Bab 12. Sistem Akan Selalu Melindungi!

[Selamat pagi, Tuan]

Sapaan itu terdengar, saat Zevan membuka kelopak matanya secara perlahan. Matanya mengerjap sesaat, lalu membangkitkan tubuhnya hingga terduduk diatas ranjang. "Selaaa—mat paaagi sistem" ucapnya dalam hati, seraya menggeliat.

Zevan beranjak turun dari ranjangnya, dan berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi. "Sistem, bagaimana cuaca hari ini?" tanya Zevan dalam hatinya, sambil meraih sebuah sikat gigi.

[Sistem! Pemindaian cuaca!]

[Selasa, 5 mei 2020]

[Kualitas udara: 81%]

[Tingkat polusi udara: 10%]

[Ketebalan awan: 35%]

[Kecepatan angin: 21 Knot]

[Arah angin: Barat]

[Kemungkinan hujan: 67%]

[Kesimpulan: Cuaca hari ini sedikit mendung, dengan kualitas udara yang baik. Kecepatan angin masih dalam batas normal, dan kemungkinan hujan yang terjadi pada siang hari]

"Sungguh, sangat-sangat detail sekali," ucap Zevan dalam hatinya, seraya menggosok-gosokan gigi, dengan mulut yang sudah penuh dengan busa.

(Tuk tuk tuk!)

Terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamar. Kedapnya ruangan dalam kamar mandi, membuat Zevan tak dapat mendengar suara ketukan tersebut.

[Tuan, Aulia datang membawakan sarapan pagi]

Zevan berkumur-kumur, lalu mengarahkan mulutnya ke arah lubang wastafel, seraya menyemburkan cairan busa pasta gigi. "Sistem, aku sedang tidak bisa keluar sekarang. Apa kau bisa mengatasinya?" pinta Zevan, yang merasa enggan untuk keluar dari kamar mandi.

[Baiklah, Tuan]

[Sistem, mendoktrin pikiran target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem, mengendalikan pikiran target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem, membuka pintu secara otomatis, diaktifkan!]

Sistem mengendalikan pikiran Aulia, agar membuka pintu kamar dan memasukinya. Gadis itu kemudian berjalan menuju meja yang terletak disudut ruangan, lalu meletakkan sepiring hidangan sarapan pagi, beserta segelas susu hangat keatas meja tersebut.

Demi membuat kenyamanan untuk Tuannya, sistem membawa tubuh Aulia berjalan menuju pintu kamar, lalu menguncinya rapat-rapat.

[Sistem! Melepas pikiran target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem! Melepas doktrin target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem! Mengunci pintu secara otomatis, diaktifkan!]

Aulia seketika tersadar dari lamunannya, meski sebelumnya ia tak menyadari, bila tubuhnya bergerak dengan sendirinya. "Loh, kenapa aku bisa ada disini?" ucapnya dengan penuh keheranan. "Ahh aku lupa harus membawakan sarapan pagi untuk para tamu!" Ia lalu bergegas menuju pintu lift dengan tergesa-gesa.

[Tuan, semua aman terkendali]

Zevan akhirnya keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan seluruh tubuhnya. "Terima kasih sistem," ungkapnya seraya menggosok-gosokan rambutnya dengan handuk kecil.

Perhatiannya seketika tertuju pada sepiring makanan pagi, dan segelas susu hangat yang telah diantarkan oleh Aulia. "Aku sudah lama tidak minum susu," batin Zevan sambil meraih segelas susu tersebut.

[Tunggu tuan!]

Belum sempat gelas itu menyentuh bibirnya, Zevan terkejut saat sistem berusaha mencegahnya. "Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya Zevan dalam hatinya, dengan sebuah gelas kaca yang berada dalam genggaman tangan kanannya.

[Aku mendeteksi adanya ancaman yang akan membahayakan Tuan!]

[Sistem! Menganalisa kandungan dalam susu Tuan!]

"Haaaaaa?" Zevan tercengang dengan perkataan dan tindakan sistemnya.

