telah usai tanpa hambatan sedikit pun, kini rombongan keluarga pria beralih kerumah kekasih Ardhan yang sejak tadi menunggu kedatangan mereka. Sangat melelahkan sebenarnya. Tapi warga setempat tetap kompak sampai selesai sehingga tidak mempermasalahkan itu yang penting perut bisa kenyang dan makan apa pun dengan enak. Kapan lagi ada pesta di tiga tempat sekaligus dalam waktu sehari kalau bukan keluarga dari orang kaya.
Rupanya Ardhan lebih nervous di banding Alan, jadi Ijab Qobul yang pertama di nyatakan gagal dan harus mengulang yang kedua kali.
"Tenang Dhan, gak usah grusa-grusu. Yakin aja nanti malam sesuai keinginan!" Goda salah seorang yang ada di ruangan itu guna mencairkan suasana yang tegang.
"Ayo ulang lagi!" Pak Penghulu mengulurkan tangan dan di sambut oleh Ardhan dengan kuat.
Alhamdulilahnya Ardhan juga berhasil menikahi pacar lamanya itu meski suara candaan mewarnai ruangan seadanya di rumah keluarga batu Ardhan.
"Hem, siap-siap Nak!" Pesan Bunda di telinga Athar
"Iya Bun, deg-degan dikit. Mereka enak wajah ceweknya jelas. Istri Athar apa kabar Bun?" Timpal Athar lirih.
"Terima saja dengan ikhlas, Thar. Jika lebih jelek dari istri saudara-saudaramu," gelak Bunda Alika. Sengaja menggoda Athar yang kian di buat penasaran.
Rombongan yang sudah kelelahan itu mulai berbalik arah menuju rumah Paman Ardy. Mereka akan menghadapi akad yang terakhir. Semoga saja bisa lancar seperti yang lainnya mengingat Athar adalah berandalan tersohor.
"Assalamualaikum!" Sapa rombongan itu.
"Wa'allaikum salam!" Paman Ardy dan keluarga menyambut rombongan tersebut dengan sangat antusias dan mempersilakan mereka masuk. Pak Penghulu yang sejak tadi ikut repot kesana kemari juga telah mengambil posisinya ketempat yang sudah di sediakan.
"Athar, ayo duduk sini!" Semua orang mengarahkan pemuda itu di depan penghulu.
Ada beberapa sesi pengajian dan pidato dari kepala desa setempat beberapa menit lamanya. Sedang Athar terus mengamati pintu tengah menanti siapa seorang putri yang telah menjadi pilihan Abah Dullah. Jelas nuansanya berbeda karena Ia di jodohkan.
"Maaf ya Pak, Bu, Alzena baru bisa bertemu Athar setelah akad nikah selesai. Karena ingin menjaga sesi negatifnya!" Ucap Paman Ardy yang meminta pengertian semua orang.
"Iya Pak, malah bagus itu mengingat Zena sudah pernah mondok dan tahu sedikit-sedikit tentang ilmu agama," sahut salah seorang sesepuh di kampung itu.
Pak Dullah dan semua orang mengangguk setuju, tapi bagaimana dengan Athar? Ia benar-benar tidak sabar mengetahui siapa calonnya itu.
"Ya sudah, Athar. Ayo jabat tangan Bapak!" Pinta Pak penghulu.
"Baik Pak?"
Malik sendiri ada diantara mereka tapi entah kenapa dia tidak mengenali siapa calon iparnya itu. Bahkan Malik sendiri tidak kepikiran untuk mencari tahu. Yang penting sepupunya cepat menikah.
"SAYA NIKAHKAN KAMU, ATHAR AZMI BIN DULLAH SARWASIT DENGAN ALZENA ASAHY BINTI SAIFULLAH ANWAR ALMARHUM DENGAN MAS KAWAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN UANG TUNAI SEBESAR LIMA JUTA RUPIAH DI BAYAR TUNAI!"
"SAYA TERIMA NIKAHNYA ALZENA ASAHY BINTI SAIFULLAH ANWAR DENGAN MAS KAWIN YANG TERSEBUT DI BAYAR TUNAI," jawab Athar dengan lancar.
"Bagaimana saksi?" Tanya Pak Penghulu para para wali dan saksi.
"SYAH?" Teriak semua orang dengan riang.
"Alhamdulilah!"
Alzena sendiri kian gusar, kini kalimat suci itu telah terucap. Ia masih berkeringat dingin di dalam bilik kamarnya di temani Asyifa.
"Zen, ayo nak keluar!" Panggil Bibi Marwah dari balik pintu.
"Iya Bi, sebentar!"
Asyifa membantu membenahi kebaya Zena agar tetap terlihat rapi dan cantik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
ni barulah acara nikah rombong2 kesana ke sini...mesti rame2 ni....makan2 pun puas...
2023-02-18
1
☠ᵏᵋᶜᶟ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽˢ⍣⃟ₛ♋
deg deg nih athar mau ketemu istri nya
2023-02-14
1
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Alhamdulillah sdh sah ya ternyata pernikahan ketiga anak Abah berjalan dengan lancar
2023-02-14
2