Kebahagian yang Berlimpah

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Griffin dan Historia terlihat turun ke lantai satu, kerena di lantai 2 kamar Mamahnya, mereka tidak menemukan Briell di sana.

Dan kata salah satu pelayan, Briell tengah berada di Paviliun belakang, di dekat kolam renang sedang membaca buku di sana.

“Mamah,” tegur Griffin ketika melihat Mamahnya sedang sangat serius dengan bukunya.

“Eh, Fin, ngagetin Mamah aja sih.” Sahut Briell, menampilakan wajah kesalnya.

“Mah, ada yang mau kita bicarakan.” Tuturnya, dan langsung mengambul posisi untuk duduk di sebelah mamahnya, sedangkan Historia duduk di pangkuannya, karena kursi tamannya memang cuman ada dua.

“Mau bicara apa? Kayanya serius banget?” Tanya Briell, meletakan bukunya dan mulai mendengarkan putanya.

“Aku sama Historia mau izin mah, kita mau liburan besok ke Asia,” jawab Griffin dengan penuh harapan jika Mamahnya akan mengizinkan mereka untuk pergi.

Briell menyeritkan keningnya bingung. “Liburan? Asia? Kemana?” Tanya Briell lagi, ingin tahu kemana tujuan dari anak - anaknya ini pergi.

“Hemm, Korea, Thailand dan Jepang mah.” Jawab Griffin, yang kali ini membuat Historia cukup bingung mendengarnya. Pasalnya tadi Griffin hanya ingin mau ke Korea saja, tapi sekarang kenapa dua Negara yang lainnya itu ikut.

“Kalau kalian besok mau pergi liburan, lalu bagaimana dengan pemeriksaan ke dokter jantung besok?” Tanya Briell, merasa bingung, karena dia sudah mengatur pertemuan dengan dokter terbaik yang ada di Prancis besok pagi.

“Hemmm, untuk itu kan pagi ya Mah, kemungkinan kita berangkatnya sorelah, atau malam biar di perjalanan kita bisa langsung tidur.” Jawab Griffin yang terdengarnya cukup masuk akal.

Briell menganggukan kepalanya pelan mendengar penjelasan putranya itu.

“Sayang.” Panggil Albert yang juga sedang mencari istrinya.

“Eh, Dear, ini anak - anak mau liburan besok ke Korea, Thailand sama Jepang, kamu mau ikut gak?” Tanya Briell pada Albert.

“Loh Mah?” Sahut Griffin, karena dia tidak merasa mengajak orang tuanya.

“Emh, besok? Bukannya ada jadwal sama dokter Jantung ya, kata kamu tadi?” Tanya Albert pada istrinya.

“Iya, habis itu, malam berangkatnya.” Jawab Briell, yang membuat Albert cukup berpikir mendengarnya.

“Oke, boleh, besok Papah dan Mamah ikut, nanti coba tanya juga sama Grandma dan Grandpa, mana tahu mereka mau ikut juga.” Seru Albert, membuat Griffin dan Freya kini saling menatap satu sama lain.

“Tapi kita -“ Briell tersenyum dan mengerti apa yang sebenarnya mau di bicarakan oleh putranya.

“Ya sudah kalau begitu Mamah siapkan koper Mamah dulu ya.” Pamit Briell, memotong kalimat protes putranya.

“Tapi sayang tunggu dulu,” Albert menahan langkah istrinya, yang sepertinya sangat antusias ingin liburan, setelah berpuluh - puluh tahun lamanya mereka tidak melihat dunia luar.

“Hemm, Historia, Papah tahu apa yang kamu rasakan, kekecewan kamu pada mereka, tapi, bisakah kamu menemui Papah kamy terlebih dahulu? Tidak perlu berbicara, dia hanya ingin melihat kamu, kalau memang kamu tidak mau berbicara.” Pinta Albert pada anak menantunya. Dia merasa sangat tidak nyaman dengan situasi inu, tapi dia juga tidak akan memaksa jikalau Historia memang tidak mau bertemu.

Historia terdiam, karena dia tidak tahu harus mengatakan apa sebagai respon sekarang.

“Kasih dia waktu Pah, mereka bisa datang lagi dan bertemu Historia kalau misalnya Historia sudah siap mereka boleh datang lagi.” Tandas Briell, mewakilkan jawaban dari menantunya.

Jujur Historia tidak membenci mereka, hanya saja Historia merasa segan pada mereka, terutama pada Papahnya yang dulu selalu mengatakan untuk tidak memperbolehkan dirinya memperlihatkan wajahnya. Dan itulah yang sampai saat ini menjadi tolak ukur untuk Hito sendiri.

***

Sedangkan di sisi lain, di kediaman Lesham, terlihat acara makan malam yang sudah selesai.