[•••••Komposisi susu buatan Aulia Maharani •••••]

[Susu bubuk: 25%]

[Air: 45%]

[Gula: 10%]

[Air liur: 4%]

[Sianida: 8%]

[Tetrodotoxin: 5%]

[Strychnine: 3%]

[Analisa selesai!]

[Tuan! Jangan diminum! Susu itu beracun!]

Matanya membelalak lebar, seiring dengan tangan yang bergetar-getar. "B-b-beracunn?! Apa maksudnya ini! Kenapa Aulia sangat ingin membunuhku?!" batin Zevan dengan penuh rasa ketidakpercayaan, atas rencana pembunuhan yang dilancarkan Aulia terhadapnya.

Zevan dengan segera berjalan menuju wastafel kamar mandi, lalu membuang seluruh air susu tersebut kedalam lubang wastafelnya. "Aku tak menyangka dengan perbuatannya! Apa semua gara-gara kekerabatanku dengan Alexa?!" Zevan bergegas keluar dari kamar mandi, dan meletakkan gelasnya keatas meja.

"Sistem! Tunjukkan perubahan data perasaanya padaku!" perintah Zevan dalam hatinya, seraya mengenakan seluruh pakaian seragam sekolahnya.

[Baik Tuan!]

[Sistem! Membuka data perasaan Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem! Memperbaharui data perasaan Aulia Maharani terhadap Tuan, diaktifkan!]

[•••••Aulia Maharani•••••]

[Rasa suka: 0%]

[Rasa kagum: 2%]

[Rasa segan: 4%]

[Rasa benci: 30%]

[Rasa hormat: 4%]

[•••••Membuka Data Baru•••••]

[Rasa dendam: 30%]

[Rasa ingin membunuh: 30%]

[Kesimpulan: Aulia Maharani benar-benar membenci Tuan, dan sangat berhasrat ingin membunuh Tuan!]

(Brugh!)

Zevan yang tengah mengenakan celana sekolahnya pun sampai terjungkal ke arah depan, karena terkejut mendengar pengakuan sistemnya. "Aaaleeexaaaaaa!" Hatinya menjadi murka, setelah dirinya ikut terbawa-bawa masalah, yang diperbuat oleh kakak angkatnya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa saat kemudian, Zevan yang tengah berada dalam ruangan lift, mendapati pintu lift terbuka, dan segera menapakkan kakinya pada lantai lobby. Ia lalu berjalan menuju pintu lobby apartemen, seraya menolehkan wajahnya ke arah meja resepsionis.

"Rara tidak ada? Sedang libur kah?" pikirnya sambil terus berjalan melewati pintu lobby apartemen.

Zevan kembali memusatkan perhatiannya ke arah depan, dan bergegas melangkahkan kakinya keluar dari gerbang apartemen. "Kali ini, aku mesti waspada. Tidak menutup kemungkinan ada ancaman-ancaman yang lain, yang akan berusaha untuk melenyapkanku," batinnya, sambil mempercepat langkah kakinya menuju gedung sekolah.

[Tuan! Berhati-hatilah! Aku mendapati sekumpulan orang-orang mencurigakan, yang tengah berjalan mengikuti Tuan dari kejauhan]

"Sudah kuduga! Apa sih kemauan mereka?!" Zevan sempat berniat menolehkan wajahnya ke arah belakang.

[Tuan! Jangan menoleh kebelakang!]

Zevan dengan sigap meluruskan kembali pandangan wajahnya ke arah depan, setelah mendengar seruan sistemnya.

[Tetaplah berjalan seperti biasa! Aku yang akan mengawasi tindakan mereka dari belakang!]

Zevan yang tengah berjalan terburu-buru pun seketika melambatkan langkah kakinya, karena mengerti apa maksud dari sistem. Ia berjalan-jalan dengan santai dan tenang, melewati sebuah taman perkotaan yang nampak sangat sedikit pengunjungnya, dan menunggu arahan selanjutnya dari sistem.

