MBH 06. Sudah Bukan Jamannya

Hendri mencoba untuk menghubungi Roni asisten pribadi Rama. Ia baru menyadari kebodohannya saat dirumah Rama mengapa ia tidak meminta nomor ponsel Rama.

Selama ini jika ada pembicaraan bisnis selalu melewati Roni sang asisten. Hendri tidak pernah mengetahui nomer pribadi Rama dan Rama juga bukan tipe tipe orang yang mudah memberikan nomor ponselnya kecuali kepada orang yang dia anggap akrab.

" Hallo asisten Roni, apakah saya bisa berbicara dengan Rama?"

" Ini dari…"

" Ini Hendri, dari Suryoprojo Grub."

" Oh tuan Hendri, maaf sekali saat ini Bos Rama sedang tidak berada ditempat. Apakah ada yang harus dibicarakan atau anda mau menitip pesan saja."

" Aah… begini saja, tolong sampaikan nanti malam saya ingin bertamu jika Rama tidak ada keperluan."

" Baik… akan saya sampaikan."

" Baik terimakasih asisten Roni."

Roni menutup panggilan telepon dari Hendri. Rama yang sebenarnya ada di ruangan bersama Roni mengacungkan jempolnya.

" Bagus Ron."

" Bos, gimana mau diterima kunjungannya?"

" Terima saja, aku mau lihat dia mau apa. Meskipun aku sudah tau sih apa yang dia mau."

" Apa memangnya bos?"

" Aku yakin dia mau menjodohkan anak perempuannya dengan Kai."

" Terus bos setuju?"

" Nggak lah, tahun 2023 gitu lho masih aja jodoh jodohan. Dan aku yakin Kai tidak menyukai tipe wanita seperti putrinya Hendri itu."

" Bagus Bos, biar abang memilih sendiri pendamping hidupnya."

" Kau benar Ron. Baiklah apa yang harus kita kerjakan."

Rama dan Roni kembali mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk di mejanya karena absennya dia kemarin.

🍀🍀🍀

Luki dan Mira mau tidak mau harus mengurus seluruh pekerjaan yang berada di A-DIS Company. Mereka benar benar kewalahan dengan pekerjaan yang begitu banyak. Padahal belum ada beberapa jam saat Kai tidak ada.

" Ya Allaah kenapa kerjaan begitu banyak. Ini permintaan banyak banget. Apakah perlu kita acc semuanya."

" Huft… jangan mas. Kau selama ini kan tahu cara kerja Kai. Nah kamu seleksi saja seperti Kai. Pilih perusahaan yang memang paling membutuhkan A-DIS terlebih dahulu."

" Ya kau benar. Setelah kupikir pikir pantas saja anak itu ingin sejenak menepi dari riuhnya pekerjaan. Ternyata memang luar biasa melelahkan. Belum lagi dia kalau dikejar kejar wanita yang menggandrunginya. Haish jadi orang tampan dan kaya itu memang susah. Beruntung mukaku ini pas pas an. Dan sudah punya kamu tentunya."

" Halah… gombal kamu mas."

Luki meraih tubuh Mira dan mendekatkan ke tubuhnya. Ia menatap lekat mata sang istri.

" Terimakasih sudah mau menerimaku yang pas pas an ini."

Cup

Luki mencium bibir Mira sekilas, namun Mira menahannya. Ia menginginkan sebuah ciuman bukan hanya sekedar kecupan.

Mereka pun saling membelit lidah. Pasangan halal itu pun sedikit menyisipkan romantisme di tempat kerja mereka yang penuh dengan kesibukan.

" Astagfirullah Om Luki aunty Mira kalian menodai mata suci kami."

Mendengar teriakan dari orang yang tak asing bagi mereka membuat Luki dan Mira melepaskan pagutan mereka dan membuat jarak diantara keduanya.

" Hei bocah ngapain kalian kesini. Kantor bukan tempat buat main."

" kalian ada keperluan apa Akhza, Abra?"

" Kami disuruh abang buat bantu bantu di A-DIS selama abang pergi om, aunty."

Luki langsung terkulai lemas, Kai benar benar mengerjainya dengan membuatnya menjadi pengasuh untuk Akhza dan Abra.

