KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah di sepakati akhirnya semua rancangan acara sudah di pikirkan secara matang. Stella juga sudah menghubungi tetua - tetua untuk menanyakan hal - hal pasti tentang acara tingkeban ini.
Dan sekarang mereka hanya tinggal menunggu hari H nya saja nanti di 7 bulanan Lyla.
“Oh ya Lyla, hamil ini kamu tidak mau jalan - jalan?” Tanya Airein, yang kepikiran tentang baby moon.
“Enggak Mami, emangnya mau kemana?” Tanya Lyla balik.
“Ya, mungkin ke Brazil, Canada, gitu - gitu sih, bebas saja.” Jawab Airein, menyebutkan nama - nama negara yang mungkin terlihat menarik.
“Kayanya Lyla di rumah saja deh Mi, agak mager untuk menjelajah keluar.” Balas Lyla lagi, sambil terlihat memasukan potongan buah ke dalam mulutnya sebagai makanan ringan yang tadi sudah di potongan Freya untuk mereka semua.
“Semuanya, ayo makan siang dulu, sudah jam 1 nih.” Panggil Freya, pada seluruh keluarga yang terlihat masih sibuk bermain.
Lyla dan Airein menoleh ke arah Freya. “Ayo kita makan siang dulu, setelah itu baru kita jalan - jalan ke Mall, nonton atau apapun yang bisa mengisi waktu luang.” Ajak Airein pada keponakannya yang selalu saja mager ketika di ajak keluar.
“Baiklah Mami.” Sahut Lyla, lalu menggapai tangan Airein untuk menjadi tumpuannya berdiri dari sofa.
Jujur saja, meskipun kandungannya baru mau memasuki bulan ke 4, tapi rasanya sudah sangat berat sekali. Atau karena mungkin ada dua janin ya? Makanya jadi seperti itu.
*****
Sedangkan di sisi lain, keluarga Jonathan terlihat begitu bahagia sekali, mereka menikmati setiap momen di mana mereka bisa tertawa dan bahagia bareng di liburan ini.
Tidak terkecuali Griffin, yang ternyata liburan dengan keluarga tidaklah seburuk yang dia bayangkan selama ini.
Tetapi, tiba - tiba saja dia mengingat kenangan di masa kecilnya, dari awal bertemu Deri sampai dirinya kehilangan sahabatnya Deri.
Flashback On
Pada saat hari di mana Zein mengatakan akan melatih Griffin, dia terlihat sedang berdiri di sebuah rumah besar, tanpa dia tahu itu rumah siapa?
Tapi dia tetap menunggu sampai Uncle Zeinnya tiba dan melatihnya. Griffin sendiri tidak tahu, kalau dia akan berlatih dengan banyaknya orang. Tapi yang Griffin tahu dia akan berlatih menjadi kuat dari yang terkuat.
Dan ketika Zein datang Griffin menatap ke arah Derry yang baru pertama kali dia lihat, "siapa dia paman?" tanya Griffin pada Zein. Karena ini pertama kalinya Zein membawa anak lain di depannya.
"Dia adalah teman baru kamu yang Paman temukan tadi pagi, dan kalian semua hari ini akan berlatih sama-sama," ucap Zein.
"Sama-sama?" Tanya Griffin lagi.
Di usia Griffin dan Derry yang baru menginjak 11 tahun dan juga Lyla yang baru berusia 10 tahun. Hal ini mamanglah sangat luar biasa.
Tapi meningat siapa orang tua mereka, dan niat untuk membalaskan dendam serta memimpin dunia. Hal ini wajiblah mereka lakukan.
Mereka tidak marah dan tidak ingin membuang waktu dengan permainan anak kecil. Bagi mereka permainan menantang maut ini adalah satu poin paling menyenangkan bagi mereka.
"Hufftt, huftt bagaiaman perasaan kalian hari ini?" Tanya Griffin pada teman-temannya.
"Not bad," jawab Lyla.
Sedangkan Derry sebenanrnya masih bingung sampai detik ini, mengapa dia harus berlatih sekeras ini, sedangkan dia tidak merasa mempunyai musuh sama sekali.
