Malam semakin larut, Damar dan teman teman sekolahnya sedang asik dugem di Holl diskotik Top Ten.
"Rin..! Bukannya itu Aldi playboy SMA Pancasila, perayu wanita. Itu ada Erik preman sekolah dan Samsul anak kampungan juga Damar si pemabuk pacar baru Shinta."
"Iya iya," sahut Nita yang sedang dugem di atas kursi depan meja nya. Tumben - tumbennya mereka main di klab malam. Mereka kan kelompok kaun miskin di sekolah kita."
"Iya, mereka 4 sekawan perusuh sekolah Pancasila. 4 sahabat yang di kenal pemabuk dan berkelakuan norak," timpal Sherli,
"Kok bisa - bisanya SMA elit menerima murid seperti mereka?"
"Ah sudahlah, ngapain sih kalian ngurusin hidup mereka," sahut Edi,
"Yang penting dia gak mengganggu hidup kita."
*****
"Sudah jam 03, mari kita pulang," ajak Damar, "Nanti pagi kita sekolah."
"Baiklah, nanti kita beli susu beruang untuk di indomaret menghilangkan pengaruh inex," sahut Aldi.
Setelah berpisah di pertigaan Rungkut, Damar dan Samsul berboncengan pulang.
Sesampai di desa Sani, Damar berkata,
"Sul, kita mampir sebentar ya ke makam. Aku ingin membelikan kopi dan rokok untuk Pintu langit, orang yang memberi nomer Togel semalam."
"Baiklah," ujar Samsul kemudian memarkir motornya.
Setelah berjalan mengelilingi area makam, Damar tidak menemukan Pintu Langit,
"Ayo pulang, orangnya gak ada. Besok saja kesini lagi."
"Baiklah," sahut Samsul.
*****
Adzan subuh terdengar berkumandang.
"Tok tok tok, ibu...!"
"Iya sebentar, jawab ibu Farida kemudian membuka pintu,
"Damar... Ibu kan sudah bilang, jangan pulang malam - malam apalagi subuh. Kan pagi nya kamu sekolah?"
"Iya Buk," jawab Damar kemudian masuk rumah.
Setelah mandi Damar mengenakan sarung dan kaos lalu solat subuh.
Selesai solat subuh Damar tertidur di atas sajadah di tempat persolatan dapur.
Sambil masak, ibu Farida berkata lirih,
"Perasaan... Dalam seminggu ini Damar anakku berkelakuan aneh. Gak seperti sebelum - sebelum nya.
Sejak punya pacar dia rajin solat, dan baik kepada adik - adiknya. Biasanya juga gak pernah baik sama adiknya. Anehnya, beberapa hari ini Damar manja sama ibu nya, dan mau ngobrol sama ibu nya. Biasanya selalu diam, tidak bicara kalau tidak penting.
Apa Shinta pacarnya telah menasehati nya..?"
******
Jam istirahat sekolah... Grup WA murid kalangan atas mengosipkan 4 sekawan kelompok Damar yang semalam dugen di diskotik Top Ten Plaza Surabaya. Nama Shinta pun di bawa bawah dalam chat WA grup murid kelompok anak - anak orang kaya.
Shinta yang ikut membaca Chat WA grup milik temannya hanya bisa diam walau hatinya tersinggung sekali karena namanya ikut di gosip kan.
"Damar..!" panggil Shinta dari dalam kantin.
"Hai Shinta," tambah cantik saja," sahut Damar.
"Hemmmm, dari dulu juga cantik," ujar Shinta yang lagi makan bakso,
"Kamu pesan bakso makan bersama aku.
Dengar - dengar semalam kamu dan 4 sekawan dugem ya di diskotik Top Ten ya?"
"Iya, di ajak Samsul. Emang kenapa?
Kok kamu tau," jawab Damar.
"Ini baksonya Mas," kata pelayan kantin.
"Makasih Pak," ujar Damar.
"Gak apa - apa sih cuma tanya saja. Yaah tau dari grup WA sebelah. Biasa anak - anak kalangan atas yang sok kaya," kata Shinta.
"Biarin saja, yang penting aku gak ganggu hidup mereka," ujar Damar.
"Dalam gosip itu, apa benar kamu nunggak bayar sekolah sebesar 10 juta..?"
"Iya benar, itu tunggakan dari kelas dua. Rencananya habis ini aku lunasi," kata Damar sambil menyelesaikan makan baksonya.