" Ya Allaah Kai, dosa apa aku sama kamu sehingga dirimu dengan tega menyiksaku begini."

" Sudahlah mas, biarkan mereka belajar mengerjakan pekerjaan di A-DIS aku rasa mereka memiliki kemampuan untuk itu." Mira berucap bijak.

Luki akhirnya pasrah, ia meminta Akhza dan Abra mendekat.

"Baiklah mulai sekarang kalian akan bekerja di sini. Ingat untuk patuh disiplin bekerja. Kalian akan mulai bekerja sepulang dari kampus mengerti."

" Asiaaaap om."

Akhza dan Abra berteriak bersamaan. Sebenarnya pekerjaan di A-DIS ini tidaklah asing bagi mereka karena Kai jika di rumah sering mengajak keduanya untuk membantu mengerjakan.

Si kembar itu pun  sudah berada di depan komputer dan mulai mengerjakan beberapa keamanan sistem di sebuah perusahaan. Luki melihat dengan kagum, pasalnya mereka sangat lincah.

" Woaah tak kusangka kalian begitu hebat."

" Makanya om Luki jangan suudzon dulu sama kita. Ya kan Kak."

" Yoi… abang tuh kalo di rumah suka minta kita yang ngerjain beberapa pekerjaan jadi kita sudah bisa mengerjakan hal seperti ini."

" Hahaha bagus, rupanya Kai bukannya mau ngerjain aku tapi mau mempermudahkan aku."

***

Ketiga pria beda usia itu sampai di rumah tepat pukul 5. Mereka bertiga melemparkan tubuh mereka di sofa ruang tamu.

" Lho… kalian baru pulang."

" Iya yah, kami diminta abang buat bantu om Luki di A-DIS." Jawab Akhza.

" Kenapa nggak ada yang bantu ayah Di JD Grub. Kalian benar benar ter...la...lu…."

" Hahaha ayah kayak pak Haji penyanyi dangdut itu." Seloroh Abra.

Ana yang sudah berada di rumah dari siang muncul membawakan minuman untuk ayah dan kedua kakaknya.

" Waah putri ayah pengertian sekali. Makasih sayang."

" Sama sama ayah ganteng. Di minum yah."

" Halah..  adek mah kalau nggak ada abang ayah dibilang ganteng kalau ada abang mana pernah muji muji ayah."

" Mas Abra diem deh, nanti airnya Ana ambil lagi."

Glek… glek...glek…

Abra langsung meminum air pemberian  Ana hingga tandas. Begitu juga Akhza, mereka pun mengucap syukur bersamaan.

" Alhamdulillaah…."

" Kayaknya kalian capek banget."

" Iya sayang, mereka disuruh abang buat ke A-DIS. Terus aku, gara gara absen kemarin pekerjaan numpuk banyak banget. Oh iya mom nanti keluarga Hendri mau kesini."

" Mau ngapain???"

Bukannya Sita yang terkejut malah Ana yang protes.

" Ayah awas aja ya kalo sampe mau jodohin abang sama si piranha itu."

" Astagfirullah Adek nggak boleh ngatain orang kayak gitu."

" Habisnya mom, Ana tahu banget niatan mereka sering ke rumah. Si piranha itu kan suka sama abang. Idih amit amit deh punya ipar kayak dia. Mom, Safira Jasmin itu adalah wanita sosialita yang hidupnya super glamor. Dia itu sombong banget mentang mentang toko bajunya dan merek bajunya dia booming."

" Butik Ana."

" Sama aja ayah toko baju sama  butik artinya sama. Sama sama menjual pakaian."

Melihat si bungsu begitu sewot semua orang hanya bisa tertawa.  Ana memang sangat tidak menyukai Safira. Baginya Safira sangatlah tidak cocok dengan sang abang kesayangannya.

Tok….tok...tok…

" Nah loh… jangan jangan mereka udah datang. Nggak tau apa sebentar lagi mau magrib. Dasar nggak tahu waktu."

" Adek… sudah ya nggak boleh sewot sewot begitu ah, nggak baik."

" Iya Mom."