Terlihat enam orang pria berpakaian jas hitam, lengkap dengan masing-masing kacamata hitam yang mereka kenakan. Sekumpulan orang itu berjalan membuntuti Zevan, seraya memasukan tangan kanan kedalam sisi jas mereka, seakan-akan tengah menggengam sesuatu.

[Tuan, berhentilah dan coba menengok ke arah taman]

Mendengar arahan sistem, membuat Zevan sontak berhenti lalu menolehkan wajahnya ke arah taman, yang terletak disisi kirinya.

Saat melihat anak itu berhenti, itulah kesempatan emas mereka, dan segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengeluarkan sebuah pistol, dari masing-masing sisi jas hitam mereka, lalu mengarahkannya ke arah Zevan.

[Sistem! Memperlambat kecepatan waktu: 5 kali lipat, diaktifkan!]

(Dooooooooorr!)

Waktu pun melambat, seiring dengan lesatan peluru-peluru yang turut melambat, dan mengarah ke arah tubuh Zevan. Tanpa alasan yang jelas, para pria mencurigakan itu berniat menghabisi nyawa Zevan, dengan menembakkan pistol kearahnya.

[Sistem! Menghentikan waktu, diaktifkan!]

Lesatan peluru-peluru itu, seketika berhenti dan melayang sekitar beberapa meter dari tubuh Zevan. Sistem mengatur segalanya, demi menjaga keamanan nyawa Tuannya.

[Sistem! Memutar arah laju peluru, diaktifkan!]

Seluruh peluru-peluru itu tiba-tiba berputar dan berbalik dengan sendirinya, hingga membuat ujung proyektilnya menghadap tepat ke arah para pria mafia tersebut.

[Sistem! Mengembalikan kesadaran Tuan, diaktifkan!]

Zevan akhirnya tersadar, setelah sebelumnya terperangkap dalam konfigurasi pelambat, dan penghentian waktu oleh sistemnya.

Ia lalu menoleh ke arah belakang, dan mendapati para pria yang mencurigakan itu tengah berdiri mematung, bersamaan dengan terhentinya seluruh lalu lintas kendaraan, orang-orang yang berjalan, burung-burung yang berterbangan, serta seluruh dedaunan yang melambai-lambai. Semua aspek kehidupan dalam pandangan mata Zevan, dengan mutlak berhenti seketika.

Zevan pun sontak tertegun, saat menyaksikan beberapa peluru tengah melayang dihadapannya. "Apa yang telah terjadi?" tanya Zevan dengan penuh kebingungan.

[Tuan, orang-orang itu berniat membunuh anda. Aku telah menghentikan perputaran waktu, dan membuat seluruh peluru yang mereka tembakkan ke arah Tuan, kembali mengarah menuju mereka]

Rasa penasaran seketika muncul dalam hati Zevan, yang membuatnya berniat menyentuh peluru-peluru tersebut.

[Jangan disentuh Tuan! Peluru itu telah ku atur arahnya sedemikian rupa, agar mengarah tepat menuju tubuh pria-pria itu!]

Zevan mengedipkan matanya berulang-ulang, seakan tak menyangka dengan perkataan-perkataan sistemnya. "Lalu, apa yang harus ku lakukan sistem?!" tanya Zevan, yang sedikit beringsut mundur kebelakang.

[Tuan, anda tak perlu repot-repot memikirkan langkah selanjutnya. Cukuplah berjalan dengan tenang, menuju sekolah]

Zevan sontak berbalik badan, lalu menghela nafasnya secara perlahan. "Baiklah. Ku serahkan semuanya padamu," ucapnya. Ia kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut, dan bergegas menuju gedung sekolah.

Setelah mendapati Tuannya telah menjauh, sistem dengan segera mengatur langkah selanjutnya. Keamanan Tuannya, menjadi prioritas yang sangat diutamakan.

[Terkutuklah kalian wahai orang-orang suruhan keluarga Leonardo!]

[Sistem! Menjalankan perputaran waktu, diaktifkan!]

