" Bagaimana dengan hadiah yang ku berikan malam itu? Pasti membuat mu sangat puas, iya kan?" Ucap Ayara tepat saat Olivia dan Davian hendak meninggalkan mereka membuat Olivia menghentikan langkah nya dengan ke dua tangan nya yang terkepal erat. Kesal, tentu saja Olivia sangat kesal saat ini. Kejadian kelam dua bulan silam yang ingin di lupakan oleh Olivia kini harus dia ingat lagi karena ucapan Ayara barusan, kini Olivia semakin yakin kalau Ayara lah yang melakukan itu semua pada nya.
" Tentu saja sayang, kamu tidak lihat bagaimana pria itu begitu kuat dengan otot - otot nya" tambah Daren dengan nada mengejek nya. Sungguh pasangan yang serasi mereka ini, sama - sama menyebalkan.
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat pada pipi Ayara saat Olivia dengan langkah cepat menghampiri nya.
" Jadi ternyata benar kamu yang sudah melakukannya Ayara?" Olivia menatap nyalang pada Ayara dengan nafas yang naik turun menahan semua amarah yang ada pada diri nya. " Tapi kenapa , bahkan aku tidak pernah sedikit pun mengusik kehidupanmu?"
" Cih, kau tanya kenapa aku melakukan nya?" Ayara memegangi pipi nya yang terasa panas karena tamparan dari Olivia barusan, tatapan Ayara kini penuh dengan kebencian. " Aku selalu tidak menyukaimu, apalagi setiap kali aku melihatmu tersenyum bahagia bahkan kamu selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi aku bersyukur karena kini Daren bersama ku" Ayara berkata dengan nada tinggi dan menggebu - gebu. Membuat orang - orang di sekitar mereka mengerumuni tempat mereka saat ini. Daren dan Davian sedikit kaget dengan ucapan Ayara barusan, terlebih lagi Daren yang baru tahu alasan wanita yang kini menjadi tunangan nya sangat membenci mantan kekasih nya itu. Daren sedikit tidak percaya bahwa Ayara merasa iri pada kakak tiri nya itu.
" Sudahlah Bu, kita pergi dari sini" Davian melihat sekeliling yang semakin ramai, menghampiri Olivia untuk menarik nya keluar dari sana dengan suara pelan. Davian memang tidak tahu apa masalah mereka, tapi dari apa yang Davian lihat ini bukan lah masalah sepele yang biasa terjadi pada antar saudara.
" Tunggu dulu" Olivia menepis tangan Davian yang menarik nya. " Asal kamu tahu, aku senang karena kamu sudah merebut dia dariku. Aku menyesal pernah berhubungan dengan pria pengecut seperti diri nya. Dan ya, berkat hadiah yang kamu berikan malam itu. Aku bisa merasakan kenikmatan yang tiada tara dengan pria yang lebih baik dari dia, iya kan sayang?" Olivia bergelayut manja pada lengan kokoh Davian.
" Ya sayang" Davian berusaha bersikap biasa saja, padahal dalam hati nya Davian bersorak senang saat mendengar wanita yang di cintai nya memanggil nya dengan sebutan sayang.
" A apa maksudmu? Bukankah saat itu yang bersamamu?" Ayara tampak bingung dengan ucapan Olivia barusan, bagaimana bisa Olivia malah melewatkan malam itu dengan pria muda dan tampan seperti itu. Bahkan pria itu jauh lebih tampan dari pada Daren yang dulu dia rebut dari Olivia.
" Tentu saja bisa, karena aku terlalu mencintai nya. Jadi aku selalu mengikuti Olivia kemana pun dia pergi" Davian melepaskan tangan Olivia yang bergelayut pada nya dan melingkarkan tangan nya pada pundak Olivia.
Cup
Tak lupa kecupan singkat dia daratkan pada kening Olivia untuk menambah kesan cinta di antara mereka, membuat Olivia menatap heran pada Davian dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang.
" Apa tadi dia bilang? Terlalu mencintaiku?" Batin Olivia dengan perasaan yang tak karuan, entah kenapa mendengar ucapan itu dari mulut Davian, membuat satu sisi dalam hati nya sedikit bergetar dan menghangat.
" Cih, lebih baik kita pergi saja dari sini!" Daren yang merasa kesal dengan apa yang dilakukan Davian dan Olivia pun menarik tangan Ayara untuk menjauh dari tempat itu.
" Tapi kak, aku belum selesai dengan nya. Aku masih belum membalas tamparan dari nya" Ayara memberontak tak ingin dulu pergi meninggalkan Olivia karena diri nya merasa belum puas untuk menghina dan mempermalukan kakak tiri nya itu.
" Lain kali saja, apa kamu tidak lihat semua orang yang melihat kita? Sungguh memalukan!" Daren berkata dengan setengah membentak membuat Ayara bungkam dan menurut pada Daren. Ini adalah pertama kali Ayara melihat Daren marah seperti itu kepada nya dan itu membuat hati Ayara sakit.
" Kita juga pergi dari sini" Davian mendorong tubuh Olivia melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat itu. Olivia pun hanya menurut saja walau perasaan nya masih sangat kesal.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
zeus
Novel ini meski jln Ceritanya lumayan tp sepi.. Mgk krn Mc cewexnya mudah di tindas/lemah..
2025-03-23
0
Rahmi Miraie
terima kasih ayara karena ulah kamu olivia bisa bertemu dgn davian sosok laki laki yg bertanggung jawab
2023-02-07
3