Dua hari setelah kejadian itu, kegiatan kampus di mulai kembali. Begitupun Davian dan Olivia yang juga memulai kembali aktivitas nya di kampus. Pagi ini Davian yang tidak bisa melupakan apa yang terjadi pada malam itu memutuskan untuk menunggu kedatangan Olivia di tempat parkir yang biasa di gunakan oleh semua orang yang datang ke kampus itu. Davian masih belum bisa mengerti, bagai mana bisa Olivia pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun pada nya, bahkan di saat Davian masih tertidur pulas. Davian sangat kelelahan setelah aktifitas malam mereka sehingga diri nya bangun terlambat saat itu.
Setelah cukup lama Davian menunggu, akhir nya mobil Olivia pun sudah mulai terlihat memasuki gerbang kampus dan menuju ke arah nya. Davian pun langsung bersiap menghampiri mobil Olivia yang sudah terparkir di tempat yang tak jauh dari tempat nya berada sekarang.
" Selamat pagi" sapa Davian setelah Olivia keluar dari dalam mobil nya.
" Pagi" Olivia mengerutkan kening nya melihat Davian yang berdiri di hadapan nya. " Ada perlu apa ya, apa ada yang ingin kamu sampai kan pada saya?" Tanya Olivia merasa heran dengan salah satu murid nya itu yang bisa - bisa nya menyapa diri nya di luar kelas, Olivia mengenal murid nya itu sebagai murid yang paling tidak bisa di sentuh karena sikap dingin dan cuek nya.
" Apa dia bilang? Kenapa dia bersikap biasa saja, apa dia tidak mengingat ku? Atau dia bersikap seperti itu hanya untuk menutupi kenyataan yang ada?" Batin Davian menatap Olivia dengan tatapan menyelidik.
" Ekhem, kamu mendengar saya kan?" Olivia merasa heran dengan pemuda yang ada di hadapan nya itu karena pria itu hanya diam saja.
" Maaf Bu apa ibu tidak mengenali saya?" Tanya Davian memberanikan diri.
" Bukan kah kamu salah satu mahasiswa saya, nama kamu kalau tidak salah Da.. Davian, ya Davian benar kan?" Olivia tampak mengingat ingat. " Aku memang tidak begitu akrab dengan murid - muridku, tapi setidak nya aku mengingat nama kalian" tambah Olivia dengan kekehan di akhir kalimat nya.
" Bukan itu, maksudku apa ibu tidak mengenali ku? Maksudku bukan sebagai murid mu" Davian terlihat ragu saat mengatakan nya, namun masih dengan nada datar nya.
" Maksudmu? " Olivia mengerutkan kening nya.
" Jadi anda benar - benar tidak mengingat nya?" Ucap Davian memastikan tanpa melepaskan pandangan nya dari wajah Olivia untuk melihat raut wajah Olivia, Davian hanya ingin memastikan apa Olivia saat ini sedang berbohong atau tidak. Namun ternyata tidak ada kebohongan dalam wajah wanita itu.
" Ish, sebenar nya apa yang sedang kamu bicarakan, aku sama sekali tidak mengerti maksudmu. Apa kamu bisa menjelaskan nya lebih jelas lagi?" Olivia merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh pemuda di hadapan nya itu.
" Seperti nya dia memang tidak mengingat nya, apa sebaik nya aku juga tidak membicarakan nya saat ini" batin Davian merasa ragu untuk bertanya lebih dalam tentang kejadian malam itu. " Ah tidak apa - apa, ini juga adalah hal yang tidak penting" ucap Davian seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Benarkah? Kamu tidak sedang mempermainkan saya bukan?" Olivia menaikan alis nya sebelah
" Tentu saja, apa ibu lihat aku seperti orang yang sedang main - main?" Davian berkata dengan nada dingin nya.
" Seperti nya tidak" Olivia menggelengkan kepala nya dengan cepat. " Cih, orang ini sebenar nya kenapa sih?" Batin Olivia merasa heran dengan sikap salah satu murid nya itu.
" Baiklah, aku akan masuk duluan. Lebih baik anda juga segera masuk karena kelas akan segera di mulai" ucap Davian seraya melengos pergi begitu saja meninggal kan Olivia yang masih berdiri di sana dengan wajah bingung nya.
" Ish, dasar anak yang aneh" . Olivia menggelengkan kepala nya. Olivia heran dengan murid nya yang satu itu, selalu berkata datar dan bersikap dingin seperti itu. Namun entah ada angin apa sehingga anak itu mau menyapa nya di tempat parkir.
" Aku masih bisa mendengar anda dan aku tidak aneh sama sekali" jawab Davian yang masih belum melangkah jauh dari tempat Olivia berdiri tanpa menolehkan kepala nya.
Ish, dasar sok keren, cih tapi dia emang keren kan?" Olivia menggerutu kesal seraya melangkah kan kaki nya menuju ke ruang kelas nya mengikuti langkah Davian. " Ish, apa yang tadi aku bilang? Kenapa aku malah memuji nya!" Olivia merasa heran pada diri nya sendiri yang bisa berbicara sesantai itu dengan seseorang apa lagi itu seorang pria. Sudah lama sekali Olivia selalu menutup diri nya dari pria mana pun yang mencoba dekat dengan nya termasuk dengan para murid nya. Olivia selalu berusaha menjaga jarak namun masih berusaha bersikap sebiasa mungkin di hadapan para murid nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Defi
Davian jujur aja dengan Olivia, aku jadi gemas sama kalian
2023-10-07
2
juhaina R💫💫
iih bongkar aj kenpa davian,, aku ini udah Ter Ter menunggu mksdnya.
gimna y jdinya klo dosennya tau bahwa laki laki itu km 😅
2023-09-23
1
Rahmi Miraie
mungkin karen kalian sudah berbagi peluh dan keringat makanya kamu mau mengoborol dgn davian,oliv
2023-02-05
2