Larangan Aiden dan Pesan dari Kintan

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Setelah berbelanja seharian, kini para wanita terlihat sudah berkumpul di rumah.

Jika Airein dan Lyla sedang terlihat santai melihat barang - barang mereka yang baru saja di beli, berbeda dengan Freya dan Stella yang sedang sibuk di dapur mengecek dan mengicip semua masakan makan malam yang sudah di buat oleh Koki khusus di sana.

“Sudah jam berapa Fre?” Tanya Stella pada menantunya, karena dia sedang sibuk melihat dan memeriksa setiap detail makanan yang akan di hidangkan untuk seluruh keluarganya.

“Sudah jam 6 lewat 40 Mah,” jawab Freya, sambil membantu menyiapkan meja makan yang sebentar lagi akan di gunakan.

“Waahhh, wahh, anak papah sudah pulang,” tegur Aiden, ketika melihat putrinya yang sudah duduk dengan manis di ruang keluarga bersama dengan Aunty dan keluarga yang lainnya.

“Iya Pah, Lyla capek banget,” sahut Lyla dengan senyum manisnya.

Aiden yang tadinya berdiri di samping Lyla, kini beralih untuk mengambul tempat duduk di samping Lyla. “Belanja apa saja sayang?” Tanya Aiden pada putrinya, sambil ikut melihat baju dan barang yang di keluarkan oleh Lyla dan juga Airein.

“Beli banyak baju musim panas sih Pah, karenakan Lyla mau liburan ke Indonesia.” Jawab Lyla dengan menunjukkan wajahnya yang sangat - sangat gembira.

“Liburan?” Sahut Aiden, bertanya pada putrinya, liburan seperti apa yang sedang di maksud Lyla.

“Iya Papah, liburan.”

“Eh bukan liburan sih jatuhnya, tapi pulang kampung Pah,” jelasnya pada Aiden.

Mendengar hal itu Aiden langsung menyeritkan keningnya singkat, dan menatap ke arah kakaknya. “Jia - jia, yang ajak dia ya?” Tanya Aiden, kali ini pertanyaan itu di tujukan untuk kakaknya.

“No, Lyla sendiri yang mau,” jawab Airein, membantah tuduhan adiknya yang selalu saja berburuk sangka kepadanya.

“Mami benar Pah, Lyla sendiri yang mau liburan ke sana, Mami tidak ada mengajak.” Lyla menoleh ke arah Papahnya, memberikan pengertian pada Papahnya itu adalah tugasnya untuk saat ini.

“Tapi Papah tidak pernah mengatakan soal liburan sayang, Papah masih ada -“

“Papah, Lyla tahu kesibukan Papah, jadi Lyla akan pulang bersama dengan Nenek dan Mami, sedangkan Papah akan tinggal di sini sama Mamah, nanti usia kandungan Lyla 6 bulan baru Lyla pulang.” Jelasnya pada Aiden.

“Tidak sayang, please untuk sekarang jangan dulu ya, nanti Lyla kalau mau pulang tunggu Mamah dan Papah Free, oke sayang,” Aiden tidak mengizinkan putrinya untuk pergi tanpa orang tuanya.

Membuat Lyla bersedih dan menatap ke arah Maminya. “Baiklah, tapi nanti Papah janji akan bawa Lyla liburan ke sana.” Lyla tidak mau membuat Papahnya sedih, karena dirinya yang memaksakan kehendak.

Dia juga tahu seberapa khawatirnya Papahnya sama dia, makanya meskipun Lyla sangat ingin sekali pergi, tapi karena Papahnya melarang maka Lyla tidak akan pergi.

“Ayo - ayo, makan malam sudah siap.” Panggil Freya, pada seluruh keluarga yang sudah berkumpul di ruang keluarga agar segera ke meja makan sekarang juga karena khawatir makanannya akan dingin.

“Yuk - yuk, makan dulu.” Ajak Lyla pada Papah dan juga auntynya.

***

Sedangkan di sisi lain, Griffin dan Historia kini terlihat sedang berada di kamar mereka untuk istirahat.

Karena saat ini di Korea sudah menunjukkan waktu 4 subuh, jadi sangat wajar jika Historia masih tertidur. Apa lagi tadi si Baby sudah di jenguk oleh Papahnya, membuat Historia kelelahan dan kini tertidur lelap.

Sedangkan Griffin, karena dirinya merasa tidak bisa tidur lagi. Dia memilih untuk bekerja saja. Melihat angka investasi yang sedang naik.