"Derry apakah kamu mengenal wajah pembunuh orang tua kamu?" tanya Griffin tiba-tiba menanyakan tentang kehidupan Derry.
"Ya aku mengenalnya, bahkan sangat mengingatnya, dan suatu saat berbekal dari ilmu yang saat ini aku punya, pasti aku akan membalaskan dendam mereka." Balas Derry dengan menampilkan kilatan amarah di matanya.
Griffin tersenyum bahagia melihat itu, dia merasa tujuan hidupnya sama dengan Derry, dan itu akan membuat mereka saling mendukung satu sama lain.
"Baiklah, kita akan bersama-sama membalaskan dendam dari orang tua kita masing-masing dengan saling membantu, dan itu akan sangat-sangat menarik bukan." Seru Griffin dengan senyum puasnya.
Plaakkkk Lyla memukul lengan Griffin dengan keras. "Aduuhh Lyla kenapa kamu memukul ku," keluh Griffin mengusap lenganya yang di pukul Lyla.
"Karna orang tuaku belum mati, jadi kita tidak sama-sama, tapi aku akan membantu kalian." Ucap Lyla yang membuat ketiganya tertawa bersama.
Ke esokan harinya, saat ini ketiganya telah bersiap untuk menjalankan misi pertama mereka, yaitu melakukan penyelundupan Narkoba ke salah satu mobil Tank yang akan mereka temui di jalan nanti.
Bisa di bayangkan bukan, bagaimana serunya dan bahayanya Aiden melepaskan anak-anaknya untuk menjalankan Misi berbahaya di usia dini seperti ini.
Namun untuk melatih mereka, hal ini harus di lakukan sampai saatnya nanti mereka bertiga bisa menghadapi dunia yang sebenarnya.
Dengan santainya Zein mengendarai sebuah mobil yang akan mengalihkan beberapa box Narkoba ke Tank lainya yang akan di bantu oleh Grffin, Lyla dan Derry.
Mereka akan menukar Box yang sedang di incar oleh polisi menjadi box kosong tanpa isi. Agar polisi tidak bisa mendapatkan barang bukti hasil penyelundupan mereka.
“Yeyy, berhasil,” seru mereka di saat berhasil menukarkan box itu dengan rapi dan cepat.
Mereka bertiga melakukan tos ria sebagau celebrete kesuksesan misi pertama mereka.
“Ini sangatlah menyenangkan dan aku suka ini,” seru Lyla yang menyukai misi seperti ini.
Namun berbeda dengan Griffin yang malah hanya menampilkan wajah datarnya.
“Apakah kita seorang penjahat? Ini bukalah niat kita kenapa kita harus menjadi Mafia? Bukankah kita hanya ingin membalaskan dendam saja,” ucapnya pelan, yang tidak mengerti kenapa mereka belajar sampai sejauh ini.
Derry mendekat kea rah Griffin dengan merangkul bahunya.
“Oh ayo lah teman, ini hanyalah sebuah permainan, jangan terlalu serius seperti itu,” ucap Derry.
Griffin hanya mengedikan bahunya singkat sebagai tanda bahwa dia akan cuek, “sebenarnya masih banyak sekali permainan yang lebih seru dari pada ini, cuman ya mau gimana lagi, ini adalah bagian dari latihan kita kan,” balasnya dengan santai.
“Ya seperti itulah,” sahut Lyla yang juga bingung ingin meniawab apa.
Sampai akhirnya Zein memberhentikan Tank yang dia bawa ke sisi jalan, lalu dia turun untuk melihat keadaan anak-anak yang terlihat senyap.
“You all okay?” tanya Zein.
“Ya, We are okay, why not?” Sahut Lyla dengan bertanya lagi.
“Paman hanya ingin memastikan keadaan kalian saja,” jawab Zein dengan perasaan canggung di buat oleh anak-anak.
Anak-anak hanya terlihat cuek tak perduli dengan ucapan Zein, membuatnya hanya tersenyum tipis tak percaya jika anak-anak akan lebih dingin dari pada sifatnya.
Merasa semuanya baik-baik saja, Zein kembali mengemudikan Truknya agar bisa cepat ke Markas.
Flash back off
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
aku kangen Zein Dan Derry😢😢😢
2023-01-10
0