KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah puas berbelanja, kini bahkan Aiden dan Freya pulang dengan di ikuti 3 mobil Truvk bos yang mengangkut barang - barang cucunya dan baju - baju bumil untuk Lyla.
“Mahhhh, senang juga ya ternyata berbelanja seperti ini.” Seru Freya, sembari melihat baju - baju yang sebagian mereka taruh di mobil mereka.
Aiden yang mendengar itu, hanya berekspresi memutar bola matanya malas. Bahkan ini sudah jam 11 malam dan mereka baru pulang dari Mall.
Bayangkan saja, bagaimana Aiden harus meminta pada pemilik mall untuk menangguhkan jam tutup untuk toko - toko tertentu karena istrinya.
“Besok kita belanja ke 2 Mall lagi ya sayang.” Ajak Freya, dan kalimat itu rasanya seperti racun yang bisa mematikan Aiden kapanpun.
***
Sesampainya di rumah, Freya masuk ke dalam dan mencari sosok putrinya yang tidak ada di sekeliling rumah. “Mungkin dia sudah tidur.” Ucap Aiden, ketika tahu bahwa ke dua mata istrinya pasti sedang mencari anaknya.
Freya langsung naik ke atas, ke kamar Lyla dan mengecek apakah putrinya sudah tidur atau belum. Dan ternyata putrinya beneran sudah tidur.
“Bagaimana?” Tanya Aiden pada Freya.
“Sttt! Sepertinya dia sedang lelah karena banyak pasien hari ini.” Jawab Freya, meminta agar suaminya tidak bersuara keras.
“Kalau begitu, kamu pergilah mandi duluan, aku akan ke bawah lagi dan meminta untuk barang - barang itu di masukan ke paviluin dulu agar Lyla tidak mengetahuinya.” Tungkasnya, yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Freya.
Sebenarnya Aiden sudah sangatlah lelah, namun ya sudahlah hari ini juga dia sedikit menikmati, walaupun banyak tidak menikmatinya.
Di saat Aiden ingin turun, dia mendapatkan sebuah kiriman pesan dari Mamahnya jika mereka semua besok akan datang, tetapi mungkin akan pulang pergi, karena mereka juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka terlalu lama.
Dan juga, Mamahnya mengatakan jika Chirsthoper ingin numpang tinggal, karena akan bekerja di rumah sakit yang sama dengan Lyla.
Aiden hanya membaca saja, lalu dia mengerjakan semua pekerjaan yang tersisah.
***
“Sayang.” Panggil Aiden, ketika melihat istrinya yang baru selesai mandi.
“Tadi Mamah pesan, kalau besok Mamah dan seluruh keluarga akan tiba di sini, karena mereka sudah menaiki pesawat dari pagi tadi.”
“Dan oh ya, Mamah juga minta izin agar Chirsthoper tinggal di sini, karena Jia - Jia masih kurang percaya dengan anak laki - lakinya itu kalau dia bisa hidup sendiri.” Ungkapnya pada istrinya.
“Oh, boleh dong, Chirstian sama Chirsthoperkan juga anak - anak kita, jadi mereka mau numpang permanentpun juga tidak apa - apa, anggap saja sebagai teman Lyla agar tidak terlalu sendirian.” Sahut Freya, yang memang cukup dekat dengan anak dari kakak iparnya itu.
Begitupun juga dengan Airein yang sangat dekat dengan Lyla, karena memang dia sejak dulu meninginkan anak perempuan.
“Baiklah, kalau begitu kita istirahat saja dulu, karena besok pagi pasti kita akan membuat penyambutan yang cukup meriah untuk seluruh keluarga.” Ajak Aiden, yang rasanya tubuhnya sudah sangat remuk karena menemani istrinya berbelanja seharian ini.
***
Sedangkan di sisi lain, setelah mengudara selama 11 jam, kini rombongan Griffin sudah sampai di Korea Selatan.
Dan karena kemarin mereka berangkat dari Paris jam 5 Sore, kini mereka tiba di Hotel tepat jam 4:30. Masih terlalu subuh untuk mereka. Di tambah ini sudah waktunya musim Salju karena akhir tahun.