Ana pasrah mendapat teguran sang mommy. Dia sudah berjanji kepada Kai untuk patuh dengan mommy nya.

" Ayah, Akhza dan Abra bebersih tubuh dulu dan siap siap sholat magrib. Biar mommy sama Ana yang menyambut mereka."

Ketiga pria itu mengangguk patuh dan menuju ke kamar masing masing untuk membersihkan diri. Sedangkan Sita dan Ana membukakan pintu.

" Selamat sore Mbak Sita."

"Sore Mas Hendri Jeng Tyas dan Fira. Mari masuk dulu."

Sita membawa para tamu tersebut ke dalam rumah dan meminta Ana untuk menyiapkan minuman serta makanan ringan.

" Maaf ya kami datangnya kecepetan."

" Tidak apa apa jeng Tyas. Nah itu minumannya sudah datang. Ayo monggo lho dinikmati."

" Walah..  Malah ngrepotin. Jadi nggak enak."

Emang, kalian emang ngrepotin nggak sadar aja. Batin Ana.

" Mbak Sita, Rama nya kemana kok nggak kelihatan. Apa masih belum pulang?"

" Oh ada kok mas Hendri sudah pulang. Tapi sedang mandi."

Adzan maghrib berkumandang, matahari bergantian tugas  dengan rembulan.

" Sebelumnya maaf kalau tidak sopan. Saya tinggal sebentar dulu ya mas, jeng, dan nak Fira. Kami terbiasa sholat berjamaah. Silahkan dinikmati dulu camilannya, atau mau ikut kami sekalian."

" Eh..  Anu… itu… kami nanti saja di rumah."

" Baik kalau begitu."

Sita tersenyum mendengar jawaban Hendri. Ia pun segera meninggalkan para tamu itu karena pastinya Rama dan anak anaknya sudah menunggu.

15 menit berlalu akhirnya Rama kembali. Rama pun masih mengenakan sarung, baju koko dan peci nya.

" Maaf lho Hen lama."

" Ooh nggak apa apa."

" Ini ada apa ya sepertinya ada sesuatu yang penting."

Safira yang mendengar pertanyaan Rama tiba tiba tersenyum. Ia sungguh tidak sabar dengan apa yang akan dibicarakan daddynya.

" Begini Ram, aku bermaksud menjodohkan Safira dengan putramu Kai. Mereka sudah sama sama dewasa dan siap menikah. Bagaimana menurutmu Ram?"

" Aku tidak bisa memutuskan Hen, aku ini orang tua. Yang mau menikah adalah anakku jadi keputusannya ada di anakku. Dan sekarang anak laki laki ku yang sulung itu sedang tidak ada di rumah. Dia sedang melakukan perjalanan dan belum tahu kapan akan kembali. Baru tadi pagi berangkat."

" Apa??? Memangnya Kai pergi kemana Om."

" Maafkan Om Fira, Om sendiri tidak tahu kemana Kai pergi. Dia sama sekali tidak mengatakan kemana tujuannya."

Hendri seketika terdiam. Ada rasa malu yang menjalar di dadanya. Secara tidak langsung Rama menolak perjodohan ini.

" Baiklah kalau begitu Ram. Kami pamit dulu."

" Dad…"

" Ayo pulang Fira, Kai tidak ada di rumah. Kita akan datang kalau Kai sudah pulang."

" Iya Hend, kau benar datanglah saat Kai pulang dan tanyakan padanya nanti. Maaf Hend jika mengecewakanmu."

" Tidak apa apa Ram yang kau ucapkan memang benar. Kami permisi dulu."

Hendri beserta anak dan istrinya buru buru keluar dari rumah Rama. Rama pun bernafas lega.

" Huft… pas banget Kai tidak ada di rumah. Bisa jadi ini pertanda bahwa kita tidak akan pernah berbesanan Hend."

TBC

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

heran deh ... sholat Maghrib kan waktunya sebentar kok bisanya alasannya nanti di rumah emang keburu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-02-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

datang saat mo magrib...jelas ganggu org mo ibadah.../Smug//Smug/

2024-12-24

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

udah kelewat dong kalo nanti 😅

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!