Plllaakk
Olivia melayangkan tamparan yang sangat keras pada wajah Davian saat Davian mengatakan hal yang tidak seharus nya di ucap kan, setidak nya itu yang di pikirkan oleh Olivia barusan. Olivia pikir bagai mana mungkin pemuda yang merupakan salah satu murid nya mengatakan kalau bayi yang di kandung nya saat ini adalah bayi nya. Bahkan bertemu pun mereka hanya saat ada kelas saja dan mereka bahkan jarang sekali berbicara berduaan apa lagi melakukan hal yang lain nya seperti membuat seorang bayi.
" Kamu jangan bicara sembarangan ya!" Olivia menatap tajam pada Davian. " Asal kamu tahu, kalau memang aku mengandung seorang bayi itu adalah bayi ku dengan kekasih ku" Olivia berkata dengan penuh penekanan. Olivia yakin kalau Davian mengatakan hal itu karena merasa kasihan pada diri nya yang selama ini tidak pernah terlihat bersama dengan kekasih nya.
" Cih, itu tidak mungkin" Davian berkata dengan nada dingin nya.
" Tunggu, lebih baik kalian bicarakan ini berdua saja. Aku akan keluar dulu, masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan" Elena merasa kalau diri nya tidak perlu ikut campur urusan mereka berdua, lagi pula Elena tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi di antara mereka saat ini.
Olivia dan Davian terdiam sejenak saat Elena pergi meninggal kan mereka, ke dua nya sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
" Asal anda tahu, kalau bayi yang ada dalam kandungan anda itu adalah bayi ku" ucap Davian memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
" Sudah ku bilang ini adalah bayi ku dan juga kekasihku, kamu tidak perlu ikut campur masalahku ini!" Olivia mengusap rambut nya frustasi." Lagi pula apa yang membuat mu yakin kalau ini adalah bayi mu? Maksudku bagai mana bisa, bahkan kita hanya bertemu beberapa kali dan itu pun di kampus ini?" Olivia tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan oleh pemuda yang ada di hadapan nya itu.
" Itu karena aku lah pria yang sudah kamu lupakan setelah malam panas yang terjadi antara kita dan aku juga pria pertama yang sudah menyentuh mu" jawab Davian dengan percaya diri. " Atau bahkan mungkin pria satu - satu nya" Davian menatap Olivia dengan tatapan menyelidik untuk melihat bagaimana reaksi wanita itu. " Apa aku benar, anda hanya pernah berhubungan sekali seumur hidup anda dan itu adalah dengan ku" tambah Davian saat melihat Olivia tampak terkejut dengan ucapan nya barusan.
" Jangan bicara sembarangan! Bagaimana bisa kamu berbicara hal memalukan seperti itu?" Olivia mendengus kesal. " Pria itu tidak mungkin dia kan? " Batin Olivia menyangkal apa yang di pikirkan nya.
" Hotel xx, dua bulan yang lalu di kamar 606" ucap Davian membuat Olivia menatap nya dengan mata yang membulat sempurna. " Apa itu masih belum cukup untuk meyakinkan mu? Apa aku harus menceritakan secara detail apa yang sudah kita lakukan di sana?" Davian berkata dengan nada datar nya.
" Apa dia benar pria itu, ah tidak mungkin? Tapi bagaimana dia tahu tentang hotel itu dan juga nomer kamar nya?" Batin Olivia menggigit kuku ibu jari nya sendiri karena merasa cemas dan panik saat mendengar ucapan Davian barusan. " Ck, memang apa yang kita lakukan? Tidak pernah terjadi apa pun di antara kita" ucap Olivia menyangkal ucapan Davian barusan dan berusaha bersikap setenang mungkin.
"Apa anda masih mau mengelak? Seperi nya aku memang harus mengatakan secara detail apa yang sudah anda lakukan pada ku" Davian berkata dengan nada penuh penekanan. "Pertama ibu memeluk ku dan memaksa untuk mencium ku" Davian melirik Olivia dengan sudut mata nya untuk melihat ekspresi wanita itu, Davian sengaja mengatakan itu untuk menggoda Olivia dan membuat Olivia bisa percaya kepada diri nya. Dan seperti nya ucapan Davian barusan sukses membuat Olivia kelabakan saat ini. " Lalu kemudian ibu membuatku menyentuh bagian.. mmmpth" Davian tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena Olivia menutup mulut Davian dengan tangan nya. Olivia merasa malu sendiri saat mendengar ucapan Davian barusan, apa lagi Davian mengucapkan kata terakhir seraya mengarahkan ke dua tangan nya ke arah depan sambil melihat bagian dada Olivia.
" Hentikan! Apa kamu tidak malu mengatakan itu semua huh?" Olivia mendengus kesal. Olivia tak habis pikir dengan pemuda di hadapan nya itu yang bisa - bisa nya mengatakan hal memalukan seperti itu dengan gamblang nya, apa lagi dengan wajah nya yang datar seperti itu, sungguh terlihat sangat menyebal kan.
" Bukankah Anda sendiri yang menyuruh ku melakukan nya" jawab Davian dengan begitu enteng nya saat tangan Olivia melepaskan bekapan nya. " Jadi sekarang anda percaya kan, kalau aku adalah ayah dari bayi yang anda kandung?"
" Aku masih tidak yakin, tapi seandainya itu benar. Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan meminta mu untuk bertanggung jawab" Olivia berucap dengan serius. " Jadi lanjutkan lah hidupmu dan anggap saja semua ini tidak pernah terjadi, lagi pula ini bukan salahmu" sebenar nya sangat berat bagi Olivia mengatakan hal itu, di mana juga ada seorang wanita yang bisa hidup tenang saat diri nya mengandung tanpa seorang suami. Namun apa boleh buat, Olivia tidak menyangka kalau diri nya melewati malam panas dengan murid nya sendiri malam itu.
" Tidak bisa, bagaimana pun juga aku ikut andil dalam pembuatan nya. Jadi aku akan tetap bertanggung jawab" jawab Davian dengan tegas.
" Apa kamu bilang, pembuatan? kamu pikir bayi ku ini kue bolu apa?" Olivia menggerutu kesal karena merasa tidak habis pikir dengan ucapan pria itu.
" Lalu sekarang apa mau mu?" tanya Olivia dengan tegas.
" Mari kita menikah!"
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Defi
👍👍 .. buat sama-sama ya kan 😂
2023-10-07
2
juhaina R💫💫
km ini davian bikin aku ngehhhh,,, trllu dtar jdi laki laki, 😅
2023-09-23
1
Keser Galby
wah ku suka gayamu davian...sangat bertanggung jawab atas perbuatanmu walou pun bukan kmu yng salah kmu hanya korban pemerkosaan dosen mu😂😂
2023-02-18
1