Vino kembali keranjang miliknya setelah meyakini jika Nafisa sudah terlelap.Vino begitu kagum dengan gadis yang sudah beberapa pekan ini menjadi teman dalam melewati hari hari terberatnya.
Vino begitu malu yang kerap mengeluh tentang kondisinya saat ini.Saat melihat bagaimana perjuangan Nafisa agar bisa membuka kembali matanya setelah kondisinya drop,Vino merasa jika dirinya belum berjuang seperti Nafisa.
Vino pun mulai bertekad untuk melakukan pengobatan lebih serius lagi dan akan belajar lebih mengikhlaskan kondisinya saat ini sama halnya dengan yang dilakuka oleh Nafisa.
Keseharian Nafisa membuat Vino termotifasi,jika dirinya tidak boleh pasrah begitu saja dengan kondisinya saat ini.
Meski Vino tahu akhir dari perjuangan tetap sama,namun setidaknya Vino sudah membantu kedua orang tuanya dengan semangat untuk menjalani pengobatan.
Vino berpikir,jikalau pun pasa akhirnya dirinya harus pergi meninggalkan dunia ini.Setidaknya kepergian nya tidak akan menimbulakn luka dihati kedua orang tuanya karena tidak berusaha semaksimal mungkin untuk kesehatan nya.
*
*
Vino pun kini sudah mulai menjalani kemoterafinya.Ditemani oleh kedua orang tuanya Vino pun mulai melalui berbagai proses yang begitu menyakitkan dan cukup membuat tubuhnya tidak nyaman dari proses mengobatan nya.
Namun tekadnya yang ingin lebih tegar seperti Nafisa pun mampu membuat Vino bisa melalui semua proses itu.Dukungan dari Ratih dan Adi pun menjadi salah satu alasan untuk Vino mulai bangkit dan semangat menjalani pengobatan meski hasil akhirnya tetap sama.
Setidaknya kepergian Vino kelak tidak akan membuat hati Ratih dan juga Adi terluka karena mereka sudah berusaha semampu dan sebisa mereka namun hasil akhirnya tetap akan berpasrah pada yang maha kuasa.
"Kamu tidak apa apa kan?"tanya Nafisa saat melihat Vino termenung menatap jauh ke arah jendela kamar mereka.
"Memangnya aku kenapa?"tanya balik Vino.
"Kenapa akhir akhir ini kamu selalu diam?"
"Itu perasaanmu saja,aku masih seperti biasa kok"
"Tapi kamu lebih banyak diam sekarang,bosan nggak dikamar terus?"
"Lumayan,memang kenapa?"
"Mumpung cuacanya bagus bagaimana kalau kita jalan jalan.Disini aku punya tempat yang bagus untuk dikunjungi.Mau coba main kesana?"
"Benarkah?"
"Hhhmmm"
"Boleh deh,ayo"
"Ayo,ikuti aku ya"
Kedua pasien itu pun kembali menyelinap keluar kamar untuk mengunjungi sebuah taman yang menjadi tempat yang paling Nafisa sukai.
Bunga bunga yang bermekaran ditaman itu bagia obat yang akan menyembuhkan rasa bosan dan juga jenuh dengan sagala macam pengobatan yang harus dilaluinya.
Vino menatap takjum hamparan bunga bunga yang nampak begitu indah dipandang mata.Vino tidak menyangkan jika rumah sakit itu memiliki tempat yang begitu indah dan juga nyaman untuk para pasien datangi.
Tidak hanya mereka berdua yang ada disana,nampak beberapa pasien juga tengah berada ditempat itu.
Hanya bergelut dengan obat obatan dan proses pengobatan yang tidak mudah membuat para pasien membutuhkan ruang hanya untuk sekedar menghibur diri mereka yang dilanda ke stresan tingkat tinggi.
Stres karena merasa lelah dengan semua proses penyembuhan yang mereka jalani,jenuh karena harus terus menerus menelan pil pahit yang akan membantu mereka tetap bernafas untuk hari ini esok dan seterusnya.
Membuat tidak sedikit pasien yang mendatangi tempat itu dan saat ini Vino dan Nafisa menjadi slah satu dari mereka.
"Gimana?baguskan tempatnya?"tanya Nafisa saat keduanya sudah tiba disana dan duduk disalah satu bangku kosong yang tersedia disana.
"Indah dan membuat nyaman"jawab Vino menatap kagum pada hamparan bunga warna warni yang menghiasi taman yang memang tidak luas namun bagi para pasien yang menetap sudah lebih dari cukup untuk sekedar mencari hiburan dan udara segar.
"Ini adalah tempat favoritku selama disini.Dengan berada disini,aku selalu merasa tenang dan damai"
"Kamu benar.Tempat ini benar benar membuat nyaman dan tenang"
"Naf?"
"Apa"
"Jika ada kesempatan,apa ada tempat yang ingin kamu datangi?"
"Ada"
"Kemana?kamu ingin pergi kemana untuk terakhir kalinya dalm hidup kamu?"
"Pantai?"
"Pantai?apa kamu belum pernah kesana?"
"Iya,pantai.Pernah tapi itu dulu,dulu sekali dan aku ingin melihat pantai lagi untuk yang terakhir kalinya.Setidaknya sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya"
"Baiklah,jika kondisi kita memungkinkan kamu mau pergi ke pantai denganku?"
"Boleh,tapi itu tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin?"
"Kondisiku,jangankan pergi jauh hingga kepantai.Pergi sampai sini saja sudah membuat tubuhku lemas tak bertenaga"
"Naf,kamu nggak apa apa kan?kita kembali saja ya?"
"Sebentar lagi saja ya,aku masih kuat kok"lirih Nafisa yang sudah merasakan jika tubuhnya kembali melemah.
Vino pun menurut meski rasa panik dan juga cemas tengah dirasakan nya saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ketawang
Ya Allah nyesek bgt baca kisah mereka,ttp semangat mski brjuang mlawan pnyakit mematikan😭😭
2025-01-07
0
Eva Karmita
ku menangis tiap bab 😭😭😭
2024-06-26
0
Lili Lintangraya
sedih terus ceritany tpi suka banget.
2023-03-24
2