MBH 20. Mimpi Kiran

Dalam kamarnya Kiran sungguh tidak bisa tidur. Berkali kali ia membolak balikkan tubuhnya. Ia juga sampai bergonta ganti posisi, namun matanya masih enggan menutup. Kata kata pria bule tadi sungguh membuatnya kesusahan tidur.

Kiran akhirnya bangun dari posisi tidurnya dan duduk di tepi tempat tidur. Ia melihat pantulan dirinya di cermin.

" Ya Allaah, jawaban seperti apa yang harus kuberikan kepada dia."

Kiran mengusap wajahnya kasar. Ia menggulung rambut panjang sepinggangnya itu lalu menuju ke kamar mandi.

Kricik….kricik….kricik….

Kiran mengambil air wudhu. Sepertinya gadis itu hendak mencari jawaban kegundahannya dengan bersujud kepada Tuhannya.

Kembali ke kamarnya, Kiran membentangkan sajadahnya dan memulai dua rakaat. Ia benar benar harus menemukan jawaban itu malam ini.

" Uhuk...uhukkk...uhuk…."

Suara batuk sang ibu menyadarkan Kiran dari perenungannya. Ia segera melepas mukenanya lalu melipat kembali bersama sajadah. Kiran segera berjalan menuju kamar sang ibu, namun sebelumnya ia ke dapur terlebih dulu untuk membawakan Sari air minum.

" Buk… ibuk batuknya tambah parah."

Kiran masuk ke kamar ibunya. Sari buru buru menyimpan sapu tangan yang sudah dipenuhi darah yang berasal dari mulutnya.

" Eh maaf nduk. Kamu jadi kebangun denger batuk ibu."

Kiran mendekat dna duduk di pinggir tempat tidur sang ibu. Ia kemudian menyerahkan segelas air putih untuk Sari.

" Ndak kok buk… Kiran juga belum tidur."

Sari melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Sari pun mengerutkan keningnya.

" Apa yang jadi pikirmu nduk, jam segini kok belum tidur."

" Ndak ada apa apa buk. Lagi tidak bisa tidur aja."

Kiran tersenyum kikuk. Ia kemudian memijat kaki sang ibu.

" Ibu tidur lagi, Kiran temani ibuk ya."

Sari mengangguk, namun ia menarik tangan sang putri untuk berbaring di sebelahnya.

" Sini, tidak usah memijat ibu. Tidurlah di sebelah ibu."

Kiran mengangguk, ia kemudian beringsut naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sebelah sang ibu. Sari membelai lembut rambut panjang putrinya. Ia menatap wajah Kiran dengan seksama.

" Nduk. Ibu kangen sama bapak mu."

" Sama buk. Kiran juga kangen sama bapak."

Keduanya memejamkan matanya dan lambat laun mereka sudah terbuai ke alam mimpi.

Kiran berada di sebuah sabana yang dipenuhi dengan bunga bunga. Ia duduk sendiri disana namun tiba tiba seseorang datang dan duduk di sebelahnya. Kiran tersenyum kepada orang tersebut.

Di depannya tampak seorang pria yang sangat ia kenal. Pria itu mengenakan pakaian serba putih dan wajahnya tampak bersinar.

" Bapak…."

Pria yang ia panggil bapak itu menoleh dan tersenyum. Ia mengulurkan tangannya seperti tengah menunggu seseorang. Kiran hendak berdiri dan menyambut uluran tangan sang ayah, namun seseorang di sebelahnya menahan tangannya. 

Dari arah belakang muncul Sari, sang ibu berjalan melewati Kiran dan menyambut uluran tangan Prapto suaminya. Sari menengok sejenak kepada Kiran dan mengucapkan sesuatu.

" Tinggalah bersama nya nduk, dia orang yang baik. Kamu pasti akan bahagia. Ibu akan ikut dengan bapakmu. Hiduplah dengan bahagia."

" Bapak… ibu… jangan tinggalkan Kiran."

Kedua orang tuanya tersenyum sejenak ke arah sang putri tapi setelah itu mereka berjalan semakin menjauh. Kiran hendak mengejar namun tubuhnya direngkuh oleh seseorang yang berada disampingnya. Orang tersebut memeluk Kiran dengan begitu erat, Kiran hanya bisa menangis di pelukan orang tersebut.

" Astagfirullaah…. Mimpi apa tadi. Mengapa dia ada di mimpiku. Bapak… tadi itu bapak dan ibu."

Kiran bangun dengan peluh bercucuran. Ia segera melihat ke arah sang ibu. Saking takutnya Kiran sampai menaruh jarinya di bawah hidung sang ibu memastikan bahwa ibunya masih bernafas.

" Alhamdulillaah ya Allaah ibu masih ada bersama ku."

