🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Sayang, kalau kamu tidak apa - apa, kenapa bisa tekanan kamu naik seperti itu?” Tanya Briell lagi.
“Tidak apa - apa Mah, Histo pasti cerita sama Mamah, Papah atau Griffin kok, kalau ada yang salah sama Histo, janji deh,” jawab Historia lagi, lebih memilih untuk menyembunyikan apa yang dia rasakan.
Briell menghela nafasnya, dan tidak akan lagi memaksa Histo untuk mengatakan apapun jika dia tidak mau. Mungkin saja dia memang menyimpan bebannya, tapi dia tidak mau mengatakannya.
“Oh ya, Papah kamu akan ke sini sore ini, jadi kita akan makan malam bersama mereka.” Seru Albert memberitahu Historia bahwa Papahnya akan datang berkunjung ke sini besok untuk melihat keadaan Historia dan juga calon cucunya.
“Flago?” Tanya Briell pada suaminya.
“Iya sayang Flago, dan Aurora, sepertinya dia ibu tirimu ya?” Jawab Albert, lalu bertanya kembali pada Historia.
“Iya, dia adalah ibu tiriku.” Jawab Histo singkat, namun mulai masuk ke dalam otak Griffin.
Selama dia menikah dengan Historia, dia belum pernah bertanya tentang kehidupan keluarga istrinya itu. Mungkin stress istrinya ini juga berhubungan dengan keluarga itu.
“Kalau begitu, Griffin ajak Historia istirahat dulu di dalam, Mamah akan ke supermarket untuk mencari bahan - bahan untuk nanti malam.” Pintanya agar putranya itu membawa istrinya istirahat dulu sebelum makan malam bersama nanti malam.
“Baik Mah.” Sahut Griffin, lalu mengajak Historia untuk naik ke lantai 3, di mana kamar mereka berada.
****
Sesampainya di kamar, Griffin membantu Historia berkemas, dia bahkan membantu istrinya mandi untuk membersihkan tubuhnya.
“Mau mengoles kream perut ya?” Tanya Griffin, ketika melihat istrinya hanya mengenakan celana pendek dan kaca mata sprots saja.
Historia menganggukan kepalanya pelan, dan membiarkan suaminya itu yang mengoleskannya. “Histo, kamu tidak bahagia ya? Menikah denganku?” Tanya Griffin tiba - tiba, ketika istrinya itu sedang memperhatikan dirinya yang mengelus - ngelus perut buncit Histo.
“Kenapa kamu berpikir demikian? Apakah aku pernah mengatakannya?” Tanya Historia balik, dan itu membuat Griffin menoleh ke arahnya.
“Tiga bulan ini kamu lebih banyak diam, jarang menanggapi aku, Mamah dan Papah. Bahkan dua kali kita melakukkan pemeriksaan hasilnya selalu sama, tekanan darah kamu tinggi.” Jawab Griffin, memberitahu istrinya tentang perubahan sikap Histo yang berbeda saat di awal dan sekarang.
Historia memperbaiki tidurnya, dan meminta agar Griffin juga tidur di sampingnya. “Dulu dan sampai sekarang, Papahku membenci diriku,” ungkap Historia, yang akhirnya memilih untuk jujur pada suaminya.
“Benci? Tapi kenapa?” Tanya Griffin, semakin penasaraan dengan kehidupan istrinya.
“Kata Papah, Mamah meninggal di saat melahirkan aku, Mamah terlalu takut untuk melahirkan, di tambah mamah punya penyakit jantung, dan di saat mamah mau melahirkanku, ternyata Jantung Mamah berhenti dan tidak bisa di selamatkan.” Jawabnya dengan sejujur mungkin.
Dia mendapatkan cerita itu dari Tantenya, adik Mamahnya yang merawatnya sedari bayi, karena Papahnya sama sekali tidak mau melihat dirinya. Sedangkan Kakaknya? Mendapatkan kasih sayang yang penuh.
“Apakah itu sebabnya, kamu merasa bahagia, ketika aku menikahimu dan mengeluarkanmu dari rumah itu?” Tanya Griffin lagi dan Historia menganggukan kepalanya pelan.
Kini Griffin paham, apa yang sebenanrya di rasakan oleh istrinya. Selama ini dia tidak pernah mau tahu tentang keadaan dan perasaan Historia. Selama ini dia pikir Historia adalah gadis yang manja dan hanya bergantung pada orang tuanya, tapi ternyata dia salah, kehidupan Historia malah lebih buruk darinya.
Ketika Griffin mau mengulurkan tanganya untuk mengusap wajah istrinya. Historia lebih dulu mengambil tangan Griffin dan meletakan tangan Griffin di dadanya bagian kiri di mana tempat jantungnya berdetak.
“Tidak ada yang tahu, jika di sini sakit.” Adunya pada Griffin, yang membuat pria itu bangkit dari posisinya.