Griffin juga tadi meminta resepsionis untuk membawakan Coffee panas untuknya. Jadi kini dia bisa merasa santai dengan duduk di balkon kamar hotelnya itu sembari menyesap coffeenya sembari menikmati pemandangan subuh di Negara itu.

Dengan santai Griffin melihat ke arah laptopnya, sambil sesekali melihat pemandangan.

Centrrrenggggg, sebuah notifikasi email masuk ke dalam akunnya.

Griffin melihat sejenak, namun dia tidak mengenali akun email yang masuk itu. Sampai akhirnya Griffin memilih untuk membukanya.

*📧*Anonymous_qatau@gmail.com

Hai Fin, kamu apa kabar? Ini aku Kintan. Masih ingat akukan?

Heheheh, pasti ingat dong, bukannya aku adalah wanita yang pernah ada di hati kamu?

Oh ya, gimana kabar istri kamu? Wah dengar - dengar dia sedang hamil ya? Selamat ya Fin.

Tapi gimana ya? Rasanya gak adil banget ya, kalau dia bahagia dengan kamu, sedangkan aku enggak. Hahahaha bisa - bisanya aku kelepasan ya. Sampai kamu bisa sama wanita itu.

Sia - sia dong dong usahaku yang sudah memasukan obat perang sang di minumanmu, dan juga Lyla. Tapi ya gimana? Itukan buat aku bisa lihat bukti kalau kamu bener - bener mencintai aku. Tapi aku gak nyangka kamu malah milih wanita itu, padahal waktu aku suruh kamu bunuh anak kamu sama Lyla, kamu nurut banget loh sama aku. Tapi kenapa sekarang enggak ya? Atau karena pelet aku udah gak kuat ya?

Anyway, aku sudah gak mau bahas masa lalu sih, ya cuman aku mau kasih tau aja, kita itu sama - sama jahat Fin, walaupun semua kejadian buruk yang terjadi sama Lyla itu bukan 100% salah kamu, tapi karena Pelet yang aku dapatin. Tapi biar aku jelesin kamu juga gak akan tahu apa itu pelet. Tapi tidak apa - apa. Aku hanya perlu kamu tahu saja. Kalau aku orangnya nekad Fin! Dan kamu yang buat aku begini! Aku mau kamu selalu nurut sama aku Fin! Ingat itu!

Aku gak sekedar ngancam, tapi aku pasti akan membuat hidupmu hancur sedikit demi sedikit.

**

Griffin merasa bingung sendiri membanca email dari Kintan. Entah apa yang sedang gadis itu bahas, sampai Griffin saja tidak memahaminya.

“Pelet itu apa?” Gumamnya bertanya pada diri sendiri, meskipun dia tidak perduli dengan pesan email itu dan bahkan untuk membacanya sampai akhir saja, Griffin sudah ogah. Tetapi dia tetap saja merasa penasaran apa itu pelet dan memilih untuk membuka situs google untuk mencarinya.

Griffin mulai membaca satu persatu hasil dari pencariannya. Dan terlihat Griffin sampai menaikan alisnya bingung.

“Sayang.” Panggil Historia, yang sepertinya terbangun dan mencari suaminya.

“Ya,” sahut Griffin, dengan pandangan yang masih fokus pada laptopnya.

Namun dia tidak ingin istrinya memanggilnya berulang kali, jadi dia memilih untuk bangkit dan membawa laptop bersamanya melangkah mendatangi istrinya.

“Iya sayang,” ucap Griffin lagi, lalu perlahan naik ke tempat tidur.

“Kamu sedang apa sih? Kok kaya serius banget?” Tanya Historia, melirik sedikit ke layar laptop Griffin yang menampilkan sebuah situs, tapi dengan bahasa Indonesia. Dan karena dia tidak bisa bahasa Indonesia jadi Historia sama sekali tidak mengerti apa yang tertulis di dalamnya.

Griffin menoleh ke arah istrinya yang masih berbaring, dan sepertinya masih sedikit mengantuk.

“Ini, tadi ada email masuk, dan memperlihatkan pesan dari Kintan,” jawab Griffin jujur, tidak mau menyembunyikan apappun dari istrinya.

“Lalu?”

“Dia kirim email, katanya selama ini aku di pelet makanya nurut sama dia,” jelas Griffin inti point dari email itu.

“Pelet? Apa itu pelet?” Tanya Historia juga tidak mengetahui hal itu.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

HR_junior

HR_junior

Brati disini yg bener2 iblis si kintan ya iblis berkedok lugu

2023-02-09

2

𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎

𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎

ilmu hitam dong hati hati Gifrin

2023-01-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!