MBH 15. Kado Cantik

Kota J

Ana beserta Akhza dan Abra tengah berada di pusat perbelanjaan. Mereka diminta sang mommy untuk membeli keperluan rumah.

" Biasanya Abang nih yang nemenin mommy buat belanja bulanan." Celetuk Akhza

" Iya minggu minggu gini biasanya abang juga udah ikutan mommy masak di dapur ya kak." Ucap Abra sambil melihat mendorong troli belanja.

" Kak… mas… Ayo… ini masih banyak banget yang belum dimasukkan ke troli."

Teriakan si bungsu membuyarkan obrolan mereka berdua.

" Iya bawel."

Akhza dan Abra segera menyusul Ana sebelum gadis itu mengoceh panjang lebar. Mereka kemudian memasukkan satu persatu barang yang sudah ada di daftar belanja yang dituliskan sang mommy.

Saat ketiganya sibuk melompat dari tempat satu ke tempat yang lain tiba tiba Ana disapa oleh seseorang yang sangat tidak asing.

" Hai Ana…."

Ana mendengus kasar mendengar suara wanita yang dibuat semanis mungkin. Ia tahu pasti wanita itu hanya pura pura bersikap manis terhadap dirinya.Dan ia tahu persis siapa wanita yang menyapanya.

Namun seperti yang dibilang mommy nya ia harus bersikap baik kepada siapapun, maka Ana sebisa mungkin menarik kedua sudut bibirnya agar tersenyum menghadapi wanita itu.

" Eh… nona Safira. Hai juga."

" Jangan panggil nona, panggil saja kakak."

Ana sungguh enggan berbicara dengan Safira.

Apa??? Kakak dia bilang, huh… jangan harap. Sampai kapanpun aku tidak akan memanggilnya kakak, ngarep bnaget gitu jadi istri abangku… no way!!! Ana memaki dalam hatinya namun wajahnya sebisa mungkin tersenyum.

" Oh iya An, apa ada kabar dari abangmu?"

" Ehmm… tidak ada. Abang tidak memberi kabar apapun."

" Memangnya kalian tidak tahu Kai kemana, terus memangnya kalian juga tidak pernah menghubungi Kai?"

" Huft…. Maaf ya nona Safira. Sepertinya saya tidak berkewajiban menjawab semua pertanyaan nona. Lagian nona juga bukan bagian dari keluarga kami. Jadi seandainya pun abang memberi kabar saya juga tidak akan memberitahu anda."

" Ana… kamu ngapain… Ayo udah selesai nih. Keburu ditungguin mommy belanjaannya!!!"

" Iya kak… mas… Ana coming… maaf nona. Kedua kakak saya sudah memanggil, saya permisi dulu. Mari nona Safira."

Ana melenggang pergi dengan setegah berlari meninggalkan Safira yang wajahnya merah padam karena kesal.

" Huh… Dasar gadis kurang ajar. Awas saja nanti jika aku berhasil menjadi istri Kai, aku pasti akan menyiksamu."

Safira menghentakkan kakinya dengan keras pertanda ia amat kesal dengan Ana. Wanita itu pun juga segera meninggalkan pusat perbelanjaan tanpa membeli apapun. Mood nya sudah sangat buruk setelah bertemu dengan Ana.

Sedangkan Ana ia tampak kesal kepada dua saudara kembarnya. Bibirnya pun mengerucut sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Akhza si sulung dari kembar tiga itu pun sangat tahu jika sang bungsu tengah marah kepada kedua kakaknya.

" Maaf." Ucap Akhza dengan menelungkupkan kedua tangannya.

" Udah ya jangan ngambek, mas males banget harus ngadepin si piranha itu. Adek kan juaranya kalau ngadepin model ondel ondel gitu." Imbuh Abra.

" Huh… dasar kalian ini. Selalu aku yang jadi tameng. Nggak ngadepin si piranha nggak ngadepin cewek cewek kampus yang ngejar kalian. Memangnya aku ini bodyguard kalian apa."

Akhza dan Abra saling tatap sambil nyengir kuda.

" Iya deh iya maaf. Adek mau apa… nanti kak Ahza beliin."

" Yoi… mau minta apa deh nanti mas Abra beliin."

" Bener??"

Akhza dan Abra mengangguk. Ana pun tersenyum devil, ini adalah kesempatannya untuk menguras kantong kedua kakak nya. Akhza dan Abra sedikit merinding dengan senyuman sang bungsu itu mereka punya firasat yang tidak baik.

🍀🍀🍀

"Assalamaulaikum… mom… ayah….. We are home…!!!"