“Maksud kamu apa Historia?” Tanyanya pada istrinya.
Lalu Historia tersenyum, dan kembali meminta suaminya untuk berbaring di sampingnya. “Aku mempunyai penyakit kelainan jantung bawaan seperti Mamahku Fin,” jawabnya lagi dengan jujur. kali ini Historia ingin membaginya dengan Griffin suaminya, dia tidak ingin pikirannya membuat anaknya tersakiti di dalan sana.
“Apakah Papah kamu tahu?” Tanya Griffin, lalu Histo menjawab dengan gelengan kepalanya.
“Tidak, dulu Ada Tanteku yang tahu, tapi semenjak tanteku meninggal, rasanya hanya kamu yang tahu Fin, dan aku baru memberitahumu saat ini.” Jawab Historia pada suaminya.
Membuat Griffin sebenarnya merasa dongkol karena Historia menutupi hal sebesar ini darinya. “Kenapa kamu menyembunyikan hal ini?” Tanya Griffin lagi, dan kali ini terdengar seperti tuntutan padanya.
“Aku tidak mau merepotkan siapapun lagi di dalam hidup ini, cukup Mamahku yang meninggal karenaku, cukup aku merepotkan keluargaku dan tidak mau merepotkan hal yang lainnya.” Jawabnya jujur, tanpa terasa air matanyapun mulai menetes.
“Lalu tindakan apa yang sudah kamu lakukkan selama ini? Apakah kamu sudah menjalani operasi?” Tanya Griffin lagi, jika bisa, dia ingin melakukkan hal yang berguna untuk istrinya.
“Aku pernah menjalani 2 tindakan, pertama memasukan alat di mulut yang di sebut Endoskopi, tujuannya untuk melihat bagian jantung mana yang bocor.”
“Dan yang ke dua, tindakan memasukan Kateter dari bawah, aku belum operasi karena aku belum memiliki uangnya.” Jawab Historia jujur, dan membuat Griffin langsung memuluk tubuh istrinya itu dengan erat.
“Bagaimana kalau kita melakukkan operasinya sekarang? Kita akan menemui dokter Jantung yang terbaik agar kamu bisa sembuh. Oke? Kamu maukan?” Tanya Griffin lagi, yang tepatnya bukan pertanyaan, melainkan penegasan karena dia tidak akan memberikan opsi lain untuknya.
“Tapi Fin, sebenarnya.” Kalimat Historia terhenti, dia takut mengungkapkan hal ini pada suaminya.
“Sebenanrnya apa? Masih ada yang kamy sembunyikan dari aku?” Tanya Griffin, terdengar seperti memaksa.
“Katakan semuanya sama aku Histo, katakan! Aku tidak mau sampai ada lagi yang kamu sembunyikan di belakangku!” Tegasnya lagi, dan
Kali ini Historia termenung, dan menundukkan kepalanya, bahkan dia menangis sebelum mengatakan apa pun pada suaminya. “Aku takut Fin, aku takut melahirkan bayi kita, aku - aku, aku merasa belum siap, aku takut sakit, aku takut aku harus meninggalkan bayiku di dunia ini sendiri, aku takut anakku akan mengalami nasib yang sama dengan aku, aku takut kamu membencinya, semua. Hiskk.” Serunya, merasakan ketakutan itu akhir - akhir ini mulai menghantuinya.
Griffin dengan sigap memeluk tubuh Historia seerat mungkin, Seandainya Historia mengatakan ketakutaanya ini sejak awal, maka Griffin pasti akan menggugugurkan janin ini lebih dulu, dan bersepakat untuk Childfree dengan Histo, tapi kandungannya sekarang sudah jalan 6 bulan, sudah terlalu lambat untuk membunuhnya. Griffin saat ini menjadi sangat dilema sekali.
Griffin memilih untuk menenangkan istrinya lebih dulu saja, dan akan mengobrol dengan Mamahnya nanti.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
aku tidak setuju klo Giffrin jodoh Lyla karena apa yg dilakukan Giffrin dlu gak bisa di maafkan iyasih dlu tu aku ngotot banget Giffrin DanLyla bersatu tapi kan itu dlu sekarang gak lagi cari kan aja wanita yang lain buat Giffrin klo iya Historia Meninggal nantinya😏
2023-01-05
0
Sofi Navita
ini karma buat kamu griffin
2023-01-05
0
Diah Ayu Lukitowati
Boleh ketawa nggak sih di atas penderitaan orang lain. 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sorry Fin aku tuh kalau nggak suka sama orang itu kentara banget, kamu diam bernafas aja sudah salah di mata ku.🤭✌️
karma is real Griffin. Kamu dulu membunuh janin mu dan Lyla dan kuharap kali ini kamu juga akan kehilangan keduanya.🙏🙏🙏🙏
2023-01-05
0