“Indah banget ya ternyata Korea ini, pantas saja banyak yang suka.” Seru Historia, mengungkapkan kekagumannya pada Negara yang baru pertama kali dia injak.
“Kabarnya salju besok pagi akan turun, tetapi mungkin tidak sebanyak di Negara kita, tapi di sini juga cukup bagus sih, di tambah lagi street foodnya juga enak - enak, ya mungkin kita akan 1 minggu di sini.” Balas Griffin, yang membuka pintu balkon mengarah ke pemandangan kota.
“Baby? Are you happy?” Tanya Griffin sembari mengelus perut istrinya yang menunjukkan bahwa dia sedang mengobrol dengan putrinya.
“Yes, Iam happy Daddy.” Jawab Historia, menirukan suara anak kecil.
Griffin tersenyum, lalu dia memeluk tubuh Historia dengan erat. “Terima kasih ya, kamu sudah mau menerimaku apa adanya, dengan segala kekuranganku dan masa laluku yang sangat buruk.”
Cuuup, satu kecupan dia daratkan di kening istrinya, “I really Love you Historia,”
“Sejak bersamamu, semua kehidupan baik perlahan - lahan menghampiriku, dan hidupnya orang tuaku kembali, aku rasa semuanya perlahan akan membaik sekarang.” Ucapnya tulus dari hati.
“Ada yang belum baik,” balas Historia, dengan menguraikan pelukan suaminya.
“Kamu belum meminta maaf pada Lyla dan orang tuanya atas kesalahan di masa lalu.”
“Kapan kamu akan meminta maaf?” Tanya Historia pada suaminya, yang terlihat gugup mendapatkan pertanyaan itu.
“Semuanya sudah lewat sayang, dan aku sama Lyla, juga mungkin sudah tidak akan bertemu lagi. Keluarga kita sudah bubar di tengah jalan.”
“Tidak akan lagi ada pertemuan keluarga yang akan menyatukan atau mempertemukan kita.” Jawab Griffin yang malah memberikan penjelasan dan bukan jawaban.
“Aku gak tanya soal pertemuan kita dengan keluarganya sayang, yang aku tanyakan, kapan kamu mau minta maaf?” Historia tersenyum, karena dia tahu jika suaminya ini sangatlah gengsian untuk mengakui kesalahannya.
“Sudah waktunya kita istirahat, karena nanti siang kita akan pergi jalan - jalan.” Ajak Griffin, dan benar - benar menghindari pertanyaan yang di berikan oleh istrinya.
“Tapi ini sudah mau jam 5, dan kita akan breakfast,” tolak Historia, tidak mau di ajak tidur lagi.
“Kalau begitu, aku mau nengok baby dulu.” Ujar Griffin, dan langsung menggendong tubuh Historia dan meletakannya di atas tempat tidur.
“Arggghhhhhh, sepertinya aku akan tidur.” Elak Historia, merasa tubuhnya lelah karena mau di ajak tengok baby oleh bapakknya.
“Heitts, jangan alasan!” Tegas Griffin dan langsung membuka baju istrinya.
Di mulai dari kecupan - kecupan kecil di perut Historia, hingga naik ke atas.
Membuat suasana di subuh hari itu sangatlah panas dan romantis karena suasana negara baru yang mereka datangi, menambah keharmonisan suasana di kala itu, untuk memberikan sapaan pagi untuk putrinya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
HR_junior
duh Griffin km SMpai skrng gak minta maaf ma Lyla toh..ku doakan km gak bisa bahagia selamanya ya..sumpah ni orng kok bikin gedek ya..jngn sampai karmamu kena ke anak perempuanm ya Fin..moga cukup km yg kena karma pokke
2023-01-09
1
𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂
tiba2 terlintas dalam otakku plot twist nya Deri bakal muncul lagi 🙁
2023-01-09
0
Sofi Navita
masih aja keras hatimu griffin gk mau minta maaf sama lyla...
bakalan kuwalat kamu
2023-01-09
0