Chirsthoper dan Christian

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Setelah permainan mereka di pagi hari, kini jam menunjukkan angka 8 pagi, dan memperlihatkan matahari yang makin lama kian keluar menyinari bumi.

Sedangkan ke dua pasutri yang baru saja istirahat itu, kini masih terbaring di tempat tidur sembari mengusap - ngusap perutnya, berharap setelah di tengok Daddynya, anak itu bisa tidur kembali.

“Kenapa kalau dari depan begini perut kamu terlihat kecil ya? Padahal kalau pas lagi berdiri perut kamu sudah lumayan gede?” Tanya Grifrin, yang otomatis Historia juga tidak mengetahui alasannya.

“Mungkin karena faktor baju kali ya, kalau aku pakai baju terang mungkin akan lebih terlihat.” Jawab Historia, juga ikut menebak - nebak.

“Masih lama sekali ya, 3 bulan yang lama banget.” Keluh Griffin, merasa bosan menunggu putrinya keluar dari perut Mommynya.

“Sabarlah, sebentar lagi juga pasti keluar.” Balas Historia, lalu mulai bangkit dari tempat tidur.

“Mau kemana?” Tanya Griffin pada istrinya.

“Kita mau sarapan di bawahkan, dan aku juga mau ganti baju.” Jawab Historia dengan melihat lemari yang sudah di sediakan hotel, dan tadi juga Griffin sudah membantunya menggantung di lemari.

“Kita akan sekalian keluar sayang, jadi pakai baju tebal ya, karena di sini musim dingin.” Pinta Griffin, agar istrinya tidak menggunakan pakaian musim panas.

“Belum terlalu dingin, tapi aku akan pakai baju ini.” Tunjuknya pada Dress putih panjang, dan juga lengan panjang dan sepertinya baju itu terbuat dari bahan katun yang lumayan panas.

“Boleh juga.” Sahut Griffin, setelah memastikan jika dress itu memiliki bahan yang cukup tebal.

***

Setelah berpakaian, kini Griffin dan Historia turun ke bawah untuk menghampiri, Mamah, Papah, Grandma dan Grandpanya yang sudah lebih dulu turun ke bawah untuk Breakfast.

“Pagi Pah, Pagi Mah.” Sapa Historia pada Albert dan Briell.

“Pagi Grandpa, Pagi Grandma.” Lanjutnya menyapa Mario dan Eden.

“Pagi sayang.” Sapa mereka balik.

“Historia ini susu hamilnya ya, Mamah baru saja membuatkannya dengan meminta air panas pada mereka.” Ucap Briell, memberikan segelas susu hamil pada menantunya.

Karena Briell tahu, jika Griffin akan selalu lupa pada kebutuhan istrinya yang sebenarnya wajib.

“Terima kasih Mah,” balas Historia dengan lembut, dan langsung meneguk susu buatan ibu mertuanya itu.

“Sarapan dulu Histo, baru minum obat ya.” Tambah Briell lagi, lalu melirik ke arah putranya yang sedang mengambilkan Historia breakfast Sandwich, karena tadi Historia berpesan jika dia tidak ingin makan terlalu berat pagi ini.

****

Setelah sekitar 1 jam setengah lamanya waktu yang mereka habiskan untuk Breakfast, karena memang akhir - akhir ini Historia makan sangat lambat, dan selalu mengeluh Capek ngunyah, membuat mereka harus menunggu bumil itu menghabiskan makannya yang tidak seberapa itu.

Kini mereka sudah terlihat berjalan keluar hotel, karena mereka ingin melihat - lihat sekitaran dulu, akhirnya mereka memutuskan untuk jalan kaki saja.

Outfit bumil hari ini.

“Hari ini mau kemana yah?” Tanya Historia, sambil melihat bangunan - bangunan unik yang ada di Korea.

“Katanya di sini banyak wisata yang biasa di pakai untuk syuting film - film seperti itu, dan - oh ya? Kamu mau nonton konser?” Tanya Griffin pada istrinya.

Historia menggelengkan kepalanya, “sepertinya cari yang wisata - wiasata alam atau musium gitu deh, lebih bagus soalnya.” Jawab Histora, menolak konser yang pastinya sangat ramai akan manusia itu.

“Bagaimana, Mah? Pah?” Tanya Griffin pada Mamah dan Papahnya.

“Bebas sih Fin, kan kamu yang ajak kita ke sini, harusnya kamu tahu dong kemana tujuan kita,” jawab Briell, yang melimpahkan semuanya pada putranya.

“Kayanya kita ke sini saja deh Gyeongbok Palace Istana terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon, katanya sih.” Tunjuknya pada poselnya memperlihatkan wisata yang sangat di rekomendasikan daei Google.

“Bolehlah, yuk kita coba dulu.” Ajak Briell dan juga Eden. Yang tidak suka berlama - lama berdiam di satu tempat tanpa ada tujuan lain.

***

Berbeda dengan keluarga Jonathan, kini keluarga Lesham terlihat sedang berkumpul di Mansion milik Aiden.