Peluru-peluru itu seketika melesat dengan cepat, menuju arah masing-masing tubuh pria mencurigakan tersebut.

(Ncebb!)

Seperti kata pepatah 'senjata makan tuan', mereka sontak tersungkur ke atas lantai trotoar, setelah peluru-peluru yang melesat dengan cepat itu, menembus tubuh mereka, hingga menancap tepat pada masing-masing jantung orang-orang suruhan keluarga Leonardo tersebut.

Peristiwa penembakan misterius itu pun membuat seluruh orang yang menyaksikannya menjadi gempar. Para pejalan kaki sontak menjerit histeris, saat mendapati enam orang pria dengan pakaian jas yang seragam itu, tergeletak tak bernyawa diatas trotoar jalanan.

...*****TBC*****...

Terpopuler

Comments

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Wes sak karepmu laaahh, marakke mumeett..... monitoring duluuu...🤔🙄😩😩😠

2023-05-13

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

MC-nya pah-poh ga punya peran samasekali...cerita apa ini... MC-nya malahan sistem...🤔🙄😩😠😠😡

2023-05-13

1

GilangRamadhan

GilangRamadhan

yoo

2023-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Prolog
2 Bab 2. Anugerah Sang Nenek Misterius
3 Bab 3. Sistem Misterius
4 Bab 4. Sistem Yang Menguntungkan
5 Bab 5. Sistem Yang Menguntungkan II
6 Bab 6. Teleportasi Dengan Sistem
7 Bab 7. Sistem Yang Membingungkan
8 Bab 8. Sistem Tak Pernah Berdusta!
9 Bab 9. Sistem Tak Pernah Berkhianat!
10 Bab 10. Serahkan Semuanya Pada Sistem!
11 Bab 11. Kebaikan Sistem
12 Bab 12. Sistem Akan Selalu Melindungi!
13 Bab 13. Menjadi Pahlawan Dengan Sistem!
14 Bab 14. Kegelisahan Rara
15 Bab 15. Kegelisahan Rara II
16 Bab 16. Kegelisahan Rara III (Keputusan Rara)
17 Bab 17. Mencari Kebahagiaan Bersama Sistem!
18 Bab 18. Keinginan Calon Penguasa
19 Bab 19. Pertemuan Yang Tak Terduga
20 Bab 20. Naluri Lelaki
21 Bab 21. Mau Tidak Mau
22 Bab 22. Membangun Jiwa Kepemimpinan Bersama Sistem!
23 Bab 23. Menjadi Penembak Jitu Bersama Sistem!
24 Bab 24. Yang Penting, Habiskan!
25 Bab 25. Permintaan Egois
26 Bab 26. Sistem, Jelaskan!
27 Bab 27. Hadiah Untukmu, Seruni
28 Bab 28. Aksi Seruni
29 Bab 29. Pelayanan Yang Sangat Istimewa
30 Bab 30. Menertawakan Langit
31 Bab 31. Benar-Benar Tak Ada Habisnya
32 Bab 32. Sistem, Diam
33 Bab 33. Kekecewaan Vanze
34 Bab 34. Pistol Yang Aneh
35 Bab 35. Si Gadis Imut, Yang Sangat Periang
36 Bab 36. Selamat Datang, Dikeluarga Zevan Ardiansyah!
37 Bab 37. Yang Mulia Tuan Muda Presiden Direktur
38 Bab 38. Sebuah Tragedi
39 Bab 39. Menghilangnya Sistem Misterius
40 Bab 40. Menghilangnya Sistem Misterius II
41 Bab 41. Menghilangnya Sistem Misterius III
