Keegoisan Griffin

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Setelah melihat Historia sudah terlelap karena lelah menangis tadi. Kini Griffin berjalan perlahan ke lantai bawah. Tujuannya ingin menemui Mamahnya dan menceritakan apa yang istrinya ceritakan tadi.

“Mah, aku pengen bicara.” Pinta Griffin, ketika melihat Mamahnya sedang sibuk dengan laptopnya.

“Ada apa Fin? Bicara saja mamah mendengarkannya,” sahut Briell, yang sepertinya merasa pembicaraan anaknya itu sangatlah penting.

Tidak pernah Griffin mengajaknya bicara seperti ini, kalau bukan dirinyalah yang mengajak Griffin berbicara lebih dulu.

Sejenak Briell menunggu putranya itu berbicara, namun Griffin masih tak kunjung membuka mulutnya. Sampai akhirnya Briell mengerti dan meletakan laptopnya terlebih dahulu untuk mendengar apa yang di katakan oleh putranya.

“Ada apa Fin? Katakanlah!” Pinta Briell, masih menunggu putranya itu memulai pembicaraanya.

“Aku mau membawa Histo ke Dokter jantung terbaik yang ada di dunia ini Mah!” Tegasnya, membuat Briell mendadak bingung mendengarnya.

“Dokter jantung?” Tanya Briell, meyakinkan jika pendengaranya tidak salah.

“Ta - tapi buat apa Fin? Siapa yang sakit jantung?” Tanya Briell, seakan kurang mengerti apa arti dari perkataan anaknya ini.

Griffin menghela nafasnya, lalu dia menatap ke arah lain. “Ternyata selama ini Histo menyembunyikan penyakitnya dari kita Mah.”

“Historia sakit jantung mah, dan bisa - bisanya pria breng sek itu tidak mengetahuinya.” Jelas Griffin dengan tubuh yang bergetar.

Dia marah, pada situasi, pada ketidak tahuannya tentang kondisi istrinya. Sedangkan Briell yang mendengar itu, rasanya cukup sangat terkejut melihat Histo yang selama ini sehat - sehat saja, kenapa tiba - tiba jadi sakit Jantung?

“Tunggu - tunggu, Mamah masih belum nangkap maksud kamu Fin? Bagaimana kamu tahu kalau Historia punya penyakit jantung? Apakah kamu sudah pergi periksa bareng dia? Atau bagaimana?” Tanya Briell lagi, ingin memperjelas kondisi menantunya saat ini.

Griffin mulai menceritakan dari awal kisahnya yang tadi di ceritakan oleh Histo kepadanya.

Setelah menyelesaikan ceritanya, Griffin beranjak dari duduknya, dan menatap Mamahnya dengan tajam. “Aku mau Mamah menyiapkan dokter Jantung itu besok! Dan kalau memang bisa, aku mau Histo di operasi secepatnya!” Pintanya yang terdengar seperti perintah untuk mamahnya.

“Mamah sarankan untuk operasi di lakukkan setelah bayi Lahir Fin, karena itu akan beresiko pada bayi kalian.” Briell memberikan nasihat kepada putranya.

“I don’t care about Baby, kalau memang dia tidak bisa di selamatkan, maka tidak usah selamat, aku dan Historia akan baik - baik saja tanpa mempunyai anak!” Tegasnya, lalu pergi meninggalkan Mamahnya begitu saja.

Briell kini harus mengusap wajahnya kasar, dia bahkan stress menghadapi putranya sendiri apa lagi orang - orang lain.

“Ada apa Nak?” Tanya Eden, yang terlihat baru pulang dari kantor Daddynya.

Briell menjelaskan keadaan ini pada Mommynya, dan kembali membuat Eden Shock mendengarnya. “Tahukan sudah, anakmu itu memang keras kepala, dia hanya mementingkan kemauannya tanpa perduli dengan perasaan orang lain.” Ketus Eden, ikut merasa kesal pada Griffin.

Sedangkan dari jauh, mereka tidak menyadari jika Historia mendengar semua apa yang Griffin katakan pada Mamahnya dan bagaimana pertengakaran keluarga ini terjadi karenanya.

Dengan perasaan bersalah, Historia kembali masuk ke dalam kamarnya dan duduk termenung di atas tempat tidur. “Harusnya dari awal Mamah tidak membicarakan hal ini pada Papah sayang,” lirihnya pelan, berbicara pada bayi yang ada di dalam perutnya.

“Gara - gara Mamah, Papah jadi benci sama kamu, maafkan mamah ya sayang.” Ucapnya lagi, merasa sedih dan sakit hati mendengar Griffin yang mau membunuh anak yang sudah dia sangat nanti - nanti kehadirannya.

Akhir - akhir ini, Histo merasa jantungnya sering kali kambuh. Dia merasa seperti ada yang sedang memeras jantungnya. Tetapi dia tidak akan pernah mengatakannya pada Griffin masalah ini.

