Akhir nya acara makan malam yang penuh perdebatan pun berakhir setelah mereka menghabiskan makanan yang sudah di buat oleh Davian.
" Kenapa aku harus tidur di sini?" Davian menatap kamar tamu yang di siap kan oleh Olivia untuk nya dengan wajah datar nya.
" Lalu kamu ingin tidur di mana hah, di kamarku begitu" Olivia memutar bola mata nya malas.
" Ya" jawab Davian tanpa mengubah eksfresi nya.
" Jangan bermimpi! Cepat masuk dan bawa barang bawaan mu ke sana, aku mau tidur!" Olivia menggerutu kesal seraya melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar nya yang terletak di sebelah kamar yang akan di tempati Davian. Enak saja pria itu mau tidur dengan nya, pernikahan mereka saja hanya pernikahan kontrak.
Brrakk
Olivia menutup pintu kamar nya dengan cukup keras.
" Cih, padahal kami sudah menikah. Kenapa aku tidak bisa tidur dengan nya?" Davian mendengus kesal seraya melangkah masuk ke dalam kamar nya dengan membawa tas ransel bawaan nya tadi. " Padahal waktu itu..." Davian kembali teringat malam panas mereka yang terjadi dua bulan yang lalu. Seperti baru kemarin saja Davian masih sangat jelas mengingat semua itu.
" Lebih baik aku mandi dulu" Davian pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mendinginkan tubuh nya yang sudah memanas hanya karena membayangkan kejadian malam itu dan tubuh indah milik dosen cantik nya itu.
Malam pun semakin larut, Olivia masih belum bisa tidur di dalam kamar nya. Olivia sejak tadi terus membolak balikan tubuh nya seperti orang yang sedang gelisah.
" Kenapa aku tidak bisa tidur?" Olivia membuang nafas nya kasar, Olivia merasa heran dengan diri nya sendiri yang tidak seperti biasa nya. Malam ini bagaimana keras nya Olivia berusaha untuk tidur, Olivia tetap saja tidak bisa terlelap. " Apa karena aku tahu saat ini aku tidak tinggal sendirian ya?" Gumam Olivia masih dengan mata yang enggan untuk terpejam.
Ceklek
Olivia yang masih belum bisa memejamkan mata nya akhirnya memutuskan untuk keluar mengambil minuman karena dirinya merasa tenggorokan nya sangat kering. Olivia berjalan ke arah dapur dengan perlahan, namun betapa terkejutnya Olivia saat melihat pemandangan yang seharus nya tidak lihat pada malam itu.
Di sana Davian sedang berdiri sambil minum segelas air putih hanya dengan menggunakan celana bokser saja sehingga terlihat dengan sangat jelas roti sobek yang ada pada tubuh Davian saat ini.
Glek
Olivia menelan Saliva nya susah saat melihat pemandangan yang sangat jarang dan menggoda iman nya itu, bahkan saat ini otak Olivia mungkin sedang bertraveling jauh entah kemana.
" Anda, em kamu juga belum tidur?" Suara Davian membuyarkan lamunan Olivia saat ini. Davian sudah mengubah gaya bicara nya yang formal menjadi lebih santai atas kesepakatan mereka tadi karena Olivia merasa tidak nyaman dengan itu. Awal nya Davian juga agak canggung melakukan nya, namun Olivia benar, biar bagai mana pun kini Davian adalah suami nya. Bukan kah akan aneh jika seorang suami berkata formal pada istri nya sendiri?
Davian yang baru saja menghabiskan air dalam gelas nya tak sengaja melihat Olivia yang berdiri tak jauh dari tempat nya dengan wajah yang entahlah, sulit untuk Davian artikan.
" Ah ya, a aku haus ya haus" ucap Olivia terbata saat tersadar dari lamunan nya, Olivia pun melangkah kan kaki nya mendekati Davian untuk mengambil air putih yang berada dalam lemari es tepat di samping Davian.
" Oh baiklah" Davian pun menggeser tubuh nya agar Olivia bisa mengambil minum nya karena di sana lumayan sempit dan akan sulit jika mereka berdiri di tempat yang sama. " Apa kamu juga tidak bisa tidur?" Tanya Davian dengan nada datar nya.
" Ya" Olivia meneguk air minum yang barusan dia tuangkan kedalam gelas milik nya, semoga saja dengan meneguk air dingin itu Olivia bisa mendinginkan pikiran nya yang sudah mulai memanas.
" Seperti nya kamu sangat haus" Davian menatap heran pada Olivia yang Sedang meneguk air nya dengan begitu rakus nya.
" Ya, aku sangat haus. Disini sangat panas sekali" Olivia melirik Davian dengan ujung mata nya seraya mengibas - ngibaskan piyama yang di pakai nya. " Siapa juga yang tidak akan gerah melihat penampilan dia yang seperti itu" batin Olivia mendengus kesal.
" Lebih baik aku kembali ke kamar ku" Olivia melangkah kan kaki nya hendak melewati Davian yang masih berdiri di dekat nya menuju ke kamar nya setelah beberapa saat mereka terdiam dalam keheningan. Bisa gila Olivian terus berada di sana dan melihat tubuh Davian yang sangat sempurna untuk seukuran pria muda seperti Davian, Olivia takut khilaf dan malah menerkam pemuda itu jika terus - terusan seperti itu.
" Ya, aku juga akan kembali ke kamar ku" Davian berkata dengan gugup karena ini posisi dirinya dan juga Olivia sangat dekat dan hanya berjarak beberapa centi saja. Bahkan mereka bisa merasakan deru nafas mereka masing-masing saat Olivia hendak melewati tubuh Davian yang berdiri menghalangi jalan yang dilalui oleh Olivia.
**Apa yang akan tejadi selanjut nya?🥰🥰
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
GAK PUNYA AHKLAK NI SI OLIV,, DOSEN, TPI GK PNY ATTITUDE, GK FAHAM AGAMA.. DURHAKA LO PRLAKUKN SUAMI SPRTI ITU..
2024-07-29
3
Keser Galby
Olivia oh Olivia mulut dan pikiran mu tidak sejalan 🤭🤭
2023-02-18
2
Rahmi Miraie
itu yandanya bayi yg ada dikandungan kamu ga mau berjauhan dr ayahnya..renata
2023-02-08
2