MBH 11. Ikan Lele

Kiran turun di sebuah pertigaan. Kai yang memang buta arah dan buta lokasi karena memang baru pertama kali melihat daerah tersebut akhirnya ikut turun.

" Lho, abang mau kemana?"

" Mau ikut kamu."

" Heh… Apa. Bang Kai jangan bercanda. Saya mau pulang?"

" Ya sudah saya ikut pulang."

Kiran sungguh dibuat pusing dengan tingkah laku Kai yang ingin ikut dengannya pulang. Pria yang baru ditemuinya ini sungguh bertingkah aneh.

Hahaha apa reaksi triplet ya ngeliat aku ngebuntutin cewek begini. Kiran ini kayaknya umurnya nggak jauh dari Ana. Monolog Kai dalam hati sambil terus tersenyum melihat Kiran yang kebingungan dengan tingkahnya.

Ya Allaah ini bule ngapain sih ikut. Emangnya aku induk ayam apa diikuti begitu,batin Kiran.

Kiran sempat mengomel dalam hati, namun akhirnya ia mengacuhkan Kai yang mengikutinya berpindah angkot.

Hingga sampai di sebuah pasar, Kai tetap mengikuti Kiran turun dan bahkan mengikuti Kiran yang tengah berbelanja.

" Kiran, bule ngendi kui sek mbok gowo ( bule mana yang kamu bawa)"

" Mboten ngertos mbah, niku teko ngetutke kulo ( tidak tahu nek, dia tiba tiba ngikutin saya)." 

Kiran acuh terhadap Kai yang mengikutinya. Sampai terdengar bunyi perut dari Kai.

Kruk… kruk….kruuuuk

" Abang lapar?"

Kai mengangguk malu dan nyengir kuda memperlihatkan gigi giginya. Kiran yang tidak tega pun mengajak pria bule itu makan di warung nasi padang.

Kiran memesan makanannya sendiri, lalu Kai pun ikut memesan.

" Mas, saya lauknya ikan lele aja ya"

" Uhuk...uhuk.."

Kiran yang sedang minum tiba tiba tersedak. Ia sungguh terkejut bule ynag bersama nya itu tahu ikan lele.

" Kiran hati hati minumnya."

Kai bergerak cepat menepuk punggung Kiran. Namun saat sadar Kai langsung menarik tangannya kembali.

" Maaf Kiran saya reflek."

" Ndak pa pa bang. Terimakasih. Oh iya bang, abang kok tahu ikan lele."

" Lah ya tau lah, masa orang indonesia nggak tahu lele. Lagian mom eh maksudku ibu aku suka masak itu, ayahku juga suka makan ikan lele."

" Ooh…."

Kiran hanya ber oh ria mendengar penjelasan Kai. Bahkan kini ia terkejut melihat bule itu makan nasi padangnya dengan tangan.

Ini bule, bule kampung kali ya. Dia beneran indonesia banget, batin Kiran.

" Jangan liatin saya terus. Saya tahu saya ganteng  tapi kamu nggak akan kenyang kalau cuma liatin saya."

Kiran memutar bola matanya malas. Pria yang baru saja ia temui ini benar benar narsis. Sedangkan Kai dia sangat heran mengapa dirinya bisa membuat selorohan seperti itu di depan kiran.

Keduanya selesai makan, Kai pun menuju ke kasir untuk membayar makanannya.

" Sudah saya bayar."

" Tapi bang…."

Kai melenggang keluar meninggalkan Kiran yang masih bengong di sana. Kiran pun menyusul Kai. Gadis berhijab itu masih tidak enak karena makanannya dibayarkan oleh Kai.

" Sudah nggak usah merasa tidak enak. Saya hanya pengen ikut kamu. Di daerahmu ada kos kos an nggak."

" Ehmmm kalau kos kos an nggak ada bang. Tapi kalau rumah dikontrakkan ada."

" Oke… kita langsung ke sana."

Kai sungguh bersemangat, dia bahkan membawakan bakul Kiran. Kiran hanya menatap heran, namun dia tidak mau berkata banyak.

🍀🍀🍀

" Sari… metu koe ( Keluar kamu)!!"

" Tck… paling bulek tidur buk."

Wanita paruh baya dan seorang gadis terus menggedor gedor pintu rumah Kiran. Kiran yang baru saja datang sangat geram dengan ulah ibu dan anak itu.

" Bude Mar sama mbak Riati ini kalo nggak ganggu aku sama ibu sehari aja kayak e nggak puas ya."

