Bab 20 Canggung

Malam semakin larut, Zena yang agak canggung bertemu Athar tetap nekat masuk ke dalam kamar karena manik matanya sudah sangat mengantuk. Ia melihat Athar malah tengah berbaring sambil memperhatikannya membuat Zena kiat gugup saja. Entah kenapa di mata Zena, pemuda itu jadi nampak seram karena terus memandanginya tanpa berkedip sedikit pun.

Bukan hanya Zena yang mengalami hal itu, pasti segelintir dari para gadis yang sudah menikah saat malam pertama tentu mengalami hal serupa seperti yang Zena rasakan.

Siapa coba yang tidak takut dan malu, jika perempuan seperti Zena yang tidak pernah mengenal laki-laki selama hidupnya tiba-tiba berada di dalam bilik yang sama dengan pria asing.

Sungguh rasanya Ia terjebak dalam sebuah kegugupan yang nyata. Dimana detak jantungnya terus berdetak bagaikan beduk yang siap di tabuh dengan kuat.

Lamat-lamat Zena mendekat kearah ranjang, jujur hanya untuk mendaratkan bokongnya saja rasanya seakan panas dingin. Zena tidak mengatakan apa pun. Ia menarik guling di kaki Athar lalu diletakkannya di tengah-tengah sebagai alat pembatas antara Ia dan Athar.

Pemuda itu terus menatap Zena tanpa mengatakan apa pun, tapi mungkin lama-lama Athar kesal hinggaIa melempar guling itu ke lantai dan aksi Athar tentu mengejutkan seorang Zena.

"Loh Mas, Kok di buang?" protes Zena yang sedikit ada perasaan tidak terima dengan cara Athar yang terkesan kasar dalam menanggapinya.

"Untuk apa kita menikah sekarang ini? Kalau tetap masih ada jarak diantara kita?" Jawab Athar dengan nada tegas. Pemuda itu kembali merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar perempuan itu.

Zena pun diam, dia tidak berani membantah lagi perkataan Suaminya itu karena Athar benar. Ia dan suaminya itu sudah syah dalam ikatan suci. Lantas apa lagi yang membuat Zena merasa takut jika mereka berdekatan. Karena tidak akan ada lagi sesuatu yang akan mendatangkan dosa jika mereka sedang bersama.

Perempuan bercadar itu memutuskan berbaring di samping Athar tapi pemuda itu lagi-lagi mendekte dirinya dengan memiringkan tubuh ke arah Zena.

"Apa kamu akan tidur dengan pakaian seperti ini?" Tatapan Athar menunjukkan rasa ketidaksukaan. Jelas itu terlihat dari cara Athar memandang Zena.

Zena memegangi cadarnya yang masih terpasang, tapi mengapa rasanya sangat risih untuk membuka kain tipis itu di depan suaminya sendiri. Seperti ada sesuatu yang bakal hilang jika Zena membukanya.

"Ayo buka sekarang!" Paksa Athar yang terus mendesaknya membuka cadar itu membuat Zena mau tidak mau melakukan hal tersebut dengan sangat hati-hati. akan tetapi begitu cadar itu terlepas Zena langsung memalingkan wajahnya kearah lain dengan cara memunggungi Athar.

Pemuda itu kembali menatap sangat aneh. "Kenapa tindakan Zena sangat berlebihan? Apa mungkin perempuan itu menyembunyikan sesuatu dariku?" Batin Athar dalam hati.

"Zen, Ayo sini aku mau lihat wajahmu!" Athar menarik bahu Alzena yang masih malu-malu memperlihatkan auranya, tapi Athar tetap memaksa menarik tubuh perempuan itu hingga Zena terlentang ke ranjang tepat di samping kepala Athar yang tengah bertopang kepala dengan tangan yang satu lagi.

Pemandangan mengejutkan itu membuat Athar kesulitan meneguk saliva. Tidak salah lagi, kalau wajah gadis itu memang sangat ayu rupawan seperti yang Ia lihat sekilas tempo hari saat Ia melecehkannya.

Sebelumnya Athar sempat mengira pasti wajah Zena sangat jelek, hitam atau mungkin penuh jerawat. Tapi semua itu tidak terbukti. Athar benar-benar seperti menemukan bidadari dari atas langit yang tersesat ke bumi lalu datang menghampirinya untuk menjadi salah satu sejarah di dalam cerita kehidupan Athar.

Zena yang terus di perhatikan oleh pemuda itu dengan lekat semakin tidak nyaman pun segera bangkit untuk membenahi posisinya yang tampak sangat kacau, "Maaf Mas. Tolong bersikaplah yang sopan padaku, jangan membuatku takut seperti ini," ucap Zena lirih.

Athar tidak menjawab, Ia juga membenahi posisinya sambil kembali menatap langit-langit. Tapi sekali-kali melirik kearah Zena yang sedang menenangkan detak jantungnya yang sejak tadi sangat enggan kembali normal.

Lama saling diam, Athar kembali membuka suaranya yang khas kepada Zena, "Lebih baik kamu pakai baju tidur saja saat berada di kamar. Bukankah baju itu akan membuatmu gerah?"

Zena mengangguk faham, tapi tidak malam ini. Karena Ia benar-benar belum siap memperlihatkan bagian tubuhnya yang lain di depan Athar. Karena rasanya itu seperti membuka auratnya dengan tidak terhormat di depan seorang pria.

Keesokan harinya, Athar tidak tahu harus kemana. Pasalnya motor Athar ada di rumah Abah dan dia tidak boleh pulang sampai waktunya sudah habis.

Dari sudut dapur, Alzena sendiri masih sibuk memasak. Paman Ardy dan Bibi Marwah sedang kerumah Bu Murni untuk menjual beberapa Ayam sumbangan dari warga sekitar kemaren untuk di tukar dengan rupiah.

Uang itu nantinya untuk pegangan Zena saat Ia ikut kerumah mertuanya. Sedangkan Malik duduk di teras depan bermain bersama anak tetangga. Jujur Ia sendiri belum berani melakukan banyak aktivitas sampai kakinya benar-benar pulih kembali.

Athar yang tidak punya kegiatan sama sekali, memutuskan menunggui Zena di dapur. Ia ingin lihat seberapa mahir istri pilihan Abah Dullah itu dalam memasak makanan.

"Mau cicip Mas?" Tawar Zena kemudian setelah tumis kacang panjang, ikan asin dan tempe goreng sudah matang dan tersaji di meja makan.

Terpopuler

Comments

🤭🤭🤭🤭.....mungkin athar rasa geram kali zena,letak benting...ya udah nikah masasih ada benting2

2023-02-19

1

seperti kmu nmpk hantu ka zena...🤭🤭

2023-02-19

1

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐

Yaaa...keberuntungan buat Athar menemukan bidadari cantik turun dari langit tapi buntung bagi Zena yang mendapatkan seorang berandalan seperti Athar..semoga saja dengan kebersamaan mereka lambat laun Athar bisa berubah tidak jadi pria menjengkelkan seperti sekarang ini

2023-02-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!