KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Sayang,” panggil Historia pada Griffin yang sedang duduk melamun.
“Eh iya sayang, ada apa?” Sahut Griffin, merasa kebingungan. Dia khawatir jika istrinya sedang membicarakan sesuatu yang serius.
“Tidak ada, aku hanya memanggilmu karena kamu sedari tadi hanya diam saja.” Balas Historia, dengan berdiri di depan Griffin, lalu menundukkan tubuhnya menatap suaminya dengan lekat. Karena Griffin sedang duduk jadi dirinya harus membungkuk sedikit.
Griffin melirikan matanya ke kanan dan ke kiri ketika dia mendapatkan tatapan yang sangat serius dari istrinya. “Kenapa kamu menatapku seperti itu?” Tanya Griffin merasa salting sendiri karena tatapan istrinya.
Historia masih diam dengan menatap Griffin, lalu terdengar sebuah hembusan nafas dari istrinya. “Aku tahu kamu sedang memikirkan sesuatu, katakan!” Jawab Historia, dan sekaligus menuntut jawaban dari suaminya.
Griffin merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan ini, dirinya langsung berdiri dan menghindar dari tatapan tajam istrinya. “Aku hanya memikirkan masa lalu, ya seperti sekilas seperti itulah.” Ungkapnya dengan jujur, membuat Historia berpikir sejenak tentang masa lalu suaminya yang tidak seberapa dia ketahui.
“Griffin, Historia!” Panggil Mario, ketika ingin mengajak ke dua cucunya itu berfoto.
“Tuh, di panggil Grandpa,” ucap Historia, mendorong suaminya lebih dulu untuk berjalan di depannya.
Grififn tersenyum, lalu menggandeng istrinya untuk mendekat ke arah keluarganya untuk mengambil beberapa foto bersama.
Historia tersenyum, menatap ke arah orang tua dan kakek nenek dari suaminya. Dia juga merasa sangat beruntung karena bisa di terima di keluarga ini.
Bukan masalah kekayaan atau kedudukan keluarga mereka. Tetapi, karena selama ini Historia tidak pernah merasakan sebuah kehangatan keluarga, dan bersyukur banget karena dia bisa merasakan hal ini di saat dia sudah menikah.
Historia sendiri sebenarnya tidak mengerti, kenapa semua pada membenci dia, ( wkwkwk termasuk pembaca ya ) padahal dia juga tidak pernah melakukkan sesuatu yang buruk dan bahkan selalu mencoba menjadi yang terbaik.
Tapi, ya mungkin memang sudah takdirnya sedari kecil memang seperti itu, jadi Historia juga berusaha mencoba untuk menerimanya saja.
“Jadi setelah ini mau kemana?” Tanya Eden pada Cucu dan putrinya.
“Hemm, sepertinya kita akan makan siang dulu deh Mom, baru setelah itu kita akan ke busan.” Jawab Briell, sambil melihat ke sekelilingnya mencari restoran yang bisa menjadi tempat mereka makan.
“Kayanya pengen makan seafood deh sayang, kepiting Alaska bagus untuk menu makan kita siang ini.” Sahut Briell, memberikan rekomendasi untuk istri dan keluarga yang lainnya.
“Boleh sih, katanya di sini ada tempat makan seafood yang enak, dan menjual berbagai hasil laut dengan import terbaik.” Timpal Mario, mengingat - ingat jika rekan bisnisnya juga pernah menyarankan sebuah restoran enak untuk dirinya jika berkunjung ke Korea.
“Boleh kalau begitu, yuk kita pergi sekarang,” ajak Briell, tidak ingin membuang waktu untuk berdiri di sana. Karena perut mereka terasa sangat - sangat lapar.
***
Sedangkan di sisi lain, Lyla, Airein, Stella dan Freya terlihat sedang berbelanja di salah satu Mall terbesar di Italia.
Mereka berencana ingin mencari oleh - oleh untuk teman - teman arisan mereka dan juga teman yang lainnya.
“Jadi Lyla seriusan pengen ke Indonesi?” Tanya Airein, menanyakan lagi tentang keputusan keponakaanya yang ingin mengisi hari libur di Indonesia.
“Iya Mami, aku pengen ke Indonesia dulu, kayanya banyak wisata alam di Indonesia yang belum aku datangin Mam,” jawab Lyla, sambil melihat - lihat baju yang ada di toko yang sedang mereka datangi.
“Lagian, 6 bulan lagi aku baru melahirkan, kaya lama banget gitu, bosan banget 6 bulan tidak kemana - mana, jadi lebih baik balik dulu aja ke Indo, nanti kalau udah 8 bulan baru balik ke sini,” timpalnya lagi, menjelaskan keinginan hatinya yang pada Auntynya ini.