"Emang kamu ada uang..?"
"Alhamdulillah ada Shinta, apa akan kamu kasih?" tanya Damar tersenyum.
"Gak apa - apa, aku punya uang pribadi cukup banyak kalau buat melunasi bayar sekolah," jawab Shinta.
"Gak ah, terimakasih. Kamu sudah banyak memberiku," sahut Damar,
"Aku tinggal dulu ya, mau ke kantor bayar tunggakan."
"Mas, nanti pulang sekolah ikut aku ya," ajak Shinta.
"Kemana..?"
"Ada deh, pokoknya ikut ya..?
Motornya taruh di parkiran sekolah saja, nanti sore jam sebelum anak kelas satu pulang kamu ambil."
"Baiklah, bikin penasaran saja," kata Damar kemudian pergi.
*****
Sepulang sekolah, dengan mengendarai mobil innova hitam, Damar dan Shinta pergi ke kota Surabaya.
"Hemmm, enak bener ya naik mobil mewah," ujar Damar,
"Punya pacar cantik, pinter dan perhatian, banyak duitnya lagi."
"Hemmmm, itu saja yang di bicarakan, gak ada lagi apa..?
Biasa saja kali," sahut Shinta,
"Mas, aku ingin belikan kamu sarung dan baju takwa dan songkok yang bagus, biar kamu terlihat ganteng jika menghadap Tuhan."
"Tau saja kamu kalau aku punya sarung satu butut lagi."
"Nanti sekalian beli baju celana dan sepatu, biar kamu terlihat ganteng dan rapi," ujar Shinta.
"Shinta... Gak usah belikan baju dan sarung. Aku bisa beli sendiri."
"Gak usah tersinggung Mas, aku tulus melakukan semua ini untuk mu," ujar Shinta sambil memegang telapak tangan Damar, "Bukan maksud aku merendahkan mu."
"Bukan begitu maksudku, kamu telah banyak memberi ku," kata Damar,
"Kamu sudah beri aku uang 3 juta di dua rekening. Memberi HP iPhone dua. Sekarang baju. Kan malu aku. Nanti kalau teman sekolah tau, di kira aku meloroti uang mu. Mengunakan kesempatan saat bersama mu."
"Gak akan ada yang tau, lagian ngapain dengerin omongan orang, gak guna banget," ujar Shinta.
"Baiklah, terserah kamu saja."
*****
"Setelah belanja baju di Tunjungan Plaza, Shinta dan Damar mau menikmati makan siang di restoran di lantai bawah.
"Mas, mau makan apa..?
Udang saus, ikan bakar gurami atau stik," tanya Shinta.
"Nasi pecel saja," jawab Damar.
"Hahahaha, disini gak ada nasi pecel Mas, ini mall Tunjungan Plaza," ujar Shinta,
"Baiklah aku pesankan udang saus dan gurami bakar aja ya?"
"Terserah kamu sajalah, aku gak pernah makan di restoran, ini baru pertama kali. Kemarin makan di Mcdy juga pertama kali."
Selesai makan siang, Damar menikmati kopi hitam dan kepulan asal rokok Mild. Sementara Shinta menikmati oren juss.
"Enak juga ya ternyata makan minum di restoran, pasti mahal," ujar Damar.
"Iya lumayan Mas, makan siang ini, semuanya 295 ribu," kata Shinta.
'Mahal sekali, kerja jadi kuli bangunan 3 hari baru punya bayaran 300 ribu," ujar Damar.
"Mana Hp mu Mas, kok dari tadi gak pegang Hp?"
"Ada di meja kamar."
"Hemmm, buat apa punya Hp kamu itu?
Ayo selfi sama aku, entar fotonya buat story' di WA," kata Shinta kemudian duduk mempet ke Damar kemudian jepret - jepret.
Setelah foto bersama, Shinta mengunggah story' di WA dengan tulisan,
"Tuhan telah memberiku senyum yang selama ini tak pernah ada dalam kesendirian ku."
Kemudian Shinta mengunggah foto di Facebook dengan tulisan yang sama.
*Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
ACHMAD GOZALI
Dalam kalimat shinta....
2025-03-27
0
Fatkhur Kevin
waooo
2023-08-26
1
maharastra
lnjutkan,semangattt🥰🥰
2023-04-07
1