MBH 08. Kriteria Istri Abang

Kai dan rombongan Tejo sampai di sebuah daerah yang menurut Kai begitu sejuk. Hawa udaranya terasa begitu berbeda. Saat turun mereka sudah disambut oleh banyak anak anak kecil usia 3-7 tahun.

Kai sedikit tercengan, Tejo dan kelompoknya begitu lembut memperlakukan mereka.

" Mas,,,, endi maem e dewe mas wis ngelih banget kie ( mana makanannya kita mas sudah lapar sekali ini)."

" Eh… mas nggak oleh je. Maem telo wae ya.( mas nggak dapat. Makan ubi saja )."

Terlihat wajah lesu di wajah anak anak itu. Mereka pun menunduk sambil masuk ke rumah.

Di sana terdapat sebuah rumah berbentuk joglo. Di dalamnya ada sekitar 10 anak. Rumah tersebut terlihat rapi dan bersih meskipun sangat sederhana.

" Assalamu'alaikum nduk."

" Waalaikumsalam mas, lho ada tamu to."

" Oh ini bang bule, eh maksudku bang Bhumi. Tadi ketemu di jalan di sedang cari tempat menginap. Bang bule kenalkan ini Wati istriku."

" Oh begitu. Silahkan duduk bang bule. Maaf rumahnya berantakan."

" Tidak apa apa mbak Wati. Terimakasih."

Kai duduk disebuah kursi bambu. Wati dan Tejo berjalan menuju ke dapur. Sayup sayup Kai mendengar pembicaraan suami istri yang baru saja ia temui itu.

" Piye mas kerjone."

" Maaf nduk tadi pelabuhan sepi. Mas nggak dapet manggul apa apa."

" Terus maem e bocah bocah piye mas?"

" Huft… mas bingung juga nduk. Telo ne iseh ( ubinya masih)?"

" Masih mas. Tadi sudah tak rebus."

Kai terenyuh mendengar perbincangan Tejo dan Wati. Lagi lagi ia merutuki dirinya yang meninggalkan atm nya di rumah. Akhirnya Kai mengambil sebuah keputusan. Dia tidak jadi membeli ponsel. Ia akan memberikan sebagian uangnya untuk Tejo.

" Maaf yo bang bule tak tinggal tadi. Silahkan diminum seadanya."

" Tidak apa apa mas Tejo terimakasih. Oh iya mas anak anak itu?"

" Oh mereka. Mereka adalah anak anak yang kami temui di jalan mas. Kasihan kecil kecil udah jadi gelandangan dan mereka juga sudah tidak punya orang tua. Kebetulan saya dan Wati juga belum diberi keturunan jadi kami memutuskan merawat mereka. Meskipun kami menyadari kamu mengalami kesulitan."

Kai berpikir sejenak. Memang seharusnya Tejo menyerahkan anak anak ini ke panti sosial. Namun Kai tidak mengatakan hal tersebut. Ia yakin Tejo memiliki alasan tersendiri.

" Oh iya mas lahan di samping rumah milik siapa?"

" Itu warisan orang tua Wati mas. Kami menanam Ubi di sana."

" Apakah jika aku mengolahnya kalian tidak keberatan?"

" Maksud bang bule."

Kai hanya tersenyum ia, lalu menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada Tejo.

" Terimalah mas, anggap saja ini biaya menginap di sini."

" Eh… apa ini bang bule. Banyak sekali."

Tejo yang seumur umur belum pernah memegang uang sebanyak itu hanya termangu. Uang seratus ribuan berjumlah 30 lembar itu sungguh membuatnya meneteskan air matanya.

" Pergunakanlah sebaik mungkin mas."

" Terimakasih bang … terimakasih banyak"

Tejo meraih tangan Kai dan berkali kali mengucapkan terimakasih. Kai sungguh bersyukur selama ini ia hidup tanpa berkekurangan dan ternyata diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan.

Kai dipersilahkan untuk istirahat. Namun sebelumnya ia menjalankan kewajiban 4 rakaatnya terlebih dahulu.

Di sebuah kamar sederhana dengan kasur yang berada di lantai ia merebahkan tubuhnya. Kai sedang berpikir lahan tanah samping rumah itu akan dibuat apa sehingga bisa sekedar untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga Tejo.

🍀🍀🍀

Adzan subuh berkumandang membahana. Udara dingin begitu terasa di daerah ini. Ya Kai saat ini tengah berada di rumah Tejo, lokasi nya sekitaran gunung Ungaran.

Selepas sholat subuh Kai sudah berjibaku di lahan kosong sebelah rumah Tejo. Ia mengaduk tanah dengan cangkul yang memang sudah ada di luar rumah itu. Kai membuat gundukan gundukan memanjang untuk ditanami. Kai berpikir akan menanam sayur sayuran di sana.

Meskipun tidak bisa dijual namun paling tidak kebutuhan dapur bisa diambil dari kebun. Ia juga akan lebih merapikan tanaman ubi yang hanya dibiarkan menjalar sesukanya.

Lahan kosong tersebut lumayan luas untuk ditanami beberapa sayuran seperti kangkung, bayam, cabe, dan daun bawang.

" Selesai."

Kai tersenyum puas dengan pekerjaannya. Ia kemudian duduk di teras sambil meregangkan otot otot nya.

" Anggap saja ini fitnes hahahah."