" Tck… rondo ne gek teko ( janda nya baru datang). Aku kesini mau nagih utang?"

" Utang? Sejak kapan ibu sama aku lunya utang ke budhe?"

Kai yang melihat perdebatan yang ia yakini adalah bibi dan keponakan itu hanya diam saja. Ia merasa bukan saatnya untuk ikut campur. Sejenak Kai ingin melihat bagaimana cara gadis berhijab tersebut menyelesaikan masalahnya.

" Halah, nggak usah ngelak kamu. Waktu kapan kamu pinjam buat berobat ibu mu itu dari mana kalau nggak minjem ibu ku."

" Mbak Ria iki durung tuo neng wes pikun ( mbak Ria ini belum tua tapi sudah pikun), kemarin sudah aku kasih kan. Nih lihat ini buktinya!"

Kiran mengeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan sebuah foto. Foto tersebut adalah foto saat dirinya menyerahkan uang kepada sang budhe. Kiran sudah tau hal seperti ini bakalan terjadi, maka dari itu Kiran sudah bersiap siap. 

Kai kagum dengan ketenangan gadis berhijab di depannya itu dalam menghadapi masalah. Kai juga tidak menyangka Kiran sudah menyiapkan bukti untuk menutup mulut dua wanita tersebut. 

" Oh sudah to… huh… yo wes… ayo Ria kita pulang."

Ibu dan anak itu melengos lalu meninggalkan rumah Kiran. Sejenak Ria melirik ke arah Kai. Namun Kai acuh. Bahkan ia tidak melihat Ria sedikitpun.

" Buk, ada bule ganteng banget buk. Siapa yo?"

" Mbuh Ri, ora urus. Ayo cepet pulang."

Kiran bernafas lega saat bude dan kakak sepupunya itu pergi meninggalkan rumah nya.

" Kamu hebat Kiran bisa mengatasi mereka dengan tenang."

" Haish… udah kenyang aku bang sama mereka jadi udah tau triknya."

" Mereka itu…."

" Budeku sama kakak sepupuku. Dia itu kakak almarhum ayahku."

" Maaf Kiran, aku nggak bermaksud."

" Nggak pa pa Bang. Oh iya duduk dulu, maaf aku nggak bisa membawa abang masuk ke rumah. Takut jadi fitnah."

Kai tersenyum, ia mengangguk. Kiran memang gadis yang luar biasa. Ia pun menjatuhkan bokongnya di sebuah kursi kayu di depan rumah Kiran sambil menikmati pemandangan sekitar.

" Ayo bang, aku antar ke tempat orang yang mau ngontrakin rumahnya."

" Okeh…"

Mereka berdua berjalan beriringan. Banyak pasang mata yang melihat Kai dan Kiran. Bisik bisik tetangga pun dimulai. Banyak omongan yang tidak mengenakkan di dengar Kai dan Kiran.

" Laaah sopo meneh kui ( siapa lagi itu)?"

" Ganti meneh lanangane ( ganti lagi cowoknya)?"

" Huh… dasar rondo ganjen ( janda ganjen)."

Kai geram dengan ucapan ucapan yang dilontarkan para tetangga itu. Sejenak hal tersebut mengingatkannya pada kisah sang mommy.

" Kamu tidak menjawab mereka?"

" Biarkan bang, tanganku cuma dua tidak bisa menutup mulut mereka semua. Tapi paling tidak aku bisa menutup telinga ku dari omongan mereka dengan kedua tanganku ini."

Lagi lagi Kai kagum dengan pola pikir gadis di sampingnya ini. Jika gadis seusianya masih memiliki emosi yang meledak ledak tapi Kiran, dia bisa tenang dalam menghadapi masalah yang ada di depannya.

Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke rumah yang disewakan. Kiran pun memanggil si empunya rumah.

" Assalamualaikum Pak… Pak No… "

" Waalaikum salam piye nduk."

" Ini Pak No, ada yang mau ngontrak rumah Pak No."

" Oh iyo, mrene mrene mlebu sik ( sini sini masuk dulu) dilihat sik mas."

Kai ikut masuk, ia melihat isi rumah tersebut. Rumahnya memang agak sedikit besar untuknya tinggal sendirian. Namun tidak apa apa paling tidak dia ada tempat untuk tinggal.

" Maaf pak berapa per tahunnya ya? Kalau saya ambil bayar bulanan apakah boleh?"

