Hening
Suasana di dalam mobil yang saat ini sedang di kendarai oleh Davian, hanya suara deru mesin mobil dan suara beberapa kendaraan yang berlalu lalang di sana yang terdengar di sekitar mereka saat ini.
Lima belas menit yang lalu Davian sudah menyelesaikan pekerjaan nya di kafe dan langsung pulang bersama dengan Olivia untuk pulang ke apartemen yang mereka tinggali saat ini. Dan sudah hampir setengah perjalanan mereka tempuh saat ini.
" Sejak kapan kamu bekerja di sana?" Olivia memecah keheningan yang ada.
" Baru satu tahun" Davian melihat Olivia sekilas dan setelah nya kembali pokus pada jalanan yang ada di hadapan nya. " Sebelum itu aku pernah bekerja di beberapa tempat yang berbeda, dan beberapa profesi. Biaya hidup di Jakarta memang tidak murah" tambah Davian lagi dengan wajah yang serius.
" Aku tahu itu karena aku juga pernah mengalami nya" Olivia memalingkan wajah nya pada kaca mobil melihat pemandangan yang ada di luar sana. Sekolebat ingatan tentang perjuangan nya dulu kembali melintas dalam benak nya.
" Benarkah?" Davian mengangkat alis nya sebelah, tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Olivia barusan. " Aku tidak percaya seorang pengusaha sukses seperti ibu Olivia Arabella Catalina pernah mengalami hidup susah seperti ku" Davian sedikit terkekeh saat mengatakan nya seraya melihat Olivia yang masih memalingkan wajah nya.
" Tentu saja, apa kamu pikir aku langsung mendapatkan kesuksesan ini dengan instan?" Olivia menoleh kembali pada Davian. " Lain kali akan aku ceritakan" tambah Olivia saat melihat wajah Davian masih seperti tak percaya dengan ucapan nya.
Tak lama mobil mereka pun sampai dan Davian memasuk kan mobil mereka di tempat parkir yang biasa mereka gunakan. Setelah itu mereka berdua pun naik ke lantai atas di mana di sana letak apartemen milik Olivia berada.
" Oh ya, sejak aku mengenalmu aku tidak pernah bertemu dengan orang tua mu apa mereka tidak berada di kota ini? "Tanya Davian saat memasuki apartemen mereka. Davian tentu saja sangat penasaran dengan keluarga istri nya itu, satu - satu nya keluarga Olivia yang pernah dia temui hanya adik nya yang pernah dia lihat saat tak sengaja bertemu di mall waktu itu. Namun hubungan mereka seperti nya tidak cukup baik.
"Aku tidak mempunyai keluarga " hanya itu yang keluar dari bibir Olivia dengan wajah yang berubah menjadi sendu. " Aku sangat lelah, bolehkah aku beristirahat sekarang? "Olivia langsung masuk ke dalam kamarnya setelah mengatakan hal itu meninggalkan davian yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Tak lama Davian pun ikut masuk ke dalam kamarnya setelah melihat Olivia menutup rapat kamarnya sendiri, Davian pikir mungkin Olivia belum siap untuk menceritakan semua itu pada Davian. Apa lagi seperti nya hubungan mereka tidak terlalu baik. Keluarga orang kaya seperti nya sangat rumit.
" Aku juga tidak tahu apa aku masih bisa menyebut mereka sebagai keluargaku setelah apa yang mereka semua lakukan padaku "Olivia menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar yang baru saja dia tutup. Hati Olivia selalu merasa sakit bila teringat dengan keluarganya apalagi dengan ayah kandungnya yang seolah tidak pernah menganggap nya ada di dunia ini.
Keesokan pagi nya seperti biasa Olivia sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus hari ini, setelah dia bersiap Olivia pun langsung keluar dari kamar nya menuju dapur untuk sarapan pagi dan meminum susu khusus untuk ibu hamil yang biasa dibuatkan oleh Davian setiap pagi nya.
"Selamat pagi! "Suara dari arah dapur terdengar menyapa Olivia pagi ini, dan itu membuat Olivia heran karena biasanya Davian sudah berangkat di jam seperti ini tapi apa yang sekarang dia lihat kini Davian masih ada di sana sedang memasak sesuatu untuk sarapan.
" Kamu belum berangkat?" Olivia mengerutkan keningnya seraya berjalan mendekat ke arah Davian berdiri.
" Begini, apa aku boleh menumpang?" Davian menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Motorku aku tinggal di kafe semalam, jadi" Davian menggantungkan ucapan nya.
" Ya, aku tahu. Tapi apa tidak akan membuat orang - orang di kampus curiga dengan kedatangan kita berdua?" Olivia menduduk kan diri nya pada kursi yang ada di sana.
" Tenang saja, aku akan turun pada jarak satu kilometer sebelum kampus" ucap Davian dengan wajah yang serius.
" Apa tidak apa - apa kamu berjalan sejauh itu?" Olivia terlihat ragu.
" Tidak apa - apa, aku sudah terbiasa" Davian tersenyum tipis. " Sekarang minumlah susu mu" Davian memberikan segelas susu yang sudah dia buat di hadapan Olivia. Tak lupa satu buah sandwitch untuk sarapan Olivia.
" Terima kasih, aku jadi malu bukan kah seharus nya ini tugas seorang istri?" Olivia merasa tidak enak karena selama dua Minggu ini mereka menikah, selalu saja Davian yang menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum pergi melakukan aktifitas nya.
" Tidak apa - apa, lagi pula aku tidak ingin kamu lelah" tak di duga Davian berjalan mendekat ke tempat Olivia dan berjongkok di hadapan nya. " Kamu jangan sampai terlalu lelah, ingat masih ada kehidupan lain dalam perut mu ini" tangan Davian terulur menyentuh perut Olivia dan membuat tubuh Olivia menegang seketika.
Deg
Detak jantung Olivia berdetak dengan sangat kencang mendapat perlakuan manis Davian yang tiba - tiba seperti ini. " Oh God, apa yang sedang dia lakukan? Membuat jantungku ingin melompat saja" batin Olivia menjadi salah tingkah, bahkan wajah Olivia kini juga sudah merona seperti tomat.
**Ekhem .. ekhem yang udah mulai baper🥰🥰🥰
Ikuti terus lanjutan nya dan jangan lupa dukungan nya, klik jempol dan tanda hati nya, beri juga vote dan hadiah yang banyak. Terimakasih 🙏🥰**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Rahmi Miraie
cie yg udah berani pegang"davian😂
2023-02-10
3