42 Bab 42. Menghilangnya Sistem Misterius IV
43 Bab 43. Menghilangnya Sistem Misterius V
44 Bab 44. Kembalinya Sistem Misterius (Pembalasan)
45 Bab 45. Selamat Datang Kembali, Sistem
46 Bab 46. Sebuah Pernyataan
47 Bab 47. Seruni, Atau Arini?
48 Bab 48. Pria Yang Benar-Benar Menyeramkan!
49 Bab 49. Lakukanlah Pelan-Pelan
50 Bab 50. Benih Arogan Sang Tuan Muda
51 Bab 51. Benar-Benar Motor Idaman
52 Bab 52. Sebuah Tugas Yang Sangat Dinantikan
53 Bab 53. Kesetiaan Vanze
54 Bab 54. Pengkhianatan
55 Bab 55. Pengunduran Diri
56 Bab 56. Pekerjaan Yang Sangat Menggiurkan
57 Bab 57. Hasrat Melody
58 Bab 58. Jeritan Alyssa
59 Bab 59. Siswi Misterius
60 Bab 60. Penderitaan, Dibalik Senyuman Yona
61 Bab 61. Kepedulian Sang Tuan Muda
62 Bab 62. Melampiaskan Kemurkaan
63 Bab 63. Ancaman, Dibalik Sebuah Tuntutan
64 Bab 64. Tangisan Sang Tuan Muda
65 Bab 65. Sebuah Perpisahan
66 Bab 66. Rasa Bersalah Anya
67 Bab 67. Perang Dingin Kedua Pelayan
68 Bab 68. Benar-Benar Tak Dapat Di Prediksi!
69 Bab 69. Bakat Yang Terpendam
70 Bab 70. Selangkah Lebih Maju
71 Bab 71. Keputusasaan
72 Bab 72. Sandiwara Clarissa
73 Bab 73. Boleh Saja, Itu Tidak Masalah
74 Bab 74. Sebuah Kunjungan
75 Bab 75. Kekuasaan Sang Tuan Muda
76 Bab 76. Pengepungan & Robot Genetik Tipe Destroyer
77 Bab 77. Pergerakan Vanze
78 Bab 78. Hibernasi
79 Bab 79. Setelah Setahun Berlalu
80 Bab 80. Perbincangan Masa Depan
81 Bab 81. Lansung Diterima
82 Bab 82. Tamparan Keras
83 Bab 83. Kiprah Agen Tersembunyi
84 Bab 84. Sambutan Yang Sangat Diluar Dugaan
85 Bab 85. Semuanya, Sama Saja!
86 Bab 86. Isyarat Pertolongan
87 Bab 87. Kekejaman Alexa
88 Bab 88. Sosok Malaikat
89 Bab 89. Perlawanan Zevan
90 Informasi penting
91 Bab 90. Dua Wajah Yang Menatap Tajam
92 Bab 91. Kembali Ke Titik Nol (Tamat)
93 Pengumuman Novel Baru!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1. Prolog
2
Bab 2. Anugerah Sang Nenek Misterius
3
Bab 3. Sistem Misterius
4
Bab 4. Sistem Yang Menguntungkan
5
Bab 5. Sistem Yang Menguntungkan II
6
Bab 6. Teleportasi Dengan Sistem
7
Bab 7. Sistem Yang Membingungkan
8
Bab 8. Sistem Tak Pernah Berdusta!
9
Bab 9. Sistem Tak Pernah Berkhianat!
10
Bab 10. Serahkan Semuanya Pada Sistem!
11
Bab 11. Kebaikan Sistem
12
Bab 12. Sistem Akan Selalu Melindungi!
13
Bab 13. Menjadi Pahlawan Dengan Sistem!
14
Bab 14. Kegelisahan Rara
15
Bab 15. Kegelisahan Rara II
16
Bab 16. Kegelisahan Rara III (Keputusan Rara)
17
Bab 17. Mencari Kebahagiaan Bersama Sistem!
18
Bab 18. Keinginan Calon Penguasa
19
Bab 19. Pertemuan Yang Tak Terduga
20
Bab 20. Naluri Lelaki
21
Bab 21. Mau Tidak Mau
22
