KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Di pagi harinya, Lyla terlihat sudah siap untuk pergi bekerja. Dia turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan Papah dan Mamahnya.
“Pagi Mah, Pagi Pah.” Sapa Lyla, dan tak lupa memberikan morning Kiss untuk Mamah dan Papahnya.
“Pagi sayang,” balas Freya dan Aiden.
“Lyla kapan akan berhenti bekerja Nak?” Tanya Aiden, sambil mengunyah Nasi goreng spesial yang di buat oleh istrinya.
“Hemm, mungkin nanti setelah akhir 6 bulan pah, di saat mau 7 bulanan.” Jawab Lyla, yang juga menerima piring berisikan nasi goreng dari Mamahnya.
“Hemm, bulan depan berhenti bisa? Sayang kamu hamil anak kembar dan Papah tidak mau kamu sampai kelelahan.” Aiden memberikan pilihan pada putrinya. Karena tidak mau terjadi hal buruk pada anaknya itu.
“Hemm, Lyla bosan pah kalau berhenti bekerja, Lyla tidak ada kegiatan lain.” Balasnya, memberitahu pada Papahnya kenapa dia masih mau bekerja saat ini.
“Nanti Papah buatkan kamu sebuah Cake shop saja gimana?” Tanya Aiden, meminta pendapat putrinya.
“Cake Shop?
“Iya, kamukan akhir - akhir ini suka banget tuh membuat Cake, jadi sepertinya Papah akan membuatkan kamu sebuah Shop biar kamu ada kegiatannya. Tapi juga kamu gak terlalu capek, karena Papah juga akan mencarikan Chef terbaik untuk Shop kamu.” Jelasnya pada Lyla.
Namun Lyla hanya diam saja sambil berpikir untuk ke depannya nanti. “Sebenarnya Lyla tidak berniat untuk mempunyai Cake Shop Pah, bukankah Lyla sudah memiliki banyak Hotel, Restoran, dan bahkan beberapa perumahan yang Papah berikan, otak Lyla sudah tidak mampu mengatur keuangan itu Pah, jadi Lyla lebih baik begini saja.” Lyla menolak Cake Shop yang Papahnya mau berikan. Karena dia tidak mau jika hidupnya di jalanin dengan hal - hal yang seperti itu saja.
“Lalu kamu mau apa sayang?” Tanya Freya pada putrinya. Karena dia juga sebenarnya ingin anaknya berhenti bekerja dan diam saja di rumah untuk menjaga kehamilannya.
“Hemm, mending Papah minta deh, Oma Opa, Wepo dan Wekong datang ke sini.” Pintanya, mau Stella, Arnon, Alex dan juga Elena datang ke Mansion mereka, agar Mansion itu terasa sangat ramai.
“Hanya itu sayang?” Tanya Aiden, meyakinan putrinya, jika permintaannya terlalu simple untuk di kabulkan.
“Oh iya, aku juga mau aunty Airein dong Pah, udah kangen juga sama Christian dan Christhoper Pah.” Pintanya lagi.
“Baikalah sayang, Papah akan menghubungi mereka agar bisa menemani kamu di sini,” tutur Aiden, berjanji akan mengabulkan permintaan putrinya yang satu ini.
“Kalau begitu, Lyla berangkat dulu ya Pah, udah kesiangan nih.” Pamit Lyla, yang juga sudah di tunggu oleh Supir.
Mulai hari ini juga, Lyla tidak di bolehkan menyetir sendiri oleh Papahnya, alasannya ya karena tidak mau putrinya kecapekaan atau apapun, maklumlah cucu pertama dan anak kesayangan, jadi Aiden pasti akan memberikan yang terbaik untuk ke tiganya.
***
Di sisi lain, terlihat Historia yang di antar oleh Griffin, Albert dan Briell, sedang duduk menunggu dokter Cornelius spesialis Jantung itu selesai dengan Pasien pertamanya.
“Memangnya boleh yah Mah? Kita rame - rame masuk?” Tanya Griffin pada Mamah dan Papahnya.
“Papah akan tunggu di luar saja, dan menunggu hasilnya dari kalian.” Jawab Albert, yang mengalah dan tak akan menganggu jalannya pemeriksaan.
Griffin menganggujan kepalanya pelan, dan ketika dia melihat pasien di dalam sudah keluar, Griffin mulai bangkit dan mengajak Historia masuk ke dalam bersama dengan Briell.
“Hallo, ada yang bisa kami bantu?” Tanya Cornelius, dokter yang baru pertama kali mereka temui.
Griffin perlahan membantu Histo untuk duduk, dan juga mempersilahkan Briell untuk duduk. Lalu setelah itu dia mengambil posisi di sampingnya Histo, namun jaraknya lebih dekat dengan dokter itu.
“Jadi begini Dok, menantu saya ini ternyata mempunyai penyakit bocor jantung bawaan, katanya akhir - akhir ini semakin sesak, kami ingin memeriksa kondisi jantungnya saat ini Dok, dan kalau memang memungkinkan, apakah bisa melakukkan operasi sedangkan dia sedang hamil besar seperti ini?” Tanya Briell, sekaligus menjelaskan mewakilkan anak - anaknya yang pasti tidak bisa berbicara dan menjelaskan apapun untuk Dokter.
