KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah pulang dari dokter tadi, kini Griffin, Historia dan lainnya mulai menyiapkan barang - barang mereka sesuai rencana yang ada.
“Wah, wah, akhirnya kita liburan lagi ya,” seru Mario, yang tidak sabar akan liburan bersama dengan anak, menantu, cucu dan cucu menantunya.
“Hish, Daddy, biasanya juga tugas di Luar, bukankah Daddy yang sering liburan berdua saja sama Mommy?” Sahut Briell, menyindir kemesraan Mario dan Eden yang hampir setiap waktu.
“Hahahah. Mau bagaimana lagi? Di usia senja kita Mommy dan Daddy hanya bisa memperkuat perasaan cinta ini, biar kita gak bosan.” Jawab Mario, yang terlihat dramatis sekali.
“Hati - hati loh, besok keluar berita, kakek dan nenek di temukan tidak sadarkan diri karena terlalu kuat bercinta.” Ucap Briell lagi, yang di sambut tawa oleh Albert dan Historia.
“Hushhh, sudah - sudah, kalian kok makin lama makin ngaco sih!” Tegur Eden, merasa tidak nyaman ketika suami dan putrinya membicarakan hal - hal yang aneh.
Sedangkan Griffin sebenarnya tidak suka situasi ini, niatnya dia hanya ingin babymoon berdua dengan istrinya, tapi kenapa sekarang banyak yang ikut.
“Kenapa wajah kamu bete seperti itu Fin?” Tanya Albert menyadari wajah anaknya yang tidak senang sedari tadi.
Griffin hanya diam, dan enggan menjawab. “Papah tahu, kamu kesal karena Kita semua ikutkan,” timpalnya lagi, menjawab sendiri apa yang membuat anaknya kesal.
“Fin, Papah dan Mamah tidak akan membiarkan kejadian lalu terulang kembali pada kalian,” tegas Albert, menjelaskan alasan mereka ikut.
“Kejadian apa?” Tanya Griffin bingung.
“Apakah belum ada yang memberitahumu masalah ini?” Tanya Albert dan Griffin hanya menjawab dengan gelengan kepalanya pelan.
“Pada intinya, kamu lahir dan tragedi Papah dan Mamah terjadi pada saat kami melakukkan baby moon, jadi kamu tidak akan membiarkan kalian terkena sesuatu yang buruk.” Jelasnya pada Griffin.
“Kalian sudah siap masukin barangnya?” Tanya Mario pada semua anak buahnya yang sedang mengemasi barang mereka.
“Sudah Tuan Besar, kami sudah selesai.” Jawab salah satu dari mereka.
“Baiklah, untuk kali ini kami tidak akan membawa pengawal, dan kalian semua bebas selama satu bulan ke depan! Tapi tetap ingat! Untuk selalu menjaga keamanan dan kebersihan Mansion, dan untuk itu akan ada Billy yang akan memantau kalian nantinya.” Seru Mario, sontak membuat semua pengawal, pelayan asisten rumah tangganya merasa sangat - sangat bahagia.
“Baiklah, Fin! Kamu yang setir mobilnya, nanti sampai di bandara biar supir Papah yang mengambilnya nanti malam.” Perintah Albert yang terlihat membuat Grfiin menghela nafasnya.
Jam sudah menunjukkan angka 4 sore, dan sudah waktunya mereka berangkat ke bandara. Terlihat mobil yang mengangkut barang - barang mereka sudah lebih dulu berangkat dan lalu Griffin menyetir mobil keluarganya.
Dengan Mario yang duduk di sebelahnya, Eden dan Historia di kursi tengah serta Albert Briell di belakang.
Mereka menikmati perjalanan mereka menuju bandara, bahkan sampainya naik ke pesawat Historia yang terlihat sangat lelah langsung tertidur di sofa pesawat dengan menggunakan paha Griffin sebagai tumpuannya.
“Gendong Historia masuk ke dalam kamar sana nah Fin!” Perintah Eden pada cucunya.
“Biarkan seperti ini dulu Grandma, nanti dia malah terbangun, lagian sebentar lagi juga jamnya dia makan Snack.” Sahut Griffin, sembari melihat Mamahnya mengeluarkan bekal buah - buahan yang sudah di siapkan untuk menjadi Snack ringan sebelum dinner untuk menantunya.
Eden terdiam menganggukan kepalanya. “Ya ampun gemes banget ya liat perut Historia yang udah membesar gitu.” Lirih Eden pelan, ketika melihat cucu menantunya yang seperti sudah sangat sesak.
“Iya, tapi badanya dia tidak gemuk ya Mom, tidak seperti aku dulu.” Sahut Briell, memuji bentuk tubuh menantunya yang tidak berubah semasa hamil ini.