“Tapi kalau kamu di sana, gimana ya? Papah kamu lagi banyak banget pekerjaannya sayang, dan tadi papah juga ngelarang kamu buat pulang loh sayang?” Tanya Freya merasa bingung dengan pilihan putrinya, sebab dari kemarin dia juga sudah mengajak suaminya untuk balik atau liburan, tetapi Aiden menolak karena ada sebuah proyek besar yang harus kerjakan bersama dengan perusahan Turki dan Dubai.
Jika saja ini proyeknya sendiri, pasti sudah dia tinggal dari lama. Tapi ini demi ke profesionalan Nama Perusahaannya, Aiden memilih untuk menekan keinginan keluarganya untuk bisnisnya sendiri.
Apa lagi, dari awal Aiden memang salah mengambil alih perusahaan di Italia. Pantas saja Arvan dan Griffin dulu bahkan tidak memiliki waktu untuk keluarga, ternyata alasannya adalah tekanan lawan bisnis dan rekan bisnis yang sangat kuat, membuat mereka harus sangat profesional.
Mendengar pertanyaan dari Freya itu, membuat Airein menoleh ke arah Lyla. Sejujurnya dia juga tidak tahu dan paham tentang dunia bisnis seperti apa, karena dia adalah dokter.
Sedangkan Chirstian putra bungsunya juga mendapatkan ilmu bisnis dari Kakeknya Arnon, sedangkan Chirsthoper mengikuti jejaknya.
“Nanti Lyla akan bujuk Papah deh Mah, tapi kalau Mamah tidak bisa ikut tidak apa - apakan Mah?” Tanya Lyla balik pada Mamahnya.
“Loh, kalau Mamah tidak ikut terus yang jaga kamu di sana siapa sayang?” Freya berekspresi sangat tidak biasa, wajahnya menunjukkan rasa kekhawatiran yang sangat menggelora.
“Heh, kamu lupa kalau ada aku dan Mamah?” Tegur Airen sinis pada Freya. Terkadang - kadang memang adik iparnya ini harus di sinisin karena sepertinya hidup bersama Aiden, Freya sudah ketularan lebay dan alay dari adik laki - lakinya itu.
“Heheheh, bukan gitu Jia - Jia, tapi kita sangatlah khawatir dengan Lyla.” Freya tersenyum dengan kikuk, karena dia lupa jika mertua dan iparnya adalah perempuan yang tegas.
Lyla tersenyum melihat ekspresi Mamahnya dengan Maminya. Terlihat sangat lucu sekali untuk di usia mereka.
“Oh ya, Mamah, nanti malam untuk acara makan malam, aku undang Elizabeth boleh tidak Mah?” Tanya Lyla, lagi - lagi merasa ingin sekali mengundang sahabatnya itu untuk mengenal keluarganya.
“Boleh dong sayang, kalau dia tidak sibuk boleh banget malah datang.” Jawab Freya, sembari melihat pakaian yang dia lihat bagus.
“Ini bagus tidak buat mamah?” Tanya Freya pada Lyla, dengan memperlihatkan pantulan dirinya dari cermin.
“No, no! mah tidak boleh!” Jawabnya dengan tegas. Lyla memasang wajah cemberutnya, ketika melihat Mamahnya yang sudah berusia hampir setengah abad, tapi masih mau menggunakan baju Shabirna yang merupakan pakaian se’xy memperlihatkan bahunya yang mulus.
“Loh, kenapa sayang? Inikan bagus banget,?” Protes Freya, merasa anaknya tidak sehati dengannya.
“Mamah, no, no! Sudah mau punya cucu Mah! Please deh, Mamah itu sering di bilang kakak aku tahu!” Keluh Lyla, merasa sebal kalau Mamahnya di goda pria lain, dan mengira jika mamahnya adalah kakaknya.
“Loh, itukan salah mereka sayang, mamah sudah 40an, masih aja di godain,” elak Freya, merasa tidak salah jika mereka salah menduga usianya.
“Itu karena mamah masih terlihat seperti 25 tahun Mah!” Sahut Lyla lagi, membuat Freya tersenyum, lalu menaruh pakaian itu ke tempatnya lagi.
“Hoho, cup, cup, sayang baiklah, mamah tidak akan membeli pakaian itu sayang. Sudah ya, jangan ngambek lagi.” Freya memeluk tubuh putrinya, yang menampilkan wajah cemberutnya.
“Janji ya, mamah tidak pakai baju sexy - sexy lagi!” Tegas Lyla pada Mamahnya.
“Iya sayang aman, Mamah tidak akan beli baju yang seperti itu lagi,” balas Freya, masih berusaha membujuk dan mengembalikan bumil satu ini.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂
🤭✌️ entahlah,, aku juga gak tau alasannya Napa aku gak suka sama historia
2023-01-16
0