Cornelius langsung menatap ke arah Historia, “sudah berapa lama kamu tahu ada penyakit jantung?” Tanya Cornelius pada Historia.
“Dari kecil Dok, sekitar usia 6 tahun, semacamnya.” Jawab Historia, mengingat kembali di saat ini.
Cornelius mengambil stetoskopnya, “apa yang kamu rasakan selama ini? Dan penanganan seperti apa yang sudah kamu dapatkan?” Tanya Cornelius lagi.
“Bisakah kalian bertukar posisi?” Tanya Cornelius pada Griffin dan Historia, karena sulit bagi Cornelius memeriksa Historia jika ada Griffin yang menghalanginya.
Demi melancarkan pemeriksaan, Griffin akhirnya menurut dan pindah posisi, meskipun awalnya dia merasa risih karena ternyata dokternya adalah seorang laki - laki.
“Sesak nafas jarang Dok, tapi sakit, nyeri dan lain sebagainya.” Jawab Historia, mengatakan apa yang dia rasakan selama ini.
“Kalau penanganan, aku baru mendapatkan endoskopi sama kateter dok.” Tambahnya lagi.
Cornelius menganggukan kepalanya, dan fokus mendengar suara detak jantung Historia. “Apa hasilnya?” Tanyanya lagi.
“Katanya bocornya kecil dok, 2cm gitu,” jawab Historia, memperlihatkan foto dari ponselnya.
Foto itu adalah hasil dari pemeriksaanya tempo lalu. “Sudah berapa lama ini?” Tanya Cornelius lagi.
“Akhir tahun kemarin dok.” Jawab Historia, yang berarti pemeriksaan itu dia lakukkan sebelum menikah dengan Griffin.
“Kalau kateternya?”
“6 bulan yang lalu.” Jawabnya, membuat Griffin menyeritkan keningnya bingung.
“6 bulan yang lalu, berarti di saat sudah sama aku?” Batin Griffin, tidak pernah mengetahui kalau istrinya pernah pergi ke rumah sakit.
“6 bulan yang lalu, tujuannya apa? Harusnya kalau 6 bulan yang lalu, saat ini kamu sudah melakukkan operasi, lalu kenapa sekarang di undur?” Tanya Cornelius lagi, dan sebenarnya sedikit kesal karena Historia malah mengulur - ngulur waktu untuk mendapatkan pengobatannya.
“Karena setelah melakukkan itu, aku positif hamil dok, dan aku merasa khawatir kalau lagi hamil terus operasi akan berpengaruh pada janin saya.” Jawabnya lagi, mengatakan hal sejujurnya.
Setelah menjelaskannya panjang kali lebar, Cornelius kembali mempelajari kasus dari menantu pemilik rumah sakit ini.
“Sebenarnya, operasi tidak apa - apa di lakukkan, dan tidak akan membahayakan bayi, tetapi, “ - “
“Ada tanda kutip di sini.”
“Kalau memang sangat diperlukan.” Sambungnya lagi.
“Tapi, kalau di lihat dari kondisi Nona Historia, habis melahirkan juga boleh di lakukkan.”
“Sekitar, 3 bulan selesai melahirkan juga boleh.” Jelas Cornelius, membuat Briell, Griffin dan Historia sendiri menghela nafas mereka lega mendengar, jika penyakit jantung yang di miliki Historia tidak terlalu parah dan masih bisa di tangani.
“Lalu, untuk melahirkannya dok? Apakah harus operasi, ataukah ada indikasi bisa normal dok?” Tanya Briell lagi.
“Untuk Normal sebenarnya bisa, tapi resikonya sangat besar, takutnya -“
“Dia tidak kuat menahan sakit, dan mulai sesak nafas, apa lagi tadi -“ kembali Cornelius menghentikan kalimatnya dan memperlihatkan catatan kesehatan Historia.
“Tekanan darahnya tadi 180/120, ini sangat tinggi loh! Kalau bisa ibu hamilnya di bawa healing dulu, supaya tidak stres, dan bisa mengurangi tekanan darahnya, makanan juga harus sehat ya.” Jelas Cornelius, membuat Briell mengerti tentang kondisinya.
“Nanti akan saya bicarakan dengan dokter Joseph, sebagai dokter Kandungannya Nona Histo, dan juga dokter Aycel sebagai dokter anak yang akan membantu proses lahiran Nona Historia nanti, jadi tenang saja kamu pasti akan melakukkan hal yang sebaik mungkin untuknya.” Sambungnya lagi, membuat Perasaan Briell, Griffin dan Historia kini bisa senang.
Tidak ada yang perlu mereka khawatirkan lagi, karena pada akhirnya semuanya akan baik - baik saja sesuai keinginan mereka.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
HR_junior
eee wepo n wekongny msh hidup toh...duh anak cuma 1 hartanya gak bakln habis but 50 tanjakan,50 tikungan 50 turunan....saking kyaknya Lo ya harta dr wepo..kakek n papae...duh princess berlian si Aiden pokke
2023-01-09
1
𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂
historia gak jd death?? aku pikir Griffin bakal jd duda 😩
2023-01-08
0