Kai bermonolog. Beberapa orang yang melintas menatap heran ke arah Kai. Pasalnya sebelumnya mereka tidak pernah melihat keberadaan Kai.

" He.. Sopo kui, ono bule ganteng tenan."

" Ho o yu, sopo yo. Walah putih tenan, mancung sisan."

Bisik bisik orang yang lalu lalang di depan rumah Tejo tak diperhatikan.

" Lho Bang bule habis ngapain?"

" Saya habis nyangkul tanah di samping rumah. Itu sudah selesai."

Tejo benar benar terkejut, seorang bule kota nyangkul di kebun miliknya. Dan hebatnya cangkulan tanahnya sungguh rapi.

" Ini mau buat apa to bang."

" Saya akan menanami dengan sayuran siapa tahu bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Jika nanti mas Tejo berkehendak mas Tejo bisa kembangkan sendiri dan hasil nya bisa dijual. Berhentilah menggunakan cara haram untuk menafkahi anak anak mas. Apa yang masuk ke perut anak anak akan jadi pembentuk karakternya nanti."

Tejo terdiam, semua ucapan Kai benar. Ia menyadari kekeliruannya dan berharap bisa memperbaikinya.

" Baiklah mas, apakah disini ada yang menjual bibit sayuran?"

" Ada mas tapi kita harus menggunakan kendaraan. Lumayan jauh."

" Mobil pick up semalam?"

" Oh itu saya pinjem mas punya temen."

" Ya sudah mas mari kita pinjam. Biar saya yang nyetir nanti."

Tejo dan Kai pergi ke penjual bibit sayuran sekaligus berbelanja kebutuhan sembako.

Tak lama kemudian Mereka sudah kembali dan disebut wajah bahagia anak anak. Kai sungguh senang melihat wajah anak anak yang tampak gembira itu.

Kai lalu menurunkan bibit bibit tersebut dan mulai menanamnya. Kai sengaja tidak menanam dengan benih karena pasti akan lama. Semua itu karena Kai tidak akan berlama lama disana.

Dari pagi hingga sore akhirnya semua bibit tertanam dengan baik.

" Alhamdulillah, selesai juga akhirnya. Mas tejo jangan lupa disirami ya mas. Saya harap semuanya bisa berjalan sesuai yang diharapkan."

" Bang bule mau pergi kah?"

" Iya mas, sudah cukup saya berada di sini. Besok pagi saya akan pergi."

Tejo mengangguk mengerti. Kedatangan Kai sungguh seperti malaikat penolong baginya dan keluarga. Ia berjanji akan mencari pekerjaan yang halal untuk menafkahi keluarganya.

🍀🍀🍀

Kediaman Rama nampak sendu. Baru sehari ditinggalkan Kai mereka sudah sangat merindu.

Ana berusaha menghubungi nomor telepon Kai tapi tidak tersambung. Sita juga begitu. Keduanya pun menyandarkan tubuh mereka di sofa ruang keluarga.

" Kenapa lemes gitu?"

" Huft… menghubungi abang tapi nggak bisa Yah."

" Ya Allaah, abang baru sehari lho dek pergi. Ayo dong jangan gitu kasihan abang nanti kepikiran, mommy juga."

Ana membuang nafasnya kasar. Memang benar apa yang dikatakan ayahnya, abangnya baru sehari pergi.

" Oh iya yah, kemarin malam apa yang dibicarakan keluarganya mas Hendri."

Rama mendudukkan dirinya di sebelah sang istri dan bergelayut manja. Hal tersebut membuat sang bungsu memutar bola matanya malas.

" Ayah mode manja hiih…"

" Biarin… Weeek. Itu mereka minta kita menjodohkan Kai dengan Safira."

" Woooah… Sudah kuduga. Pokoknya big no!"

Ana langsung merespon ucapan sang ayah. Bahkan dia sampai menyilangkan kedua tangannya tanda tidak setuju.

" Kenapa sih An, teriakanmu kedengaran sampai ujung jalan sana tau."

" Ini lho mas, masa kemarin keluarga Om Hendri mau minta si piranha dijodohin ma abang. Ya aku big no lah."

" Eh… Abra juga big no. Kali ini setuju sama Ana.."

" Akhza idem, nggak banget abang sama modelan kayak gitu. Cantik sih tapi… tck...tck…"

Rama dan Sita saling tatap dengan ucapan ketiga anaknya itu.

" Mas kayaknya Kai susah dapat istri kalo modelan adiknya begini semua."

" Iya ya, guys terus kalian mau abang dapat istri yang seperti apa?"

Ketiganya diam, mereka sibuk dengan pikiran mereka mencari kriteria kakak iparnya.

" Dia yang jelas harus sholeha." Ucap Ana.

" Baik, lembut, keibuan." Ucap Abra.

" Ehmm cantik bonus sih, yang pasti bisa sayang sama mommy, Ayah, dan kita." Imbuh Akhza.

Sita mendengarkan dengan penuh senyuman. Sungguh ketiga anaknya ini ingin abangnya mendapatkan Istri yang terbaik.

" Kalian doakan abang ya, biar jodoh abang disegerakan dan abang mendapatkan istri yang seperti kalian ucapkan tadi."

TBC

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

semuga doa si triple menjadi kenyataan /Drool//Drool//Drool/

2025-02-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

kenpa hp dan ATM hrs di tinggal..../Cry//Cry/

2024-12-24

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

bandel sih.. segala ATM hape ga dibawa 🤦‍♀️

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!