Kiran membuang nafasnya penuh dnwgna kelegaan. Ia segera menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan dua rakaat yang sudah terlambat. 

" Astagfirullaah udah setengah 6."

Kiran berencana membangunkna ibunya setelah selesai sholat subuh. Namun ternyata sang ibu sudah bangun terlebih dulu saat Kiran keluar kamar mandi.

" Baru Kiran mau bangunin ibuk."

" Ndak apa apa. Ibu sudah bangun, cepat subuh dulu keburu siang. Ibuk juga mau buru buru."

Kiran mengangguk, namun ia merasa sedikit aneh. Ibu nya terlihat sangat sehat dan bersemangat. 

🍀🍀🍀

Hari ini sesuai rencana Kiran untuk libur berjualan. Ia duduk termenung di teras rumahnya sambil nunggu tukang sayur lewat. Kiran masih memikirkan mimpinya tadi malam.

" Sebenarnya apa maksud dari mimpiku itu. Mengapa dia bisa muncul di mimpiku, dan mengapa ibu sepertinya memintaku untuk bersamanya. Huft…."

" Kenapa nduk kok sepertinya ada yang dipikirin."

" Eh… ndak kok buk. Ndak ada apa-apa."

" Kalau begitu temani ibuk jalan jalan saja yo."

Kiran mengangguk. Ia kemudian berdiri dan memenuhi keinginan sang ibu untuk berjalan jalan. Ibu dan anak itu berjalan beriringan mengelilingi kampung.

Sepanjang jalan Sari tersenyum sambil melihat pemandangan sekitar. Sesekali ia menghirup udara basah pagi dengan dalam dan membuangnya perlahan. Kiran sekilas melirik ke arah sang ibu. Meskipun ia sedikit aneh dengan tindakan ibu nya namun Kiran tersenyum melihat sang ibu tersenyum.

" Assalamualaikum Kiran dan ibu."

" Waalaikumsalam."

Sari tersenyum melihat Kai menyapa mereka. Ia pun tersenyum kepada pemuda berwajah bule itu.

" Lho kamu nggak jualan Kiran?"

" Ndak bang, hari ini mau nemenin ibuk aja di rumah. Abang dari mana?"

" Habis beli bumbu, ada yang kurang tadi.'

" Abang masak?"

Kai mengangguk lalu tersenyum. Senyum yang membuat Kiran merasa ada yang beterbangan di dadanya.

" Kiran dan ibu sudah sarapan belum, ayo mampir ke rumah."

Tanpa menunggu persetujuan dari Kiran, Kai sudah menggamit lengan Sari dan menuntunnya menuju ke rumah. Melihat Sari membuatnya rindu kepada sang mommy.

Sari hanya tersenyum dan menurut dengan Kai. Kiran tercengang melihat adegan di depannya. Mau tidak mau ia mengekor Kai dan Ibu nya.

" Nah… Silahkan duduk dulu. Maaf berantakan."

Kai meminta Kiran dan Sari untuk duduk di ruang tamu. Sedangkan dia kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.

Kiran melihat sekeliling. Gadis itu takjub, rumah Kai sungguh rapi untuk ukuran seorang pemuda lajang.

10 menit berlalu, Kai keluar membawa nampan yang berisi nasi dan masakan yang ia buat. Pagi ini Kai memasak ayam lada hitam yang ditumis dengan bawang bombay, pria bule itu juga membuat capcay dan dilengkapi dengan tahu dan tempe goreng.

Kiran dan Sari sungguh terkejut dengan apa yang dihidangkan oleh Kai.

" I-ini abanh semua yang masak sendiri?"

" Kalau bukan abang sendiri terus siapa, abang di sini kan sendiri."

Kiran hanya mengangguk. Kai pun mengambilkan nasi untuk Ibu Sari. 

" Cukup nak, terimakasih."

" Makanlah bu, semoga enak heheh."

" Bismillaah."

Sari menyendokkan nasi beserta lauk pauk itu ke mulutnya. Ia pun terdiam sejenak lalu tersenyum.

" MasyaaAllaah ini enak sekali nak. Kamu pintar memasak."

" Alhamdulillah kalau enak. Silahkan dimakan bu."

Sari kembali memakan makanannya. Dan Kiran ia menyendokkan nasi untuk Kai.

" Ini bang, abang juga makan. Masa orang yang masak malah tidak makan."

Kai mengangguk, hal sederhana seperti ini membuatnya tersenyum bahagia.

Semoga selalu bisa menyendokkan ku nasi setiap aku ingin makan Kiran.

TBC

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

kayak udh suami istri ya pemirsah .../Proud//Proud/

2024-12-24

0

Ima Kristina

Ima Kristina

mimpi Kiran seperti nyata

2025-02-09

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

semoga yg kamu semogakan segera di semogakan ya Kai..

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!