Bab 22. Membangun Jiwa Kepemimpinan Bersama Sistem!
23
Bab 23. Menjadi Penembak Jitu Bersama Sistem!
24
Bab 24. Yang Penting, Habiskan!
25
Bab 25. Permintaan Egois
26
Bab 26. Sistem, Jelaskan!
27
Bab 27. Hadiah Untukmu, Seruni
28
Bab 28. Aksi Seruni
29
Bab 29. Pelayanan Yang Sangat Istimewa
30
Bab 30. Menertawakan Langit
31
Bab 31. Benar-Benar Tak Ada Habisnya
32
Bab 32. Sistem, Diam
33
Bab 33. Kekecewaan Vanze
34
Bab 34. Pistol Yang Aneh
35
Bab 35. Si Gadis Imut, Yang Sangat Periang
36
Bab 36. Selamat Datang, Dikeluarga Zevan Ardiansyah!
37
Bab 37. Yang Mulia Tuan Muda Presiden Direktur
38
Bab 38. Sebuah Tragedi
39
Bab 39. Menghilangnya Sistem Misterius
40
Bab 40. Menghilangnya Sistem Misterius II
41
Bab 41. Menghilangnya Sistem Misterius III
42
Bab 42. Menghilangnya Sistem Misterius IV
43
Bab 43. Menghilangnya Sistem Misterius V
44
Bab 44. Kembalinya Sistem Misterius (Pembalasan)
45
Bab 45. Selamat Datang Kembali, Sistem
46
Bab 46. Sebuah Pernyataan
47
Bab 47. Seruni, Atau Arini?
48
Bab 48. Pria Yang Benar-Benar Menyeramkan!
49
Bab 49. Lakukanlah Pelan-Pelan
50
Bab 50. Benih Arogan Sang Tuan Muda
51
Bab 51. Benar-Benar Motor Idaman
52
Bab 52. Sebuah Tugas Yang Sangat Dinantikan
53
Bab 53. Kesetiaan Vanze
54
Bab 54. Pengkhianatan
55
Bab 55. Pengunduran Diri
56
Bab 56. Pekerjaan Yang Sangat Menggiurkan
57
Bab 57. Hasrat Melody
58
Bab 58. Jeritan Alyssa
59
Bab 59. Siswi Misterius
60
Bab 60. Penderitaan, Dibalik Senyuman Yona
61
Bab 61. Kepedulian Sang Tuan Muda
62
Bab 62. Melampiaskan Kemurkaan
63
Bab 63. Ancaman, Dibalik Sebuah Tuntutan
64
Bab 64. Tangisan Sang Tuan Muda
65
Bab 65. Sebuah Perpisahan
66
Bab 66. Rasa Bersalah Anya
67
Bab 67. Perang Dingin Kedua Pelayan
68
Bab 68. Benar-Benar Tak Dapat Di Prediksi!
69
Bab 69. Bakat Yang Terpendam
70
Bab 70. Selangkah Lebih Maju
71
Bab 71. Keputusasaan
72
Bab 72. Sandiwara Clarissa
73
Bab 73. Boleh Saja, Itu Tidak Masalah
74
Bab 74. Sebuah Kunjungan
75
Bab 75. Kekuasaan Sang Tuan Muda
76
Bab 76. Pengepungan & Robot Genetik Tipe Destroyer
77
Bab 77. Pergerakan Vanze
78
Bab 78. Hibernasi
79
Bab 79. Setelah Setahun Berlalu
80
Bab 80. Perbincangan Masa Depan
81
Bab 81. Lansung Diterima
82
Bab 82. Tamparan Keras
83
Bab 83. Kiprah Agen Tersembunyi
84
Bab 84. Sambutan Yang Sangat Diluar Dugaan
85
Bab 85. Semuanya, Sama Saja!
86
Bab 86. Isyarat Pertolongan
87
Bab 87. Kekejaman Alexa
88
Bab 88. Sosok Malaikat
89
Bab 89. Perlawanan Zevan
90
Informasi penting
91
Bab 90. Dua Wajah Yang Menatap Tajam
92
Bab 91. Kembali Ke Titik Nol (Tamat)
93
Pengumuman Novel Baru!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!