" Ndak pa pa mas bule, pertahunnya 3,5 juta. Kalau perbulan ya tinggal dibagi aja."

" Ini pak saya kasih bapak 500 ribu dulu untuk bulan ini."

" Walah ini kebanyakan."

" Nggak apa apa pak. Kalau saya betah saya akan sewa untuk 6 bulan."

Pria bernama pak No itu tersenyum lalu mengangguk. Ia senang pria berwajah bule di depannya itu sangat sopan dan baik.

Setelah transaksi selesai Kiran pun meninggalkan Kai di rumah tersebut. Kai pun menuju kamar, beruntung di sana sudah ada tempat tidur dan kasurnya. Ia lalu menaruh ranselnya di meja lalu duduk ditempat tidur.

" Rumahnya bersih, sepertinya selalu dibersihkan tiap hari. Bahkan tidak ada debu. Baiklah Kai, kehidupan menjadi pemuda desa dimulai dari sekarang."

TBC

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

emang ada ya cowok model KAI di dunia nyata... kayaknya gak ada hehehe

2025-02-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

Kai /Kiss//Kiss//Kiss/

2024-12-24

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

dr awal si Kai udah tertarik dgn Kiran di tambah nasib Kiran yg janda dan selalu di pandang sebelah mata juga selalu bergelud dgn fitnah dr org² sekitarnya, membuat Kai teringat dgn kisah hidup mom Sita dulu dan kemungkinan ini yg membuat Kai ingin melindungi Kiran ya..?? 🤔🤔

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 MBH 01. Abang Mau Kemana
2 MBH 02. Mengatakan Maksud
3 MBH 03. Rencana Perjodohan
4 MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5 MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6 MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7 MBH 07. Bang Bule
8 MBH 08. Kriteria Istri Abang
9 MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10 MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11 MBH 11. Ikan Lele
12 MBH 12. Selepas Kata Akad
13 MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14 MBH 14. New Job
15 MBH 15. Kado Cantik
16 MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17 MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18 MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19 MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20 MBH 20. Mimpi Kiran
21 MBH 21. Ke Rumah Sakit
22 MBH 22. Pergilah Buk
23 MBH 23. Tidurlah Sayang
24 MBH 24. Bule Kere
25 MBH 25. Ulah Riati
26 MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27 MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28 MBH 28. Pertama
29 MBH 29. Katahuan
30 MBH 30. Rencana Triplet
31 MBH 31. Nasehat Sita
32 MBH 32. Dia Istri Abang
33 MBH 33. Aksi Ana
34 MBH 34. Ke Kota J
35 MBH 35. Banyak Berdoa
36 MBH 36. Keinginan Kiran
37 MBH 37. Sore Pertama
38 MBH 38. Ancaman Kai
39 MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40 MBH 40. Berat
41 MBH 41. Mengumumkan Istri
42 MBH 42. Kabar Tersebar
43 MBH 43. Bermunculan
44 MBH 44. Jambreeeeeet
45 MBH 45. Terkejut
46 MBH 46. Proyek Baru
47 MBH 47. Amanat
48 MBH 48. kedatangan Tamu
49 MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50 MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51 MBH 51. Pelajaran
52 MBH 52. Kehebohan di Butik
53 MBH 53. Kedatangan Tamu
54 MBH 54. Pemuda Malang
55 MBH 55. Keresahan Kai
56 MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57 MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58 MBH 58. Cendol Dawet
59 MBH 59. Mulai Terdeteksi
60 MBH 60. Fast and Farious
61 MBH 61. Trik Kai
62 MBH 62. Good News
63 MBH 63. Bermain Drama
64 MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65 MBH 65. Rapat Perusahaan
66 MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67 MBH 67. Ummi dan Abi
68 MBH 68. Akhirnya Keluar
69 MBH 69. Adik Baru
70 MBH 70. Black Hacker
71 MBH 71. Mengunjungi
72 MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73 MBH 73. Ingin Hamil Juga
74 MBH 74. Ucapan Terimakasih
75 MBH 75. Pertunjukan Pagi
76 MBH 76. Strategi
77 MBH 77. Menampakkan Diri
78 MBH 78. Kemunculan Kai
79 MBH 79. Rasa Kai
80 MBH 80. Kedatangan Soraya
81 MBH 81. kemarahan Hugo
82 MBH 82. Taktik Hugo
83 MBH 83. Are You Ok?
84 MBH 84. Keserempet Motor
85 MBH 85. Rumah Sakit
86 MBH 86. Di Panti
87 MBH 87. Rindu Rumah
88 MBH 88. Kota S
89 MBH 89. Kota M
90 MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91 PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS
Episodes

