Bab.13

Vino melebarkan langkahnya begitu sesi pemeriksaan yang dilakukan nya selesai.

Rasanya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dan melihat wajah gadis yang sudah mencuri hati dan perhatiannya selama dirumah sakit.

Senyum lebar terus menghiasi wajah tampan nya meski wajah tampa itu tak secerah dulu sewaktu masih sehat.

Namun senyum lebar itu menghilang begitu saja diwajah tampan nya saat memasuki kamar rawat inap nya Vino kembali melihat pemuda yang kemarin hampir seharian menghabiskan waktu disana.

Dengan wajah mendung Vino masuk dan berlalu begitu saja melewati Nafisa yang tengah duduk dan berbincang dengan sahabatnya Rey disofa.

Nafisa menyatukan kedua alis nya saat melihat Vino yang kembali diam dan cuek.Bahkan masuk dan berlalu begitu saja tanpa menyapa nya.

Nafisa semakin dibuat heran saat Vino menarik tirai penyekat antara brangkar nya dan brangkar yang digunakan oleh Nafisa.

Vino menutup ranjang nya dengan tirai hingga apa yang dilakukan oleh Nafisa tidak terlihat oleh nya dan itu akan membuat hatinya semakin kesal dan marah.

Vino yang awalnya pura pura tidur karena kesal akhirnya benar benar terlelap damai dalam tidurnya.Menjelang sore Vino baru terbangun dari tidurnya dan begitu dibuat kaget saat membuka mata langsung melihat wajah Nafisa yang juga tertidur namun dengan posisi duduk disamping Vino.

"Naf,bangun.Jangan tidur seperti itu,nanti badan kamu sakit"ucap Vino membelai lembut wajah Nafisa yang masih menutup matanya.

"Nafisa,hey,ayo bangun"ucap Vino lagi dan kali ini berhasil.

Mata lentik dan indah milik Nafisa pun mulai mengerjap dan perlahan lahan mula terbuka.

"Vino,kamu sudah bangun?"

"Kenapa tidur disini?pasti itu buat kamu tidak nyaman.Ayo kembali ke ranjang kamu,aku antar kesana ya?"

"Nggak mau,mau disini saja"

Tanpa diduga Nafisa langsung naik ke atas ranjang Vino dan berbaring disamping nya.

"Na_Naf,ka_kamu___?"tanya Vino terbata,selain kaget Vino juga dibuat gugup dengan tindakan yang dilakukan oleh Nafisa saat ini.

"Diamlah,aku ngantuk dan mau tidur"jawab Nafisa mengusak dan menyelusupkan wajahnya didada bidang Vino.

Sumpah demi apa,Nafisa membuat Vino mati gaya dan tidak bisa bergerak.Meski ada terselip rasa bahagia karena bisa memeluk Nafisa namun Vino juga merasa gugup dan takut.

Takut jika kedua orang tua mereka akan salah paham dan marah saat melihat mereka berdua tidur satu ranjang.Hingga mungkin saja akan memisahkan keduanya.

Begitulah pikir Vino saat ini,seperti beberapa adegan dari novel novel yang dia baca atau drama drama yang dia nonton.

Begitulah yang Vino ketahui.Nafisa pun akhirnya tertidur lelap dipelukan Vino dan diatas ranjang yang sama dengan Vino.

Ada rasa tenang,nyaman dan bahagia tentunya saat bisa bersama dengan orang yang kita sayangi hingga sedekat ini.

Namun tidak bisa Vino bohongi jika rasa takut juga kini tengah rasakan olehnya.Vino tahu jika mereka berdua tidak boleh begini.

Namun untuk membangunkan Nafisa yang sudah tertidur lelap pun rasanya tidak tega.Vino pun akhirnya membiarkan Nafisa tidur dipelukkan nya.

Dan perlahan mata Vino pun kembali terasa berat dan tidak lama kedua insan yang tengah berjuang melawan penyakitnya itu terlelap bersama di ranjang yang sama.

*

*

Bunda Ana dan Mamah Ratih sama sama dibuat kaget saat mendapati putra dan putrinya teridur diranjang yang sama.

Kedua wanita yang sama sama sudah tidak lagi muda itu tersenyum lucu mendapati anak anak mereka ternyata memiliki ketertarikan satu sama lain.

"Kita kelr saja.Jangan mengganggu mereka"nisik Bunda Ana pada Mamah Ratih dan di angguki oleh Mamah Ratih yang setuju dengan ide dari teman seperjuangan nya itu.

Kedua ibu pun berjalan perlahan agar tidak membangunkan kedua anak mereka yang tengah tertidur lelap disatu ranjang yang sama.

Kedua wanita itu tersenyum karena merasa lucu saat melihat anak anak mereka yang memcuri curi waktu berdua saat tidak ada siapa siapa bersama dengan mereka.

"Maafkan Vino ya An,aku tidak tahu jika mereka___"

"Sudahlah,jangan dipikirkan.Jika ini bisa membuat mereka merasa bahagia.Kita wajib mendukung mereka.Aku yakin,tidak cuma Vino yang tertarik.Tapi juga Nafisa yang merasa nyaman berada disamping Vino"

"Apa kamu tidak keberatan?"

"Kenapa harus keberatan?inilah kesempatan untuk kita membahagiakan mereka.Lagi pula Vino adalah pemuda yang baik,aku yakin Vino bisa memperlakukan Nafisa dengan baik.Inilah satu satu hanya cara kita membuat mereka bahagia disisa waktu mereka"jelas Bunda Ana sendu.

Bahkan kini sudut matanya kembali basah kala mengingat perjalanan panjang nya bersama dengan sang putri akan berkakhir diujung yang sama,yaitu perpisahan.

Namun kedua ibu itu sama sama tidak mau menyerah dengan keadaan saat ini.Meski jawaban nya akan tetap sama tapi setidaknya saat mereka berpisah dengan anak anak mereka.

Tidak akan ada rasa penyesalan karena gagal memperjuangkan kesehatan mereka.

🌸🌸🌸

Terpopuler

Comments

there

there

sedih baca nya

2024-09-24

0

Yuli Yuli

Yuli Yuli

tu Uda ktmu obtnya bntar LG smbuh smua pnyakitnya

2024-04-03

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

Uda nikahin aja

2024-02-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!