“Berapa kemarin usia kandungannya?” Tanya Eden pada Briell dan Griffin.
“Minggu depan pas 6 bulan Mom katanya.” Jawab Briell, yang menjadi perwakilan dari Griffin dan Historia.
“Wahhh, semoga sehat - sehat ya sampai lahiran.” Eden mengucapkan doa untuk cucu menantunya yang akan melahirkan sekitar 3 bulanan lagi.
***
Sedangkan di sisi lain, terlihat Aiden dan Freya yang sedang pergi berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan.
Aiden terlihat sangat muak sekali, karena sudah 3 jam dia duduk Freya belum juga kunjung keluar dari toko perlengkapan baby itu.
“Masih belum juga?” Tanya Aiden sedikit kesal pada Freya.
“Belum, baru juga dapat sepasang.” Jawab Freya memperlihatkan hasil belanjanya selama 3 jam yang baru mendapatkan dua baju saja yang jatuhnya sepasang untuk ke dua calon cucunya.
“Belanja 3 jam kamu baru mendapatkan ini saja?” Tanya Aiden lagi, dan terdengar dari suaranya jika dia sedang marah.
“Hish, kamu itu tidak mengerti fashion, sebagai Eyang Uti yang baik, aku harus memilihkan yang terbaik untuk cucu - cucuku!” Jawab Freya, yang terkesan malah lebih marah dari Aiden.
Aiden memasang wajah cemberutnya, lalu melipat tangannya di depan dadaz “aku akan membeli toko ini!” Ucapnya, lalu berjalan menuju kasir.
“Eh - eh, tunggu!” Freya menahan langkah suaminya yang mau membeli toko perlengkapan baby ini.
“Di sini tidak ada yang bagus, bayar yang ini saja, baru aku mau liat toko perlengkapan bayi yang di atasn!” Perintahnya pada Aiden.
“Ada toko lagi?!” Tanya Aiden, sedikit membentak istrinya.
“Kamu ini yah! Belanja untuk cucu saja sudah capek! Bagaimana mau jaga cucu!” Bentak Freya balik, bahkan sampai beberapa orang kini mulai menatap ke arah mereka.
Aiden berulang kali harus menghela nafasnya, untung saja dia sayang dan cinta, kalau tidak sudah jadi sayur lodeh wanita yang ada di depannya ini.
Dengan perasaan terpaksa Aiden mengambil baju bayi dari tangan Freya dan segera membayarnya. Hari ini dia benar - benar di jadikan babu dan atm berjalan oleh Freya. Alasannya selalu cucu - cucu dan cucu.
***
Setelah membayar, Aiden dan Freya kini naik lagi ke lantai atasnya, untuk melihat barang - barang baby yang ada di sana.
Ketika memasuki toko ke dua mata Freya terlihat sangat berbinar, dan ternyata memang benar jika baju - baju di sana sangatlah bagus dan menarik.
“Sayang, bagaimana baju - baju ini?” Tanya Freya pada Aiden.
“Loh. Kok kamu ambil baju laki - laki dan perempuan?” Tanya Aiden balik pada istrinya.
Freya tersenyum, “kamu lupa, kalau sekarang ada sistem Dna canggih yang bisa mengetahui jenis kelamin baby dalam perut?” Tanya Freya dengan menaik turunkan alisnya.
“Aku mendapatkan hasilnya dari Elizabeth tadi pagi, dan aku juga sudah memberikannya pada Project Decorate untuk membuat Gendre Reveal untuk putri kita bulan depan, kan udah 4 bulan lebih tuh.” Jelasnya lagi.
Dan ini masih membuat Aiden bingung mendengarnya. Freya yang kesal langsung mengambil ponselnya dan membukakan situs google untuk suaminya.
Mendapatkan itu, Aiden langsung membaca dan mencoba memahaminya. “Wahhh keren juga ya kedokteran zaman sekarang.” Serunya, merasa bahagia, akhirnya keinginanya mendapatkan Cucu kembar laki - laki dan perempuan akhirnya terwujud.
“Tapi ingat! Jangan beritahy Lyla dulu tentang jenis kelamin Bayinya ya!” Tegas Freya dan segera di jawab dengan anggukan kepala oleh Aiden.
Mendapatkan kenyataan bahwa anaknya akan melahirkan bayi laki - laki dan perempuan. Akhirnya Aiden ikut memilih - milih baju untuk ke dua cucu kembarnya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
HR_junior
eyang uti dah Brati ma eyang kakung ya..
2023-01-09
1
Sofi Navita
waduh dulu yg sangat kejam dan menakutkan kini berubah menjadi suami takut istri 😅
👍deh untuk bang aiden
2023-01-09
0
𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂
hancur sudah image mafia mu bang 🤣
2023-01-08
0