" Bacalah ini dan tanda tangani surat perjanjian itu!" Olivia memberikan selembar kertas pada Davian yang kini sedang duduk di hadapan nya.
" Apa ini?" Davian mengerutkan kening nya saat melihat selembar kertas yang Olivia letak kan di depan nya.
" Surat perjanjian, bukan kah kamu ingin kita menikah?" Olivia menduduk kan diri nya di hadapan Davian seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya, saat ini Davian dan Olivia sedang berada di perusahaan Olivia lebih tepat nya di ruang kerja nya.
Setelah kemarin Olivia menerima tawaran Davian untuk menikah, Olivia meminta Davian untuk datang ke perusahaan nya agar mereka bisa membicarakan rencana pernikahan mereka.
" Aku tahu kita akan menikah, tapi apa surat perjanjian ini di butuh kan?" Davian mengangkat alis nya sebelah.
" Tentu saja, bukan kah ini pernikahan yang di dasari oleh kesalahan kita? Dan kesalahan itu yang menyebab kan ada nya bayi dalam perut ku ini" Olivia menyentuh perut nya sendiri dengan nada dingin nya. " Jadi kita membutuh kan surat perjanjian ini untuk pernikahan kontrak kita"
" Pernikahan kontrak, apa maksud anda?" Davian tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang ada di hadapan nya. " Usia nya saja yang sudah dewasa, kenapa kelakuan nya sama seperti anak kecil?" Batin Davian mendengus kesal.
Davian tidak habis pikir kenapa Olivia memikirkan untuk mempermainkan sesuatu yang sakral seperti pernikahan dengan rencana pernikahan kontrak seperti ini, padahal Davian dengan senang hati akan menikah dan menjadi suami yang baik untuk wanita itu. Hanya saja Davian masih belum bisa mengungkapkan perasaan nya yang sebenarnya pada Olivia karena Davian merasa diri nya masih belum pantas untuk wanita hebat seperti Olivia. Setidak nya Davian ingin menjadi lebih sukses dulu dari pada sekarang ini untuk bisa dengan bangga mengungkapkan perasaan cinta nya. Kecuali bila keadaan yang mengharuskan diri nya mengungkap kan nya.
" Tentu saja pernikahan kita, apa kamu pikir kita akan menikah sungguhan? Come on, apa kamu mau terjebak seumur hidup dengan wanita yang tidak kamu cintai? Apa lagi usiaku yang jauh di atas mu, apa kamu pikir aku juga akan rela menyerahkan separuh hidup ku dengan bocah kecil seperti mu? Oh ayolah aku juga ingin menikah dengan pria yang ku cintai" Olivia memutar bola mata nya malas. " Lagi pula siapa yang ingin menikah dengan pria dingin dan cuek seperti mu" lanjut Olivia lagi dalam hati nya. " Sekarang lebih baik kamu baca dan tandatangani kontrak itu!"
" Siapa yang bocah kecil?" Gumam Davian pelan dengan wajah yang terlihat kesal.
Davian pun mulai membaca isi kontrak yang di berikan Olivia pada nya satu persatu, di dalam nya tertulis kalau pernikahan ini akan berlangsung selama dua tahun sampai bayi dalam kandungan Olivia lahir dan tumbuh agak besar. Di sana juga membahas soal pernikahan yang di rahasiakan dari publik sampai waktu yang tidak di tentukan karena bisa saja mereka ketahuan di tengah jalan, iya kan.
Tak lupa di sana membahas soal privasi masing - masing yang tidak boleh saling mencampuri, bahkan di sana juga tertulis untuk bebas berhubungan dengan siapa pun jika salah satu dari mereka jatuh cinta pada lawan jenis mereka.
" Cih, permainan apa ini? Tapi baiklah aku akan ikuti permainan mu, dua tahun waktu yang lebih dari cukup untuk membuat mu jatuh cinta pada ku" batin Davian tersenyum penuh arti.
" Bagaimana, apa kamu keberatan dengan isi perjanjian itu?" Olivia menatap Davian dengan tatapan menyelidik.
" Tidak, tapi kenapa pasal terakhir yang mengatakan kalau bayi ku akan di asuh oleh anda nanti nya, bukan kah aku juga ayah nya dan berhak juga untuk mengasuh nya" ucap Davian merasa keberatan dengan keputusan Olivia itu, walau pun Davian saat ini hanya hidup pas - Pasan, tapi jika hanya untuk membesarkan seorang anak Davian juga sanggup melakukan nya.
" Kalau masalah itu kamu tenang saja, kamu juga bisa bertemu dengan nya kapan pun. Karena bagaimana pun kamu adalah ayah nya" jawab Olivia dengan santai nya.
" Baiklah, tapi aku ingin menambahkan satu pasal lagi apa boleh?" Davian tampak berpikir.
" Apa, katakan?"
" Aku ingin kita tidak boleh terlalu dekat dengan lawan jenis kita siapa pun itu selama kita masih dalam pernikahan, dan jika kita sudah menemukan kekasih hati masing - masing kita harus berkata jujur bagaimana?" Davian mengangkat alis nya sebelah.
" Aku setuju" Olivia mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Davian.
" Setuju" Davian tersenyum penuh arti menatap Olivia yang kini juga sedang tersenyum pada nya.
" Baiklah kalau begitu, sampai jumpa satu Minggu lagi di di kantor KUA di jalan B" Olivia dan Davian melepaskan jabat tangan yang sedang mereka lakukan.
Pernikahan mereka akan di langsungkan Minggu depan dan hanya akan di hadiri oleh Elena, Zahra, pak penghulu dan dua orang saksi yang mereka bawa. Dan itu pun akan mereka lakukan di kantor KUA sekitar tempat tinggal mereka tanpa melibatkan keluarga mereka karena Davian yang memang tak punya keluarga di Jakarta, sedangkan Olivia memang tidak mau kalau sampai keluarga nya tahu tentang itu apa lagi ibu dan adik tiri nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KIRA NON MUSLIM, TRNYATA MRK MUSLIM... KRN NIKAH DI KUA..
2024-07-29
3
Rahmi Miraie
berawal dr kontrak 2th lama lama diperpanjang sampai seumur hidup 😊jadi penasaran siapa duluan nanti yg bucin
2023-02-07
4