" Woy, kalian ke kelas bareng gak ngajak - ngajak gue" saat Hana dan Davian sedang berjalan bersama, tiba - tiba Robi mengagetkan mereka dari arah belakang. Seperti biasa pria tengil itu langsung mengalungkan ke dua tangan nya itu pada Davian dan juga Hana secara bersamaan.
" Kebiasaan banget sih Lo" Davian menurunkan tangan Robi yang mengalung di pundak nya.
" Iya Robi ih, berat tahu" Hana juga melakukan hal yang sama.
" Cih, kalian ini tidak asik" Robi mendengus kesal. " Oh ya Dav, Lo udah ngerjain tugas dari Bu Cantik kan? Gue lihat ya, gue masih belum ngerti cara mengerjakan nya" Robi memang selalu menyebut Olivia dengan Bu cantik karena memang wajah Olivia sangat cantik dan pemuda mana pun yang melihat nya pasti akan mengagumi nya
" Nama nya Bu Olivia Robi, jangan ganti nama orang seenak nya" Hana memutar bola mata nya malas.
" Emang benerkan Bu Olivia cantik, iya kan?" Robi meminta pendapat Davian dan Davian hanya tersenyum kecil. Tentu saja bagi Davian Olivia itu sangat cantik sehingga Davian merasa sangat beruntung bisa menjadi suami dari dosen cantik nya itu, apa lagi kini Olivia juga sedang mengandung benih cinta mereka berdua. Ada kebanggan tersendiri dalam hati Davian setiap kali mengingat nya.
" Ish, Lo nya aja yang lebay" Hana mendengus kesal, entah kenapa Hana selalu seja kesal setiap kali teman nya itu memuji dosen nya dengan berlebihan, apa lagi Hana sering memperhatikan cara Davian menatap dosen nya itu. Sangat berbeda dengan cara nya menatap diri nya jika sedang bersama.
" Sudahlah, kalian mau masuk atau tidak? Bu Olivia sebentar lagi datang" Davian masuk ke dalam kelas nya lebih dulu setelah mereka tadi berhenti di depan kelas untuk berdebat.
Robi dan Hana pun mengikuti langkah Davian dan mulai duduk di kursi mereka masing - masing. Seperti yang di katakan Robi tadi, dia meminta Davian memperlihatkan tugas nya dan Davian pun menjelaskan apa yang tidak Robi mengerti sampai akhir nya dosen cantik mereka masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran mereka hari ini.
Dua jam telah berlalu, kelas pun sudah selesai dan semua murid tampak berhamburan keluar dari kelas mereka untuk beristirahat atau pun pulang bagi mereka yang tidak mempunyai kelas lain yang harus di hadiri.
Seperti biasa nya Davian keluar paling akhir agar bisa melihat istri sekaligus dosen nya itu lebih lama, Davian jarang sekali menyapa Olivia karena takut hubungan mereka diketahui oleh orang lain. Belum lagi Davian tidak percaya diri atas diri nya, apa lagi setelah kejadian malam itu yang bisa - bisa nya dia mencium bibir istri nya itu dan berakhir dengan penolakan dari istri nya. Davian sering kali merutuki kebodohan nya itu, mana mungkin Olivia bisa menerima diri nya semudah itu terlebih dengan status mereka yang sangat jauh.
" Davian bisa kita bicara sebentar?" Tanpa Davian sadari ternyata Olivia sudah berdiri di samping nya.
" Bicara saja" Davian melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang lain lagi di sana, begitu pun Olivia yang juga terlihat gelisah. Bagaimana pun ini adalah pertama kali nya Olivia dan Davian saling berbicara setelah dua Minggu pernikahan mereka, apa lagi di kampus seperti ini.
"Apa kamu marah pada ku? Aku minta maaf atas sikap ku waktu itu" Olivia menunduk kan wajah nya seraya tangan nya memilin ujung blazer yang di pakai nya, Olivia cukup gugup saat ini untuk memulai percakapan dengan suami kecil nya itu. Tapi jujur saja dua Minggu tidak saling bertegur sapa dan bertemu walau mereka tinggal bersama itu membuat Olivia sangat tidak nyaman.
" Seharus nya aku yang meminta maaf, aku sudah berbuat lancang pada mu" jawab Davian dengan nada datar nya seperti biasa.
" I itu aku" Olivia tidak tahu harus berkata apa lagi.
" Aku mengerti kalau kamu menganggap hubungan suami istri ini hanya sebagai status saja, tapi asal kamu tahu bagiku pernikahan ini bukan lah permainan dan aku akan melakukan semua hal dengan sungguh - sungguh untuk pernikahan kita ini" ucap Davian dengan wajah yang serius membuat hati Olivia terasa di tembak panah yang menancap langsung pada hati nya. Ucapan Davian barusan membuat Olivia merasa diri nya yang sudah dewasa bersikap kekanak - kanakan dan sebalik nya Davian yang jauh lebih muda dari nya bisa berpikir dewasa seperti itu.
" Tidak apa jika kamu masih belum bisa menerima pernikahan ini" setelah mengatakan itu, Davian pergi keluar dari kelas nya meninggalkan Olivia yang masih saja terpatung dengan segala pemikiran nya
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
RATA2 PRIA BRONDONG YG MNIKAHI WANITA DEWASA, SI BRONDONG MLH BRSIKAP DEWASA, SI WANITANYA MLH YG KYK ABG LABIL..
2024-07-29
2
Keser Galby
aku suka cara pemikiran nya devian👍👍
2023-02-18
3
Rahmi Miraie
nah loooh oliv apa yg mau kmu lakukan setelah mendengar pengakuan dr dafian?
2023-02-08
2