MBH 04. Membujuk Si Bungsu

Malam harinya saat tengah makan malam Si bungsu Ana masih diam seribu bahasa. Ia pun menyelesaikan makan malam lebih dulu dan langsung masuk kamar tanpa mengucapkan apapun.

" Huft…." Kai membuang nafasnya dengan sangat berat melihat adik bungsunya masih ngambek.

" Akhza sama Abra sudah bicara sama adek?"

" Sudah mom. Tapi ya gitu malah marah marah dan berakhir ngambek."

" Iya mom. Kak Ahza sampe pusing ngasih taunya."

Akhza mengangguk membenarkan omongan Abra.

" Bang… coba abang yang ngomong. Adek kan emang gitu. Udah gede tapi tetep aja kayak anak kecil."

" Baik yah."

Kai akhirnya bangkit dari duduknya dan hendak menyusul Ana ke kamar. Padahal makanannya masih tersisa separo yang belum di makan.

" Bang… makan dulu."

" Nanti aja mom. Abang bicara dulu sama adek."

Pemuda 27 tahun itu berjalan sedikit gontai menuju kamar si bungsu, ia sebenarnya sudah tidka berselera makan melihat snag bungsu yang cemberut. Anandita Senja Abinawa, adik bungsu dan perempuan satu satunya di kediaman ayah Rama itu memanglah sangat manja kepada si sulung. Bagi Ana, Kai adalah superheronya. Bahkan ayah Rama berada di urutan nomor dua setelah Kai.

Tok...tok...tok….

" Adeek… Ana… Abang masuk ya."

Tidak ada jawaban dari Ana tapi Ana sengaja tidak mengunci pintunya. Ia tahu abang nya pasti akan mendatangi kamarnya.

Kamar gadis 20 tahun itu tertata rapi. Beberapa buku tersusun rapi di rak buku. Bukan kamar Ana tidak seperti kamar gadis gadis lain yang didominasi warna soft, kamar Ana lebih berwarna monokrom. Ya gadis itu menyukai warna warna netral seperti hitam dan putih. Namun sikap manjanya di rumah sungguh tidak sesuai dengan kesukaan warna nya.

Kai duduk di ujung tempat tidur. Ia mendesah kan nafasnya dengan berat.

" Adek… Ana marah sama abang?"

" Abang nggak sayang Ana lagi. Abang mau pergi. Abang mau ninggalin Ana. Hu…. Hu…. Hu…"

Ana mulai menangis. Sungguh ia tidak ingin Kai pergi.

" Adek dengerin abang. Adek sekarang umurnya berapa?"

" 20 tahun."

" 20 tahun itu sudah punya KTP kan, adek juga udah aqil baliq kan?"

Ana mengangguk, ia paham arah bicara Kai.

" Adek itu sudah gede, sudah dewasa, sekarang juga udah kuliah. Ana nggak bisa terus tergantung sama Abang. Suatu hari abang juga akan menikah dan punya keluarga sendiri. Begitu juga dengan Ana. Ana juga akan menikah dan punya keluarga sendiri. Ana harus belajar mandiri dan tidak tergantung sama abang, kak Akhza, ataupun mas Abra."

Ana termangu, semua yang dikatakan oleh abangnya benar. Dia tidak selamanya berada di rumah ini sebagai gadis kecil. Suatu hari dia pun akan keluar dari rumah ini dan mengikuti suaminya.

" Ana tahu bang.. Tapi kenapa abang harus pergi?"

" An… abang hanya ingin refreshing sebentar, abang terlalu lelah dengan pekerjaan. Apakah tidak boleh?"

" Ya boleh sih."

" Lalu…?

Ana menghapus air matanya lalu bangkit dan memeluk Kai.

" Maafin Ana ya.. Ana terlalu egois. Abang juga punya kehidupan sendiri. Selama ini abang selalu melindungi kami dan menjaga kami. Bersenang senang lah bang.."

" Gadis pintar. Kalau abang sedang tidak dirumah jaga mommy ya. Bantu bantu mommy masak. Ana perempuan harus bisa melakukan pekerjaan perempuan juga."

Ana mengangguk. Kedua kakaknya yang lain pun masuk ke kamar. Ternyata sedari tadi mereka mencuri dengar di depan pintu kamar Ana.

" Alhamdulillah gadis manja ini sudah sedikit bisa dewasa."

" Mas Abra apa an sih."

Ana mengerucutkan bibirnya. Dan semua tertawa dengan tingkah Ana.

" Bagaimana kalau kita semua tidur di sini malam ini."

" Boleh… usul Akhza sangat bagus. Abang akan tidur di sini bersama kalian, seperti dulu."