Pagi ini mereka sampai karena cuaca ternyata sangatlah mendukung.

Kini, terlihat mereka semua sedang sarapan bersama walaupun sudah agak telat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi.

“Jadi Chirsthoper ini yang akan menggantikan aku di Rumah sakit?” Tanya Lyla pada Neneknya.

“Benar sayang, karena Christian sedang di perusahaan Kakek, jadi Christhoper yang meneruskan title kedokteran Mami Papinya.” Jawab Stella, dengan senyum manisnya.

Lyla menganggukan kepalanya pelan, lalu melihat ke arah Weponya yang sudah terlihat sangat rentan sekali tapi masih cukup cantik di usianya.

“Wepo,” panggil Lyla, menggoda Nenek dari Papahnya itu.

Jika Alex masih terlihat kuat walaupun tua, berbeda dengan Elena yang terlihat sudah sangat rentah, dan bahkan sudah susah dalam berdiri.

“Wepo, mau makan?” Tanya Lyla, namun Elena hanya melihatnya saja.

“Ini makanan.” Jawab Elena, yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.

“Bisa sehat gitu ya Wepo sama Wekong, padahal sudah tua?” Tanya Christhoper yang memang selalu iseng menanyakan hal - hal di luar topik.

Berbeda dengan adiknya yang terlihat sangat kalem dan bahkan jarang mengurusi orang lain.

“Bisalah, Wepokan keturunan China asli dari Mamahnya, jadi ya ramuan - ramuan obatnya juga bagus.” Sahut Arnon, kakeknya yang mengingatkan cucunya jika mereka adalah keturunan China dari Wepo mereka.

Lyla yang iseng, kini mulai bangkit dari duduknya, dan mengepang rambut Weponya.

Mereka sangat menikmati kumpul keluarga yang sudah jarang sekali mereka adakan karena kesibukkan mereka masing - masing.

“Jadi Kalian berdua kapan menikah?” Tanya Lyla pada dua sepupunya.

“Aku sih tidak mau menikah, karena yang Haram lebih menggoda.” Jawab Chirsthoper yang terlihat begitu santai. Dan langsung mendapatkan cubitan dari Maminya.

“Aduh Mi, sakit!” Keluhnya, mengusap pahanya yang sakit karena cubitan maminya.

“Terus aja Rin! Cubit aja terus anakmu itu, kalau perlu lombokin mulutnya! Biar tidak sembarangan bicara!” Pinta Stella, yang memang selalu tekanan darah menghadapi cucunya yang satu ini.

“Loh, salahku di ma -“

“Salah! Jangan tanya salahmu di mana ya! Kalau memang sudah salah ya salah!” Sentak Airein merasa pusing dengan putra sulungnya.

“Iya deh iya, tapikan -“ kalimaymua terhenti ketika mendapatkan tatapan tajam dari Neneknya Stella.

“Okelah, iya salah.” Akuinya, merasa terdesak keadaan oleh nenek dan mamahnya.

“Kalau kamu Tian?” Tanya Lyla, pada sepupunya yang sejak tadi hanya diam saja memainkan ponselnya.

“Hem, rencananya sih secepatnya, tapi di Toko orens belum jual jodoh, gimana dong?” Jawabnya lalu bertanya balik pada Lyla.

“Nahkan, dia mah lebih parah, cari jodoh di situs online, makanya aku kasih namamu di Hpku Tantan,” sahut Christhoper yang ikut meledek adik kembarnya itu.

“Mah, anak Mamah Mah, main dating online mah, cewek gak bener itu mah!” Adunya yang membuat suasana semakin riweh.

“Christhoper!” Tegur Airein yang cukup tekanan karena ke dua putranya yang tidak pernah cocok ini.

“Lah, kok aku mah, kan dia duluan -“

“Apaan kamu duluan yang aduin aku.”

Seru mereka, sama - sama merasa tidak bersalah, membuat Lyla tersenyum karena merasa rumahnya tidak pernah seramain ini sebelumnya.

“Diammmm!! Plakkkk,, plakkkl!” Satu tamparan berhasil mendarat di salah satu pipi masing - masing untuk si kembar.

Membuat mereka terdiam, sembari mengelus pipinya yang terasa pedis akibat tamparan mamahnya.

Setelah merasa ke dua putranya diam, Airein kembali menghela nafas dan melanjutkan makannya. sedangkan Aiden, Lyla dan juga Freya yang tidak pernah melihat adegan kekerasan itu kini sama - sama terdiam mengetahui Airein bisa segalak itu.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂

𝑽𝒆𝒂𝒏 𝑽𝒆𝒓𝒐𝒏𝒊𝒌𝒂

babang Roger koq gak kelihatan y 🤭

2023-01-09

0

Naura putri

Naura putri

airen barbar juga klw marah sama anaknya ,malah terbalik dgn Aiden pokonya Aiden itu Daddy idaman bgt ,padahal klw inget cerita awal Aiden ma Freya kesel bgt sama Aiden .

2023-01-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!