" Eeuugh" Olivia melenguh seraya membuka ke dua mata nya. Olivia terlihat mengerjakan ke dua mata nya berkali - kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di ruangan itu. " Aku ada di mana?" Olivia mengedarkan pandangan nya setelah dia mengubah posisi nya menjadi duduk sambil menahan rasa pusing yang masih di rasakan nya. Semua terlihat berwarna putih dengan tempat tidur khusus yang hanya ada di tempat tertentu, saat ini Olivia sedang berada di klinik yang ada di kampus tempat nya mengajar.
" Kamu sudah sadar?" Seseorang datang menghampiri Olivia.
" Elena?" Bukan nya menjawab, Olivia malah bertanya pada orang yang baru saja datang menghampiri nya. " Sebenar nya apa yang sudah terjadi pada ku?" Ya, yang datang barusan adalah Elena, sahabat sekaligus dokter yang bekerja di klinik kampus tempat Olivia mengajar.
" Kamu pingsan dan seorang mahasiswa mengantar mu ke sini" Elena berkata dengan nada datar nya.
" Oh" Olivia hanya ber oh ria saja sambil memijat kepala nya yang masih terasa berdenyut. " Pasti yang mengantar ku dia, aku harus mengucapkan terima kasih pada nya" batin Olivia mengingat Davian yang tadi sedang berbicara dengan nya di dalam kelas sebelum diri nya jatuh pingsan, setidak nya itu yang di ingat oleh Olivia saat ini.
" Cih, kamu sangat santai. Coba kamu apa bisa sesantai itu setelah melihat ini? " Elena mendengus kesal seraya menyerahkan selembar kertas pada Olivia.
" Apa?" Olivia langsung mengambil kertas yang di berikan oleh Elena untuk di lihat nya. Dan betapa terkejut nya Olivia saat melihat apa yang tertulis di dalam nya. Ke dua bola mata Olivia membulat sempurna dengan tangan yang bergetar serta butiran air mata yang menetes dari sudut mata nya. " Ini tidak mungkin" Olivia menggelengkan kepala nya dengan tubuh yang semakin bergetar hebat dan air mata yang mengalir semakin deras nya. Olivia tidak menyangka bahwa kejadian buruk yang tejadi dua bulan yang lalu akan membuat nya menjadi seperti ini. Dalam kertas tersebut di sebutkan bahwa Olivia saat ini sedang mengandung seorang bayi.
" Olivia, are you oke?" Elena yang melihat Olivia seperti itu langsung memeluk tubuh Olivia yang masih bergetar.
" El, apa yang harus aku lakukan sekarang hiks.. hiks" gumam Olivia pelan dalam dekapan Elena, sungguh Olivia tidak menyangka kalau kejadian buruk yang menimpa nya saat itu akan menyebabkan diri nya mengandung seorang bayi yang bahkan Olivia sendiri tidak tahu siapa yang sudah tidur bersama nya malam itu.
" Apa maksud mu? Sekarang cepat katakan siapa yang melakukan ini pada mu?" Elena sungguh tidak tega melihat sahabat nya seperti itu, Elena juga sebenar nya kaget saat melihat hasil pemeriksaan Olivia itu. Karena Elena sangat tahu kalau Olivia tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun setelah hubungan nya berakhir dengan kekasih nya Daren, dan Elena tahu persis kalau Olivia selalu bisa menjaga kehormatan nya selama ini.
" Aku tidak tahu El, aku tidak tahu" Olivia menggeleng pelan dengan suara Isak tangis yang semakin terdengar pilu.
" Apa maksud mu tidak tahu? Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan bayi yang ada dalam perut mu ini hah?" Elena menggoyangkan tubuh Olivia dengan cukup keras, bahkan Elena juga saat ini sudah ikut menangis karena dia bisa merasakan rasa sakit yang di rasakan Olivia saat ini. Elena tidak mengerti kenapa Olivia mengatakan kalau diri nya tidak tahu tentang pria yang sudah tidur dengan nya.
Bbrrukk
Tanpa mereka sadari, seseorang datang dan berdiri tak jauh dari tempat mereka sekarang. Seperti nya orang itu sangat kaget dengan apa yang dia dengar sehingga dia menjatuhkan barang bawaan nya.
" Bayi, apa yang kalian katakan barusan?" Davian berdiri dengan wajah terkejut nya, tubuh Davian bahkan bergetar saking terkejutnya. Dan suara Davian itu berhasil membuat Olivia dan Elena menoleh secara bersamaan. Olivia dan Elena yang melihat Davian langsung mengusap kasar air mata pada wajah mereka dan berusaha bersikap sebiasa mungkin.
" Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Tanya Olivia dengan nada datar nya. Olivia sebisa mungkin menahan tangis nya di depan pemuda itu.
" Aku hanya ingin membawakan makanan ini" Davian langsung mengambil barang yang sudah dia jatuh kan tadi, Davian membawa kantong plastik yang berisi makanan dan minuman untuk Olivia. Davian pikir mungkin Olivia akan merasa lapar saat sadar dari pingsan nya, jadi Davian memutuskan untuk membeli makanan itu di kantin untuk Olivia. Namun Davian tidak menyangka bahwa diri nya akan mendengarkan sesuatu yang membuat nya terkejut seperti ini.
" Sekarang katakan pada ku, apa yang sedang kalian bicarakan tadi. Dan apa tadi yang aku dengar bayi, siapa yang akan mempunyai bayi?" Davian berjalan mendekati Olivia dan Elena yang tak jauh dari tempat nya berdiri.
" Bisakah kamu melupakan apa yang kamu dengar barusan?" Bukan nya menjawab, Olivia malah meminta Davian untuk melupakan apa yang dia dengar.
" Tolong jawab dulu pertanyaan ku, siapa yang akan mempunyai bayi? Apa anda?" Davian menatap Olivia dengan tatapan menyelidik.
" Itu bukan urusan mu, lebih baik kamu pergi dan anggap saja kamu tidak pernah mendengar apa pun di sini" Olivia memalingkan wajah nya, Olivia tidak mau Davian sampai melihat wajah nya yang sedang bersedih.
" Aku tidak bisa melakukan nya, karena jika benar anda hamil itu jelas adalah urusan ku karena bayi itu juga adalah bayi ku" ucap Davian dengan nada tinggi tanpa ragu sedikit pun.
Pllakk
**Hayo suara apa itu, apa suara Elena yang menepuk nyamuk🤣🤣?
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Defi
begitu dong Davian, kamu harus berani mengakui dan jujur pada Olivia
2023-10-07
2
juhaina R💫💫
suara tangan Olivia yg mencium pipi davian y kak 😅
2023-09-23
1
Keser Galby
siapakah yng menampar davian🤔
2023-02-18
1