MBH 18. Lamaran Tak Terduga

Pagi harinya Kiran sudah siap untuk melakukan aktivitasnya kembali yakni berjualan jamu. Kai yang baru keluar dari rumah sedikit terkejut melihat Kiran yang sudah menggendong bakul berisi jamu-jamunya ke arah jalan raya untuk menaiki angkot.

" Kiran….."

Kai sedikit berjalan cepat untuk mengejar Kiran.

" Eh bang… Ada apa?"

" Kamu mau jualan."

Kiran mengangguk sambil tersenyum. Bakul jamunya terlihat begitu penuh dan berat. Kai sungguh tidak tega melihatnya.

" Kenapa kamu tidak pakai sepeda motor saja?"

Kiran tersenyum malu, ia menunduk sambil menggelengkan kepalanya.

" Ooh kamu nggak bisa naik motor ya."

" Iya bang… dulu pernah belajar tapi nabrak tembok. Setelah itu takut mau belajar lagi."

" Astagfirullaah… ya sudah jangan lah kalau gitu."

" Bang.. Angkutan nya sudah datang. Kiran jalan dulu ya."

Kai hanya mengangguk. Ia ingin sekali membantu gadis itu membawa bakulnya. Tapi tidak mungkin juga kan dia yang harus menggendong bakul tersebut. Kai membalikkan badannya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Hay Bang Bule… good morning."

Kai mengernyitkan keningnya mendengar sapaan seorang wanita yang tidak ia kenal. Namun muncul keinginan untuk menjahili wanita yang menyukainya menggunakan bahasa inggris itu.

" Ooh hay, how are you?"

" I'm Riati Bang bule. I'm sepupu Kiran."

" Ooh, you are Kiran's cousin. So, what do you want?"

" I like you Bang Bule. Will you be my boyfriend?"

" I'm so sorry... Aku sudah punya calon istri. Jadi maaf ya. Aku juga tidak suka pacaran. Permisi."

Kai meninggalkan Riati yang tercengang mendengar penjelasan Kai soal dia yang sudah punya calon istri.

" Hahahha sudah kuduga, tidak mungkin pria bule itu tertarik kepada Kiran. Pastilah tidak level. Nyatanya dia sudah punya calon istri."

Riati pun melenggang kembali ke rumahnya. Ia berjalan sambil bersenandung bahkan sampai di dalam rumah pun.

" Ono opo nduk. Kok seneng gitu?"

" Iki lho buk. Ternyata bule itu sudah punya calon istri. Hahahhaha."

" Lho kok kamu malah seneng gitu?"

" Iya lah… Berarti tidak mungkin bule itu naksir Kiran."

Martiyah tampak kesal dengan pikiran bodoh sang putri.

Pletak…. Martiyah memukul kepala putrinya dengan sendok yang ia pegang.

" Ibuk ki opo to, sakit."

" Koe ki bodo ( kamu tuh bodoh), seharusnya kamu tuh berusaha mendapatkan bule itu."

" Ah… males buk, bule kere. Di aja mau kerja di warnetnya Arman."

Martiyah mengerutkan kedua alisnya mendengar jawaban Riati putrinya. Melihat reaksi sang ibu, Riati tahu bahwa ibunya tidak percaya.

" Ibuk nggak percaya? Kono tileki, lak aku bener ( sana lihat, aku kan benar)."

Martiyah hanya membuang nafasnya kasar mendengar ucapan Riati. Sepertinya harapan mendapatkan menantu kaya semakin sulit. Terlebih Riati hanya dirumah saja tidak kemana mana.

" Pergilah bekerja sana Ria. Ibuk pusing kamu cuma duduk duduk di rumah tidak melakukan apapun."

" Tck… ibu kan tahu aku hanya lulusan sma mentok mentoknya cum ajadi spg kalau ke kota M. Lha kalau di sini paling banter jaga konter sama jaga toko."

" Huft… iseh mending kui Ri. Daripada kamu di rumah tidak melakukan apapun."

Riati memutar bola matanya malas mendengar kalimat berulang kali mengenai dirinya yang disuruh bekerja. Ia pun segera masuk ke kamarnya dan menonton drama kesukaannya.

Martiyah hanya mendengus kesal. Sang suami yang baru pulang dari shift malam hanya melirik sekilas lalu berlalu ke dapur.

" Buk… masak opo."

" Sak ana ne… Ndang sarapan ( seadanya buruan sarapan)."