Updated 91 Episodes

1
MBH 01. Abang Mau Kemana
2
MBH 02. Mengatakan Maksud
3
MBH 03. Rencana Perjodohan
4
MBH 04. Membujuk Si Bungsu
5
MBH 05. Apa Hebatnya Kai?
6
MBH 06. Sudah Bukan Jamannya
7
MBH 07. Bang Bule
8
MBH 08. Kriteria Istri Abang
9
MBH 09. Dua Sisi Berbeda
10
MBH 10. Assalamualaikum Ukhty......
11
MBH 11. Ikan Lele
12
MBH 12. Selepas Kata Akad
13
MBH 13. Jangan Ganggu Wanitaku
14
MBH 14. New Job
15
MBH 15. Kado Cantik
16
MBH 16. Cintamu Neraka Bagiku
17
MBH 17. Apakah Jodohku Sudah Dekat?
18
MBH 18. Lamaran Tak Terduga
19
MBH 19. Ku Mulai Dengan Bismillaah
20
MBH 20. Mimpi Kiran
21
MBH 21. Ke Rumah Sakit
22
MBH 22. Pergilah Buk
23
MBH 23. Tidurlah Sayang
24
MBH 24. Bule Kere
25
MBH 25. Ulah Riati
26
MBH 26. Miskin Ilmu, Miskin Adab
27
MBH 27. Dulu Keyboard Sekarang Panci
28
MBH 28. Pertama
29
MBH 29. Katahuan
30
MBH 30. Rencana Triplet
31
MBH 31. Nasehat Sita
32
MBH 32. Dia Istri Abang
33
MBH 33. Aksi Ana
34
MBH 34. Ke Kota J
35
MBH 35. Banyak Berdoa
36
MBH 36. Keinginan Kiran
37
MBH 37. Sore Pertama
38
MBH 38. Ancaman Kai
39
MBH 39. Mari Menjadi Kuat Bersama
40
MBH 40. Berat
41
MBH 41. Mengumumkan Istri
42
MBH 42. Kabar Tersebar
43
MBH 43. Bermunculan
44
MBH 44. Jambreeeeeet
45
MBH 45. Terkejut
46
MBH 46. Proyek Baru
47
MBH 47. Amanat
48
MBH 48. kedatangan Tamu
49
MBH 49. Ikuti Saja Dulu
50
MBH 50. Kecil Cabe Rawit
51
MBH 51. Pelajaran
52
MBH 52. Kehebohan di Butik
53
MBH 53. Kedatangan Tamu
54
MBH 54. Pemuda Malang
55
MBH 55. Keresahan Kai
56
MBH 56. Ikut Ke Perusahaan
57
MBH 57. Memancing Kekuatan Lain
58
MBH 58. Cendol Dawet
59
MBH 59. Mulai Terdeteksi
60
MBH 60. Fast and Farious
61
MBH 61. Trik Kai
62
MBH 62. Good News
63
MBH 63. Bermain Drama
64
MBH 64. Orang Dari Masa Lalu
65
MBH 65. Rapat Perusahaan
66
MBH 66. Malaikat Tak Bersayap
67
MBH 67. Ummi dan Abi
68
MBH 68. Akhirnya Keluar
69
MBH 69. Adik Baru
70
MBH 70. Black Hacker
71
MBH 71. Mengunjungi
72
MBH 72. Rencana Pertama Berhasil
73
MBH 73. Ingin Hamil Juga
74
MBH 74. Ucapan Terimakasih
75
MBH 75. Pertunjukan Pagi
76
MBH 76. Strategi
77
MBH 77. Menampakkan Diri
78
MBH 78. Kemunculan Kai
79
MBH 79. Rasa Kai
80
MBH 80. Kedatangan Soraya
81
MBH 81. kemarahan Hugo
82
MBH 82. Taktik Hugo
83
MBH 83. Are You Ok?
84
MBH 84. Keserempet Motor
85
MBH 85. Rumah Sakit
86
MBH 86. Di Panti
87
MBH 87. Rindu Rumah
88
MBH 88. Kota S
89
MBH 89. Kota M
90
MBH 90. Assalamu'aliakum Twins K ( Final Chapter)
91
PROMO NOVEL BARU : MENGAPA MENIKAH? BY IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!