Olivia dan Zahra menikmati makanan yang sudah mereka pesan dengan lahap nya, Olivia juga menghabiskan semua desert yang sudah di pesan nya sendirian walau jumlah makanan nya lumayan banyak. Zahra sampai menggeleng kan kepala nya melihat kerakusan dari sahabat nya itu, Zahra jadi berpikir kalau kehamilan itu ternyata bisa merubah seseorang. Bukti nya Olivia yang biasa nya hanya memakan makanan yang sedikit kini menjadi rakus sejak kehamilan nya.
" Apa sekarang kamu sudah kenyang?" Zahra menatap piring - piring kosong yang ada di depan Olivia dengan tatapan tak percaya nya.
" Eemm, sebenar nya aku masih ingin eskrim yang itu. Seperti nya sangat enak" Olivia terlihat ragu saat mengatakan nya sambil tangan nya menunjuk pada eskrim rasa taro yang di pesan oleh meja sebelah nya.
" Ish, apa perut mu itu masih muat? Kamu tidak lihat berapa banyak makanan yang sudah kamu habiskan" Zahra tak habis pikir dengan sahabat nya itu.
" Aku masih bisa menampung nya, tenang saja. Lagi pula babyku ini yang menginginkan nya" Olivia mengerucutkan bibirnya.
" Baiklah, tapi ini makanan yang terakhir ya!" Zahra pun akhir nya mengalah dan memanggil Davian untuk memesan makanan yang di ingin kan Olivia.
" Ini makan lah!" Tak di sangka ternyata Davian sudah membawakan eskrim yang di inginkan oleh Olivia barusan.
" Bagaimana kamu tahu?" Olivia dan Zahra berucap bersamaan dengan wajah yang terkejut sekaligus kagum.
" Aku hanya menebak nya" jawab Davian dengan datar nya. Sebenar nya Davian tadi memperhatikan arah pandang istri nya yang seperti sangat menginginkan eskrim yang di bawa teman nya untuk meja sebelah Olivia. Jadi Davian memutuskan untuk memberikan eskrim yang sama pada Olivia, apa lagi Davian pernah membaca bahwa ibu hamil rentan menginginkan apa yang mereka lihat walau itu milik orang lain sekalipun. Apa lagi Davian juga membaca bahwa terkadang keinginan seorang ibu hamil bisa sangat aneh dan di luar nalar pikiran orang normal, namun apa pun itu Davian pasti akan berusaha untuk mengabulkan semua keinginan istri nya itu.
" Tebakan mu itu sangat akurat, apa kamu seorang paranormal?" Zahra menatap Davian dengan tatapan menyelidik.
"Apa yang kamu katakan?" Olivia memukul pelan tangan Zahra yang ada di atas meja. Olivia tak habis pikir bagaimana sahabat nya itu bisa menanyakan hal yang aneh seperti itu.
" Tentu saja bukan, mbak Zahra ini ada - ada saja" Davian tersenyum tipis pada Zahra. " Oh ya, apa kamu selalu pulang larut malam seperti ini?" Davian mengalihkan pandangan nya pada Olivia dengan tatapan mata yang tegas. Selama tinggal bersama dengan istri nya itu Davian tidak pernah tahu kalau wanita itu selalu pulang malam dari perusahaan nya karena dia selalu pulang sangat larut karena pekerjaan nya.
" Tidak juga" Olivia menggaruk pelipis nya yang tidak gatal. Mendapatkan tatapan seperti itu dari Davian membuat Olivia jadi salah tingkah.
" Ya, biasa nya kami sudah pulang satu jam yang lalu" timpal Zahra seraya melihat jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangan nya.
" Apa pekerjaan mu sangat banyak? Itu pasti membuat mu lelah" tatapan Davian kini berubah sendu dan Olivia bisa tahu itu. Davian tentu saja sedih jika memang Olivia sangat bekerja keras seperti itu, kalau saja bisa Davian ingin sekali melarang Olivia untuk bekerja saat ini. Davian takut kalau Olivia akan kelelahan dan berakibat buruk pada bayi yang ada dalam kandungan nya.
" Aku baik - baik saja, kamu tenang saja ada Zahra yang selalu membantuku" Olivia tersenyum manis. Jujur saja Olivia merasa senang sekaligus takut dengan perlakuan baik dari Davian, di satu sisi dia senang karena ada seseorang yang begitu perhatian pada nya. Namun di sisi lain Olivia juga takut kalau perlakuan itu akan membuat nya semakin nyaman bersama dengan pria itu. Sedangkan Olivia tidak tahu bagaimana perasaan Davian pada diri nya.
" Kalau begitu bisakah kamu menunggu ku sebentar, sebentar lagi pekerjaan ku selesai dan kita bisa pulang bersama. Aku yang akan menyetir" Davian masih berucap dengan gaya datar nya.
" Memang kamu bisa menyetir?" Olivia mengerutkan kening nya, Olivia tidak tahu Davian bisa menyetir mobil karena selama ini Olivia hanya pernah melihat Davian mengendarai motor nya saja.
" Tentu saja bisa, jadi tunggu aku" setelah mengatakan itu Davian pergi dari meja Olivia dan Zahra.
" Ya sudah, karena sekarang Lo udah sama laki Lo. Jadi gue pulang duluan ya, laki gue juga sebentar lagi mau vc" Zahra terkikik geli saat mengatakan nya seraya berdiri dari duduk nya dan mengambil tas yang tadi dia letak kan di atas kursi sebelah nya yang kosong.
" Ya udah hati - hati" Olivia melambaikan tangan nya pada Zahra dan Zahra pun membalas nya.
" Bay" Zahra pun melangkah kan kaki nya keluar dari kafe meninggal kan Olivia sendirian.
Sampai di sini semoga kalian semua menikmati alur cerita nya, terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Rahmi Miraie
anggap aja kalian berdu sedang berkencan..semoga dgn kalian pulang bareng bisa membuat kalin lebih dekat
2023-02-09
2