Subagio suami Martiyah hanya tersenyum simpul lalu makan dengan segera karena tak mau mendengar ocehan sang istri.

🍀🍀🍀

Jam 11 siang Kiran sudah kembali dari kegiatannya berjualan. Ia sejenak duduk di teras sebelum masuk ke rumah. Kiran membuang nafasnya kasar.

" Huft…. Kenapa harus begini."

Kiran mengingat kejadian tadi saat berjualan. Ia memang memiliki pelanggan. Dan hal yang tak terduga terjadi saat dia tengah menyiapkan jamu untuk pelanggannya.

" Dek, kamu sendiri."

" Iya sendiri gini kok mas, eh sama mas nya jadi berdua heheheh."

" Kamu ini lho pintar bercanda. Dek aku sudah lama menyukaimu. Mau kah kamu jadi pacarku."

Kiran menghentikan gerakannya mengaduk jamu untuk pelanggannya itu karena terkejut. Namun sejurus kemudian Ia bisa menguasai dirinya kembali dan meneruskan apa yang dia kerjakan. Sembari tersenyum, Kiran menyerahkan jamu yang sudah selesai ia racik.

" Maaf dok saya tidak mau pacaran."

" Kalau begitu maukah kau menikah denganku."

Mata Kiran membola mendapat lamaran tiba tiba dari seorang pelanggannya yang ia tahu berprofesi sebagai seorang dokter hewan di kota M lokasi ia berjualan.

" Maaf dok… saya tidak bisa."

" Kenapa dek? "

" Saya…. Saya… saya sudah punya calon suami."

Entah mengapa ia tiba tiba teringat omongan Kai waktu di warnet milik Arman. Akhirnya Kiran pun mengucapkan kalimat itu tanpa beban.

Astagfirullah, mengapa kalimat itu lolos aja dari mulutku ini. Ya Allaah maafkan hamba ya Allaah. Batin Kiran dalam hati.

" Oh begitu ya Dek… maaf ya Dek Kiran. Tapi kok Dek kiran masih jualan jamu."

Kiran tersenyum simpul menanggapi pertanyaan dokter muda itu.

" Ya ndak pa pa kan dok, saya suka dengan berjualan jamu dan alhamdulillah calon suami saya tidak berkeberatan kami saling membantu karena calon suami saya adalah orang sederhana. Kami saling membantu."

Dokter itu terdiam mendengar penjelasan Kiran. Setelah menerima uang dari snag dokter Kiran segera berlalu dari sana. Sang dokter hanya menatap gadis yang disukainya dari kejauhan.

" Huft…. Ya Allaah… kenapa bisa aku ngomong sudah punya calon suami. Padahal kan belum. Ya Allaah jadi bohong."

Kiran mengusap wajahnya kasar. Ia sungguh tak habis pikir terhadap dirinya yang tiba tiba terbayang wajah Kai.

" Bohong apa nduk."

Kiran sungguh terkejut melihat sang ibu yang datang dari arah jalan.

" Lho ibu dari mana. Kiran bilang kan ibu istirahat saja di rumah."

" Ibu cuma bosen nduk. Pengen keluar sebentar."

Kiran meraih tangan sang ibu dan menuntutnya duduk di kursi.

" Tadi kamu bilang jadi bohong, emang bohong apa to nduk."

" Oh itu… Anu bu… besok Kiran mau libur dulu jualannya. Tapi tadi sama pelanggan Kiran bilangnya besok jualan. Kan jadinya bohong.

" Owalah… lha ono opo to nduk kok mau libur."

" Kiran hanya sedikit capek aja bu."

Sari mengelus lembut kepala sang putri, ia merasa kasihan atas kerja keras sang putri berjualan jamu.

Ya Allaah apa yang terjadi pada diriku ini. Bisa bisanya mulutku sangat lancar ngomong kalau aku punya calon suami, dan ditambah keinget abang Kai.

Lagi lagi Kiran menggelengkan kepalanya membuat sang ibu keheranan melihat tingkahnya.

TBC

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

kok bisa kompakan gitu ya buat alasan ...bener kata Arman bahwa bang bule dan Kiran berjodoh

2025-02-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

sampek slh omong krn mikirin abang /Grin//Grin/

2024-12-24

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

omongan itu kan doa, Kiran.. semoga itu sang calon imam segera di kirim Allah kehadapan kamu..

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!