Kini keempat putra putri Rama dan Sita itu merebahkan tubuh mereka di ranjang milik si bungsu. Mereka mengulang lagi masa kecil mereka yang selalu rusuh ingin tidur di kamar Kai.

" Dulu kita sering banget ya ngungsi di kamar abang." Ucap Akhza.

" Iya… Sampai sampai abang harus ganti kasur yang lebih gede biar bisa nampung kita hahahah."

" Mas Abra masih inget aja. Tapi besok abang mau pergi. Hiks…"

Ana mulai menangis lagi. Meskipun bibirnya mempersilahkan Kai untuk pergi tapi hatinya sungguh berat.

Kai mengusap kepala adik bungsunya itu.

" Sudah sudah.... Abang kan nggak pergi berperang. Abang ini mau liburan tapi versi backpacker alias low budget."

Semua tertawa bersama. Mereka saling bercerita mengenai kegiatan kampus mereka. Mereka juga mengenang masa kecil mereka. Hingga keempat nya tertidur. Dan kali ini Kai pun benar benar tertidur.

Rama dan Sita yang dari tadi berada di luar kamar hanya saling melempar senyum mendengarkan cerita anak anak mereka. Sesaat Sita meneteskan air matanya karena haru.

Cekleek…

Rama membuka perlahan pintu kamar putri bungsunya dan berjalan masuk bersama sang istri. Mereka melihat pemandangan yang membuat hati mereka tersentuh.

" Dulu saat mereka kecil aku pernah berkata agar mereka bisa selalu akur selamanya. Dan alhamdulillah sungguh senang bisa melihat mereka seperti ini."

" Iya sayang, di usia kita yang sudah setengah abad mereka selalu akur begini. Dan bagi kita mereka tetaplah anak anak kecil."

Sita mengangguk, ia merasa waktu berjalan begitu cepat. Terkadang Sita berpikir ingin mereka tetaplah kecil.

🍀🍀🍀

Waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Kai terbangun dari tidurnya. Ia melihat ketiga adiknya bergantian dan mencium pucuk kepala mereka satu persatu. Kai turun perlahan,  membenarkan selimut ketiganya lalu menaikkan suhu pendingin udara.

Ia berjalan pelan menuju kamarnya. Mengambil air wudhu di kamar mandi dan  membentangkan sajadahnya untuk sholat malam 2 rakaat. 

" Ya Allaah lindungilah keluarga hamba disaat hamba tidak ada bersama mereka. Aamiin."

Kai kembali melipat sajadahnya dan kini ia sudah berada di meja kerjanya. Kai membuka laptop miliknya dan menulis di situs official milik Mr. sun.

Hi everyone

This is Mr. Sun, I just want to say that for a while I will be on hiatus. So if you need my help you can message me via email. And I'll reply when I get back.

Thanks, see you soon.

Klik, Kai menekan tombol enter untuk memposting tulisan nya. Ia langsung mematikan laptopnya dan menyimpannya di dalam nakas. Ia mematikan smartphone dan tab miliknya juga lalu menyimpannya bersama dengan laptop.

"Huft…. The journey has begun."

Kai merebahkan tubuhnya kembali. Lalu tiba tiba dia mengingat sesuatu. Kai mengambil smartphone miliknya dan menyalakan. Ada hal yang harus dilakukan sebelum memulai perjalanannya.

" Hallo Silvya…"

" Astaga Kai....  Kau benar benar ya. Apa kau tidak tahu ini jam berapa."

" Sorry,... Apa kau masih membuka jasa keamanan?"

" Maksudmu?"

" Maksudku apa kau masih memiliki orang orang yang bisa mengamankan orang lain dari gangguan penjahat misalnya."

" Hahahha… dasar kau. Masih lah."

" Bolehkah aku minta beberapa orang mu untuk mengawal keluargaku. Aku akan pergi beberapa saat."

" Oke… bisa."

" Good thankyou Q."

" Sama sama Mr. Sun."

Kai mematikan ponselnya. Kini dia bisa bernafas lega. Keluarganya akan aman jika berada di tangan Q. Ia lalu merebahkan tubuhnya kembali. Sejenak memejamkan mata sebelum pagi menjelang.

TBC

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

Kai emang tekatnya dah bulat dan niat....hati hati ya nak /Sweat//Sweat/

2024-12-24

0

Ima Kristina

Ima Kristina

muga perjalanan KAI menyenangkan ya ..../Drool//Drool/

2025-02-09

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

hhh seenggaknya kamu bawa hp, laptop dan ATM mu kai.. biar orang rumah ga khawatir 🤦‍♀️

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!