Lyla yang lelah karena duduk sedari tadi, kini membaringkan tubuhnya di Sofa ruang keluarga, karena Mamah dan Papahnya masih duduk di sana sambil menonton Tv.

“Lyla tidak lelah Nak? Mau tidur duluan juga tidak apa - apa.” Ucap Freya, sembari mengusap kepala putrinya, karena Lyla saat ini menggunakan pahanya sebagai bantal.

“Tidak Mah, Lyla belum ngantuk, Lyla hanya pengen baring sebentar Mah.” Balas Lyla, tidak berhenti mengelus perutnya yang sudah buncit itu.

“Tiga bulan itu emang segini ya?” Tanya Lyla, memperlihatkan perutnya pada Mamah dan Papahnya.

“Dulu Mamah 5 bulan malah segitu, dulu kandungan Mamah kecil sayang, padahal waktu lahiran berat kamu 3,2 loh.” Jawab Freya dan kini ikut mengelus perut putrinya.

“Jadi ini besar ya Mah?” Tanya Lyla lagi.

“Tidak besar sayang, lagian kalau besarkan wajar, anak kamu kebar Nak.” Jawab Aiden, yang kini duduk mendekati putrinya.

“Loh, Papah mau ngapain?” Tanya Lyla, ketika melihat Papahnya mengangkat kakinya dan meletakannya di pahanya.

“Anak Papah pasti capekkan, jadi biar Papah pijitin.” Jawab Aiden, dan mulai memijit kaki putrinya, yang masih terlihat normal. Karena mungkin di usia kandungan 7 atau dekat - dekat melahirkan, mungkin kaki putrinya ini sudah akan terlihat bengkak.

“Papah mau menikmati setiap momen di mana kamu akan menjadi calon ibu Nak.” Ucap Aiden lagi, sambil menatap wajah putrinya yang terlihat sangat lelah sekali.

“Papah kamu benar sayang, terlepas kamu sudah menjadi seorang ibu nantinya, kamu tetap akan menjadi putri kecil Papah dan Mamah.” Timpal Freya, yang sebenarnya jika dia melihat putrinya, dia tidak menyangka jika waktu berjalan begitu cepat.

Teringat bagaimana perjuangannya mendapatkan Lyla, apa yang harus mereka berdua lewati dan sakitnya seperti apa. Dan ketika ada yang menyakiti hati putrinya, tentu saja Aiden tidak tinggal diam, dia bahkan rela memasang badan jika ada yang mau menyakiti putrinya walaupun itu orang terdekat.

“Terima kasih ya Pah Mah. Lyla berutung sekali menjadi anak Papah dan Mamah.”

“Tidak perduli apa yang terjadu pada Lyla, Papah dan Mamah selalu mendukung setiap keputusan yang Lyla ambil.”

“Terima kasih karena sudah memberikan Lyla sebuah kehidupan, dan memberikan Lyla kasih sayang hingga Lyla tumbuh menjadi putri yang cukup membanggakan, maafkan Lyla Pah, Mah, kalau seandainya Lyla pernah membuat Papah Mamah kecewa, ya mungkin ada kesalahan yang Lyla lakukkan, tapi Lyla tidak menyadarinya.”

“Sekarang giliran Lyla yang menjadi seorang Ibu, dan Lyla juga pasti akan melakukkan hal yang sama seperti Papah Mamah berikan pada Lyla, semoga saja lahirnya anak - anak ini, tidak membawa semua keburukan keluarga kita dari masa lalu.” Ucap Lyla dengan tulus, bahkan sampai membuat Freya dan Aiden teharu mendengarnya.

“Lyla adalah anak yang baik, dan juga akan menjadi ibu yang buat anak - anaknya, Mamah dan Papah percaya akan hal itu.” Balas Freya, kembali memberikan semangat pada putrinya, agar selama kehamilan ini anaknya tidak stress atau bahkan tidak terganggu kehamilannya.

Dan jelas, sebagai orang tua, dia pasti akan selalu mendampingi anaknya sama menjadi seorang ibu dan bahkan jika Tuhan berkehendak dia akan menemani anaknya sampai punya Buyut.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

HR_junior

HR_junior

bahagia selalu ya Lyla walapun JD ortu tunggal km harus bisa..apa LG msh ada ortumu yg slalu ada di smping km..
km harus ingat SM tente dara istri pamanm Zein yg hamil sendirian tanpa suami n ortu yg nemenin..ngomong2 Tante dara gak di nongolin kk athor

2023-01-07

1

Sofi Navita

Sofi Navita

gk nyangka bgt ya seorang psychopath gila seperti aiden bisa hangat dan lembut sama anak istrinya walau diawal freya menderita bgt bersama aiden...

2023-01-07

0

bunga

bunga

lebih excited baca tentang Lila daripada grifin

2023-01-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!