Tokkkk,,tokkk, “Sayang buka pintunya.” Pinta Griffin, mengetok pintu kamarnya yang tiba - tiba terkunci dari dalam.

Historia enggan membukannya, dan membiarkan saja Griffin mengetok - ngetok pintu itu.

“Historia!! Buka!!” Panggilnya, masih dengan kelembutan.

“Ada apa Fin?” Tanya Albert yang baru saja tiba, dan berniat masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar putranya.

“Tidak Pah, Historia sedang tidur, tapi kamarnya terkunci.” Jawab Griffin dengan santai.

Tokkkk,,tokkk, tokkk, “sayang, sayang.” Panggilnya lagi namun tetap Historia tidak menjawabnya.

Griffin masih berpikir positif, dan mencoba turun ke lantai bawah untuk mencari kunci serep kamarnya. “Tidak bisa di buka, kalau kunci yang di dalam masih tergantung di pintu.” Ucap Eden, memberitahu Griffin, jika percuma mencari kunci serepnya.

Briell dan Eden yang mendengar Griffin mengatakan Historia tidak mau membuka pintu, merasa panik takut menantunya itu kenapa - kenapa.

Tapi berbeda dengan Griffin yang terlihat masih begitu santai dan beranggapan jika istrinya sedang tidur.

Setelah menunggu beberapa saat, Griffin kembali lagi naik ke kamarnya, dan mencoba menempelkan telinganya mendengar suara istrinya yang sedang menangis. Tokkkk,,tokkk, “sayang buka!” Pintanya lagi, namun Historia tidak menanggapinya.

“Historia! Tokkkk, tokkk, buka! Jangan sampai aku dobrak pintu ini ya!” Ancamnya, agar Historia mau membukakan pintu untuknya.

Griffin masih menunggu untuk di bukakan, namun sudah 10 menit dia berdiri, Historia masih tak kunjung membukakannya.

Bugghhh,,bugghhh, “Buka!!!! Bentak Griffin, mulai emosi karena Historia tidak mau membukkan pintu untuknya.

Bruakkkk,bruakkkkk, Bruakkk, Bruakkkkk, 4 kali dorongan yang begitu keras, barulah Historia bangkit dan membukakan pintu. Dia takut suara dobrakan Griffin itu malah memancing orang lain.

Mendapatkan pintu yang sudah di buka, Griffin langsung membanting pintu itu dan membukannya paksa.

“Huwaaaaaaaaaaa, Huwaaaaaaaa, Hisskkkk, hiskkk,” Historia menangis jingkar ketika Griffin masuk ke dalam, dan mau tidak mau Griffin menutup pintu kamarnya dan berusaha menenangkan istrinya.

“Hey! Hey! Kamu kenapa sih?” Tanya Griffin bingung, mendapatkan istrinya yang tiba - tiba histeris seperti ini.

Namun, bukannya diam, Historia malah semakin teriak meluapkan kekesalannya. “Hey! Diam dulu! Kamu mau mamah dan semuanya datang ke sini?” Tanya Griffin, membuat suara Historia akhirnya mengecil.

“Tenanglah, ada apa? Kamu bisa katakan sama aku? Tidak perlu seperti ini.” Seru Griffin, mengingatkan istrinya untuk tidak berprilaku seperti anak kecil.

“Kamu mau bunuh anak kita, kamu sudah janji sama aku tidak akan membenci dia, kamu janji tidak akan bertingkah seperti papah aku, kamu bohong, kamu tidak bisa menepati janjimu!” Pekiknya meluapkan amarahnya dengan tangis yang sangat menggambarkan kemarahannya.

Griffin cukup terkejut mendengarnya. Padahal Griffin tidak pernah mengatakan hal apapun terkait bayi, tapi kenapa Historia bisa mengetahuinya.

“Histo, dengar! Kalaupun bayi ini akan mati, yang penting kamu operasi dulu Histo, kamu sehat dulu dan kita bisa mempunyai anak kapanpun kita mau.”

“Tapi kita harus sembuhkan kamu dulu, ini untuk apa? Untuk anak kita juga nantinya,” kelas Griffin, mencoba meminta pengertian istrinya.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

HR_junior

HR_junior

Griffin mng km tu gak punya hati kalo punya gak bakln km jg mau korbankan bayi yg bahkan Lom lahir..histo gak bkln setuju dengn usulmu..histo mlh bakln perjuangin bayinya walapun nyawa taruhane

2023-01-05

0

Diah Ayu Lukitowati

Diah Ayu Lukitowati

Kalau endoskopi aku tau itu seperti selang agak panjang maybe panjangnya sampai perut or lambung nanti di masukan ke mulut terus di ujung selang itu ada semacam kamera dan itu terkoneksi dengan layar monitor untuk memantau.
Maybe bisa pakai Ekg Finn supaya tau detak jantungnya Histo and pasang ring buat jantungnya.
cmiiw.🙏

2023-01-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!