" Di sini kafe yang gue ceritain tadi" Zahra dan Olivia kini sedang duduk di sebuah meja di dalam kafe yang letak nya cukup jauh dari perusahaan yang Olivia miliki.
" Gue penasaran, seenak apa sih makanan yang ada di sini? Tempat ini lumayan jauh lho, awas aja kalau gak enak" Olivia menggerutu kesal. Bagaimana tidak, jarak kafe itu dari perusahaan dan apartemen Olivia lumayan jauh sehingga membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk bisa sampai di sana.
" Lo pasti gak bakalan kecewa, orang - orang di medsos pada ngomongin makanan di sini. Apa lagi kata nya ada salah satu pelayan pria yang sangat tampan, aku jadi penasaran setampan apa sih dia" Zahra terkekeh saat mengatakan nya. " Lo bisa lihat kan kafe ini sangat ramai" Olivia mengedarkan pandangannya dan memang benar, di sana sangat ramai oleh kedatangan para pengunjung. Bahkan meja yang ada di outdoor pun terlihat penuh dengan orang - orang yang datang ke sana, belum lagi yang masih mengantri menunggu meja kosong juga lumayan ramai berada di dekat pintu masuk. Tadi saja saat mereka datang, mereka harus menunggu dulu selama beberapa menit.
" Ingat, lo udah punya suami "Olivia memutar bola matanya malas.
" Iya gue tahu, lagian kalau cuma mau lihat kan gak dosa" Zahra malah nyengir kuda memperlihat kan deretan gigi putih nya.
" Cih" Olivia mendecih. " Coba aku lihat menu makanan nya" Olivia melihat buku menu yang sudah di sediakan di atas meja, begitu pun Zahra yang melakukan hal yang sama.
" Seperti nya ini enak, apa kamu mau?" Zahra menunjuk pada sebuah menu steak dengan saus yang terlihat menggugah selera.
" Seperti nya lumayan, dan aku ingin makanan penutup ini dan ini" Olivia menunjuk pada desert yang terlihat sangat manis dan juga enak.
" Apa itu tidak terlalu banyak?" Ucap Zahra merasa ragu kalau Olivia bisa menghabiskan itu semua.
" Tentu saja, aku sangat lapar. Lagi pula sekarang ini aku harus makan untuk jatah dua orang" Olivia terkekeh seraya menyentuh perut nya sendiri.
" Oh iya ya, kenapa aku bisa melupakan mu my baby" Zahra ikut terkekeh. " Baiklah, kita pesan itu saja. Pelayan, kami ingin pesan" Zahra memanggil salah satu pelayan yang masih terlihat sibuk dengan para pengunjung yang lain nya.
" Iya, mau pesan apa?" Seorang pelayan pria menghampiri Olivia dan Zahra.
" Kami mau.... Davian!" Olivia menggantung ucapan nya sendiri saat melihat siapa yang ada di hadapan nya saat ini dengan mata yang membulat sempurna. " Davian, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Tanya Olivia masih dengan wajah terkejut nya. Begitu pun Zahra yang tak kalah terkejut nya saat melihat suami dari sahabat nya itu berada di sana.
" Seperti apa yang anda lihat, aku sedang bekerja" ucap Davian berusaha setenang mungkin, padahal dalam hati nya Davian juga merasa kaget karena bisa bertemu dengan istri nya di sana. Padahal kalau bisa Davian masih tidak mau istri nya itu mengetahui pekerjaan nya, bukan apa - apa Davian hanya takut Olivia merasa malu karena tahu pekerjaan suami nya saat ini.
" Maksud ku kenapa kamu bekerja, bukan kah kamu masih kuliah?" Pertanyaan bodoh keluar begitu saja dari mulut Olivia, padahal dia sendiri sudah bekerja sejak masih duduk di bangku SMA.
" Memang kenapa kalau aku masih kuliah? Bukan kah aku juga membutuhkan uang untuk memenuhi kehidupan ku?" Davian menaik kan sebelah alis nya. " Apa lagi saat ini ada anak dan juga istri yang harus aku nafkahi, walaupun istri ku tidak kekurangan uang sama sekali" Davian berkata dengan nada datar dan dingin nya.
" Kamu benar, maaf seperti nya aku hanya terkejut" Olivia merutuki pertanyaan bodoh nya itu. " Kalau begitu lanjutkan pekerjaan mu, catat pesanan kami" Olivia dan Zahra pun menyebutkan pesanan mereka pada Davian dan Davian pun mencatat nya dengan teliti, setelah selesai Davian pun pergi dari meja Olivia untuk menyampaikan pesanan mereka ke bagian dapur.
" Jadi kamu bekerja setelah pulang kuliah, bahkan juga di hari libur? Pantas saja kamu sering menghilang dari rumah" Batin Olivia menatap punggung Davian yang semakin menjauh.
" Ternyata dia pria yang sangat bertanggung jawab dan pekerja keras ya, pantas saja dia selalu pulang larut malam ternyata dia mencari nafkah untuk istri nya" Zahra tersenyum menggoda. " My baby, ayah mu sangat keren" tambah Zahra seolah mengajak bayi yang ada dalam perut Olivia bicara.
" Kamu benar" Olivia tersenyum, jujur saja Olivia merasa sangat senang saat mendengar ucapan Davian barusan. Olivia merasa menjadi orang yang berarti saat mengetahui ada orang yang rela berjuang untuk diri nya, walaupun Olivia tidak kekurangan materi sedikit pun dalam kehidupan nya yang sekarang ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
JGN2 SI DAVIAN PELAYANNYA..
2024-07-29
3
Devii Arga
aku mampir lagi kak
salam dari pelayan tuan muda
2023-02-22
2
Keser Galby
bungkus kan satu davian buat aku Thor😁
2023-02-18
1