" Waalaikumsalam…"

Sita dan Rama menjawab salam si bungsu secara bersamaan. Keduanya tampak heran pasalnya si bungsu terlihat begitu senang. Bahkan dari pintu ke ruang keluarga Ana berjalan sambil bersenandung. Berbeda dengan kedua putra mereka yang wajahnya nampak kusut sambil membawa banyak kantong belanjaan.

Ana langsung duduk diantara Rama dan Sita membuat Rama sedikit menggeserkan bokongnya.

" Asek kayaknya lagi seneng banget."

" Yoi yah…."

" Kenapa gitu…."

" Hahahhaha…. Lagi seneng aja mom."

Sita dan Rama bertambah heran dengan tingkah anak gadis mereka.

" Terimakasih ya anak anak sudah menolong mommy belanja."

" Sama sama mom."

Jawab Akhza dan Abra lemas tak bersemangat.

" Kalian kenapa kok mukanya kusut gitu?"

" Huft… adek tuh mom. Gara gara dia uang jajan Akhza abis."

" Iya… sama Abra juga. Habis bersih tak bersisa."

Sita langsung mengarahkan pandangannya ke si bungsu meminta penjelasan.

" Wohooo… tunggu mom… jangan marah dulu. Semua itu udah atas izin mas dan kakak. Mas dan kakak ngebolehin Ana minta apapun sebagai kompensasi atas apa yang sudah Ana lakukan."

Rama memicingkan sebelah matanya mendengar penjelasan sang putri.

" Kompensasi? Emang adek ngapain. Apa kontribusi adek kepada Kak Akhza dan Mas Abra?"

" Begini ayah, Adek itu kalau di kampus udah kayak tameng dan tukang pos. Setiap hari ada aja cewek yang nanyain. Eh kamu adiknya Akhza kan, Akhza mana. Iya Abra juga mana. Salam ya sama kakak kamu. Gituu aja terus sampai wisuda."

Rama terkekeh geli mendengar penjelasan sang putri. Ia melirik kedua putra kembarnya. Wajah Sita yang mendominasi membuat mereka memang tampan. Rama pun mendesahkan nafasnya dengan berat.

" Haah….."

" Lho ayah kenapa?"

" Ayah sedikit merasa tersingkir. Mengapa wajah kalian lebih dominan ke mommy. Ayah sama sekali tidak ada sedikitpun di wajah kalian."

Kali ini Sita yang tertawa mendengar ucapan sang suami. Sita pun mendekatkan bibirnya ke telinga Rama.

" Tapi tanpa adanya kamu mereka nggak akan ada mas."

Cup… Rama mencium pipi Sita sekilas. Reflek ketiga anak mereka menutup mata.

" Mommy… ayah… please jangan bermesraan di depan kami yang masih dibawah umur." Teriak Ana kencang.

Kedua orang tua itu hanya terkekeh geli. Kata kata dibawah umur menambah keduanya tertawa lebih keras. Pasalnya triple A ini usianya sudah 20 tahun, tapi saat di rumah mereka memang seperti bocah.

" Oh iya emang ngabisin uang kakak dan mas buat beli apa?"

Ana pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sebuah paper bag. Gadis itu lalu mengeluarkan isinya.

" Taraaa….."

" Waah cantik banget mukena nya Dek. Buat mommy ya? Tapi kalau hanya beli mukena nggak akan habis kan uang jajak kakak sama mas?"

" No… ini bukan buat mommy."

" Lalu buat siapa."

" An, kamu nggak akan ngasih itu buat si piranha kan. Kak Akhza nggak ikhlas....."

Ana mendengus kesal mendengar nama Safira disebut. Dia masih kesal dengan pertemuannya tadi dengan wanita sombong itu.

" Tck… apa an sih kak. Enggak ya. Mukena ini mau aku kasihkan ke istri abang nanti."

Semua terdiam mendengar perkataan Ana. Mereka sedikit heran mengapa Ana bisa berkata begitu. Terlebih Kai juga belum menikah.

" Kenapa kamu bisa ngomong begitu An?"

" Nggak tau mas. Tadi pas Ana lihat lihat, terus lihat mukena itu kayaknya cantik aja. Dan kepikiran Abang. Dan Ana ngerasa istri abang pasti cantik kalau pakai mukena itu. Huft… jadi kangen abang."

Mata Ana sudah berkaca, dan akhirnya air mata itu luruh juga. Sita langsung mendekap sang putri. Ia juga sama merindunya dengan sang putri kepada putra sulungnya itu.

" Sudah..jangan menangis. Doakan abang sehat."

Rama mengusap punggung kedua wanita yang dicintainya itu dengan lembut.

TBC

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

KAI benar benar luar biasa .... dicintai semua anggota keluarga

2025-02-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

rindu abang ya dek... /Kiss//Kiss/

2024-12-24

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

wohh niatmu udah jelek banget Pira

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!