" Berhenti! Apa yang kamu lakukan pada wanita itu?" Seorang pria tampan dengan seragam pelayan tampak menghentikan langkah pria tua tambun yang menggendong tubuh Olivia yang sedang tidak sadar kan diri tepat di depan sebuah pintu kamar hotel yang sudah terbuka. Dia adalah Davian yang kebetulan berada di sana dan melihat semua kejadian yang terjadi pada dosen cantik nya itu.
" Itu bukan urusan mu, jangan ikut campur urusan ku" pria tua tambun itu mendengus kesal. " Lebih baik kamu membantu ku membawa wanita ini masuk, dia lumayan berat juga" pria tambun itu seperti nya sudah kewalahan karena mengangkat tubuh Olivia lumayan lama dan jarak yang dia tempuh juga cukup jauh. Belum lagi karena usia nya yang sudah tua dan tubuh nya yang lumayan bulat membuat dia kesulitan untuk bergerak, apa lagi dengan membawa tubuh Olivia dalam gendongan nya.
" Baiklah, biar saya bantu" Davian pun langsung mengambil alih tubuh Olivia dengan senang hati. " Saya akan membawa nya masuk ke dalam kamar" Davian pun tak menunggu lama langsung membawa masuk tubuh Olivia ke dalam kamar dengan senyum penuh arti tercetak pada wajah tampan nya.
" Bagus, terima kasih" pria tua tambun itu tersenyum senang seraya ikut melangkah mengikuti pelayan yang dia anggap baik itu, namun ketika pria tambun itu akan masuk ke dalam kamar.
Brrrakk
Pintu tertutup dengan keras tepat di hadapan wajah nya sehingga jidat pria tambun itu terpentok pintu dengan cukup keras.
" Aw" pria tambun itu mengusap kening nya yang terasa panas. " Brengsek, apa yang kamu lakukan?" Pria tambun itu berteriak masih dengan tangan nya yang mengusap kening nya.
Brak
Brak
" Buka pintu nya! Dasar brengsek!" Pria tua tambun langsung menggebrak pintu dengan sangat keras saat pelayan pria itu tidak kunjung mbuka pintu nya. " Cepat buka pintu nya" pria tua tambun itu tidak menyerah untuk membuat pria pelayan yang membawa wanita nya masuk itu membuka kan pintu nya.
" Kunci nya di mana, bukan kah tadi aku masuk kan ke dalam sini?" Pria tambun itu memasuk kan tangan nya pada semua kantong yang ada pada celana nya mencari key card yang tadi dia pakai untuk membuka pintu nya. " Brengsek, di mana kunci nya" umpat pria tambun itu. " Hey ,buka pintu nya cepat! Atau aku akan melaporkan mu pada polisi" pria tambun itu masih belum menyerah dan kembali menggedor pintu di hadapan nya dengan sangat keras.
" Silah kan saja, dan aku akan melapor kan mu karena sudah menculik wanita ini" Davian yang berada di dalam membuka pintu setelah dia meletakkan tubuh Olivia di atas tempat tidur yang ada di sana.
" Dasar berengsek, berani nya kamu mengancam ku hah" pria tambun itu melayangkan pukulan pada wajah Davian, namun dengan cekatan Davian langsung menghindar dan menangkap tangan pria tambun itu. Dan dengan gerakan yang sangat cepat Davian memelintir tangan pria tambun itu ke belakang dan mengunci nya.
" Sekarang kamu pergi dan jangan pernah mencoba menganggu Olivia lagi, atau aku tidak segan - segan mematah kan tangan mu ini!" Davian berkata dengan nada ancaman seraya sedikit menarik tangan pria itu ke belakang dan membuat pria tambun itu berteriak kesakitan.
" Aw, lepaskan aku! Baik lah, aku akan pergi sekarang" pria tambun itu akhir nya menyerah karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang di rasakan pada tangan nya.
" Baik lah, bay!" Dengan cepat tangan Davian melepaskan tangan pria tambun itu dan menghempaskan nya dengan keras. " Ingat janji mu itu, atau aku tidak akan segan untuk melapor kan mu pada pihak yang berwajib" Davian menatap tajam pada pria tambun itu.
" I iya aku tahu" tadi nya pria tambun itu sangat marah dan tidak terima dengan perlakuan pria muda yang memakai seragam pelayan itu karena sudah berani mencampuri urusan nya, terlebih lagi dia sudah menggangu kesenangan nya. Tapi saat melihat wajah tampan namun tegas dan terlihat menyeramkan ketika marah itu membuat pria tambun itu brigidig ngeri dan memutuskan untuk pergi dari sana, toh dia juga bisa mencari wanita lain yang sama cantik nya dengan Olivia di luar sana untuk memuaskan keinginan nya itu. Dan tanpa pikir panjang dan berlama - lama, pria tambun itu langsung berlari menjauh dari Davian.
" Cih, pria tua tak tahu diri" Davian mendengus kesal dan langsung masuk ke dalam kamar yang ada di hadapan nya dan langsung mengunci nya kembali.
Sebenar nya Davian mengambil key card milik pria tua itu saat akan menggendong tubuh Olivia secara diam - diam agar pria tua itu tidak bisa masuk ke dalam kamar yang sudah dia sewa untuk melakukan hal bejat pada dosen cantik nya itu.
" Bu Oliv, apa ibu baik - baik saja?" Davian mengusap kepala Olivia dengan lembut seraya merapikan surai rambut yang terjatuh menutupi sebagian wajah cantik dosen nya itu. " Sebenar nya orang - orang tadi itu siapa, kenapa mereka sangat jahat pada mu?" Davian mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu di mana dia melihat seorang wanita membayar salah satu teman kerja nya untuk memasuk kan sesuatu pada minuman yang harus di berikan pada Olivia. Davian yang merasa curiga dan mempunyai firasat buruk itu pun tanpa berpikir panjang langsung mengikuti ke mana pergi nya Olivia untuk melindungi wanita yang sudah dia kagumi akhir - akhir ini.
" Sebenar nya siapa mereka, kenapa mereka tega mencelakai mu?" Tangan Davian perlahan merapikan Surai rambut yang menutupi sebagian wajah dosen cantik nya. " Seperti nya hidup mu tidak sebaik yang aku dan orang - orang pikir kan" Davian perlahan mengusap wajah cantik yang selalu dia kagumi itu.
Flash back off
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
YG GEBLEKNYA, KNP SI OLIV SLLU DIAM SJA SAAT DITINDAS ADIK TIRINYA.. LO SKRG JUGA SDH KAYA, LO BSA BYR BODYGUARD JUGA BUAT LINDUNGI LO
2024-07-29
3
Defi
nasebmu pak tua 😄
2023-10-07
2
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
penolong d waktu yg tepat.... jodoh masa depan ibu dosen.....
2023-02-12
2