Bab.12

Dengan langkah cepat Vino menghampiri Nafisa lalu memeluk erat tubuh gadis itu.

"Vino?"

"Diem,aku lagi marah.Biarkan begini dulu,biar marahku cepat reda"bisik Vino semakin mengeratkan pelukan nya ditubuh Nafisa.

"Kamu marah kenapa?"tanya Nafisa bingung namun tetap membiarkan Vino memeluknya.

"Entahlah,yang pasti saat ini.Aku lagi marah dan kesal dengan kamu.Jadi biarkan begini dulu,biarkan amarahku hilang dalam pelukkan mu"

Nafisa tidak bisa menyembunyikan senyum nya saat menyadari mungkin saja Vino tengah menahan cemburu karena kedatangan Reynald.

Reynald adalah teman sekaligus pria yang begitu mencintai Nafisa.Namun sayang kondisi Nafisa saat ini membuat keduanya tidak bisa merubah status dari sahabat menjadi pasangan.

Nafisa terus saja menolak Rey meski pemuda itu begitu gencar menyatakan perasaan nya.Rasa takut akan menyakiti pria baik hati dan sabar itu saat takdir membawanya kembali kepada sang pencipta membuat Nafisa menutup hatinya rapat rapat.

Namun hati nya kembali bergetar dan kembali berbunga bunga saat kedatangan seorang Alvino Wiraguna datang menjadi teman seperjuangan nya dalam memperjuangkan kesembuhan dari penyakit yang memang belum ada obatnya.

Cukup lama Vino memeluk tubuh Nafisa,hingga akhirnya pemuda dengan memakai pakaian pasien itu mengurai pelukkan nya.

"Gimana?sudah tenang?"tanya Nafisa saat Vino melepas pelukan nya dan menatap dalam pada wajah gadis cantik dihadapan nya kini.

"Sudah lebih baik.Siapa dia?apa dia pacarmu?"tanya Vino to the point.

"Bu_bukan,dia sahabat aku"jawab Nafisa lirih karena menahan rasa gugup dihatinya saat Vino bertanya prihal siapa Rey.

"Tapi dia berharap bisa merubah status kalian"

"Itukan harapan nya,dan aku tidak bisa mewujudkan itu"

"Kenapa?"

"Kamu tidak lihat kondisiku?mana mungkin aku memberi harapan palsu padanya yang begitu tulus menyayangiku.Aku tidak mau membuatnya terluka dengan perpisahan kami nantinya"

"Kamu mencintainya?"

"Sayang sih iya,kalau untuk cinta.Sepertinya nggak.Aku sudah lama menganggapnya sahabat dan tidak ada perasaan lain untuknya"

"Baiklah,aku mengerti.Istirahatlah,sudah malam"uajr Vino membimbing Nafisa agar naik ke atas ranjang nya.

"Selamat malam dan selamat tidur bidadari surgaku"bisik Vino sebelum melabuhkan satu kecupan dikening Nafisa yang membuat mata gadis itu membulat sempurna.

Nafisa masih melongo kaget karena apa yang dilakukan Vino saat ini.Jantung Nafisa berdetak tak karuan saat Vino mendaratkan bibir kenyalnya dikening Nafisa.

Semburan rona merah kini muncul diwajah putih pucatnya saat tersadar dari keterkejutan nya.Dengan cepat Nafisa membaringkan tubuhnya lalu menyelimuti tubuh itu dengan selimut hingga menugupi wajahnya yang kini masih merona karena malu dan juga bahagia tentunya.

Entah mengapa hal kecil yang dilakukab oleh Vino barusan membuat Nafisa begitu senang hingga tidak bisa memejamkan matanya.

Sementara Vino sendiri menatap tubuh Nafisa yang kini sudah terbungkus selimut dengan perasaan yang cukup lega setelah mengetahui jika antara Nafisa dan pemuda tadi hanya sekedar teman.

Vino pun mengikuti jejak Nafisa yang sudah lebih dulu terlelap meski hanya matanya yang tertutup.Nyatanya,Nafisa sama sekali tidak biaa tidur hingga menjelang dini hari Nafisa baru menemukan rasa kantuknya.

*

*

Nafisa dan Vino menyambut pagi mereka dengan sebuah senyuman diwajah masing masing.Kejadian kemarin membuat Nafisa selalu tersenyum dengan rona merah terus menghiasi wajah pucatnya.

Mamah Ratih dan Bunda Ana yang menyadari ada yang berbeda dari putra dan putri mereka hanya bisa menatap penuh dengan tanya tanpa berani bertanya karena takut mengganggu kebahagiaan sang anak.

Kedua pasien itu kembali melanjutkan proses penyembuhan.Mereka ditangani dokter mereka masing masing.

Memiliki dokter yang berbeda membuat Nafisa dan Vino berpisah beberapa saat untuk menjalani pemeriksaan.

Dan jujur hal itu menimbulkan rasa rindu dihati masing masing meski mereka akan bertemu setelah sesi pemeriksaan selesai.

Namun rasanya waktu yang hanya beberapa jam saja itu mendadak begitu terasa lama.Bahkan tqk henti hentinya Vino melirik jam dinding yang ada diruangan dokternya.

"Kamu kenapa Nak?kok terlihat gelisah?"tanya Mamah Ratih saat melihat Vino yang terlihat tidak tenang dalam duduknya.

"Tidak Mah,tidak apa apa.Aku baik baik saja"jawab Vino kembali berusaha tenang agar sang Mamah tidak mencurigai jika saat ini Vino begitu merindukan Nafisa dan ingin segera bertemu dengan gadis itu.

Tidak jah berbeda dengan Vino.Nafisa pun merasakan hal yang sama.Hingga membuat sang dokter yang tengah menanganinya bertanya prihal kegelisahan yang Nafisa rasakan saat ini.

"Tidak apa aa Dok,saya malah merasa jauh lebih baik dari kemarin"jawab Nafisa saat sang Dokter bertanya tentang ke adaan nya yang nampak begitu gelisah selama sesi pemeriksaan nya.

Terpopuler

Comments

Yuli Yuli

Yuli Yuli

sbar nafisa vino bntar LG ktmu kok🥰🥰

2024-04-03

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

kamgen ni yee

2024-02-01

1

vano

vano

semoga bersatu dalam setitik asa

2023-01-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!