Bab.19

"Tapi sayang kondisi kamu tidak memungkinkan untuk mempertahankan nya"jawab Ayah Bagas penuh dengan rasa khawatir akan kesehatan sang anak.

"Tapi aku bisa ayah,ku bisa dan aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan dia dan melahirkan nya kedua ini"lirih Nafisa pilu.

"Tapi berjanjilah,jika Nafisa akan melakukan semua yang dokter saran kan.Maka dengan begitu Nafisa bisa mempertahankan dan melahirkan bayi ini,bagaimana?setuju?"ujar Dokter bagian obgyn akhirnya menengahi perdebatan ayah dan dan anak itu.

"Tapi Dok?"

"Bapak dan Ibu tenang saja,saya yang akan mengawasi Nafisa selama masa kehamilan nya.Dan saya pastikan jika Nafisa bisa melahirkan bayinya dengan sehat dan selamat.Memaksakan keinginan kita juga sangat tidak baik untuk kondisi Nafisa saat ini Pak,jadi alangkah baik nya jika kita mendukung apa yang ingin dilukukan dan apa yang ingin dia pertahan kan"jelas Dokter yang akhirnya membuat aayah Bagas setuju untuk mempertahan kan janin yang kini ada didalam rahim putrinya.

*

*

"Sekarang bisa ceritakan apa yang terjadi antara kamu dan Vino?dan kapan kalian___"ucapan Ayah Bagas terjeda karena takut Nafisa akan merasa terintimidasi oleh pertanyaan yang dia lontarkan.

"Jelaskan lah,semua yang terjadi pada kalian"lanjut ayah Bagas.

"Nafisa minta maaf Pah,Nafisa tidak bermaksud melakukan itu hanya saja___"

"Kapan itu terjadi sayang?tenanglah,kami tidak akan marah.Kami hanya ingin mendengar ceritanya"bujuk Bunda Ana agar Nafisa mau menceritakan apa yang terjadi padanya dan juga vino.

"Ha_hari itu,hari dimana kami pergi kepantai Bunda"

.

[Flash Back]

Setelah sepakat untuk menginap disebuah hotel yang tidak jauh dari pantai,Vino membawa Nafisa kehotel itu untuk beristirahat karena hari memang sudah malam.

Dan setelah makan malam disebuah restoran seafood keduanya un pergi menuju ke hotel dimana mereka akan menginap malam ini.

Didepan lobi nampak dua orang pria dan wanita paruh baya yang nampak kebingungan.Samar samar baik Nafisa mau pun Vino sama sama mendengar percakapan kedua orang itu.

"Lalu kita harus bagaimana Pah,ini hotel terakhir dan disini juga kamarnya sudah penuh terisi"keluh sang istri pada suaminya.

"Papah juga tidak tahu Mah,mana hari sudah kian malam lagi.Bagaimana ini?"jawab si suami tidak kalah resah dan juga lirih.

Seperti biasa,saat melihat ada orang yang kesusahan membuat Nafisa urung menaiki lift yang tadinya akan dia gunakan untuk naik ke lantai dimana kamar yang sudah dipesan oleh Vno berada.

"Maaf apa boleh saya tahu,ada masalah apa yang Pak,Bu?"tanya Nafisa setelah tiba didekat pasangan suami istri lansia itu.

"Kami datang dari luar kota nenk,dan ini hotel terakhir yang kami datangi setelah semua hotel yang kami datangi sudah terisi penuh semua.Namun nampaknya hotel ini juga begitu"adu sang Ibu pada Nafisa.

"Ini Bu,jika memang mendesak.IBu gunakan kamar saya saja"ujar Nafisa menyodorkan key card door lock miliknya pada pasangan pasutri itu.

"Tapi bagaimana dengan Neng sendiri?"tanya si ibu yang sedikit ragu saat akan menerima key card door lock milik Nafisa.

"Saya bisa tidur satu kamar dengan Abang saya Bu,mohon diterima.Ini sudah malam dan sebaiknya Ibu dan Bapak segera beristirahat ya"jawab Nafisa yang membuat Vino sedikit dibuat kaget.

Namun Vino tahu betul jika kekasihnya itu memanglah berhati mulia.Dengan perasaan yang sungkan,Ibu itu pun menerima kunci kamar milik Nafisa.

Keduanya pun berjalan beriringan menuju ke lantai dimana kamar mereka berada.Setelah membantu kedua paruh baya itu Nafisa mengikuti langkah Vino masuk kedalam kamar yang memang tadi diperuntukkan untuknya seorang.

"Maaf,jika kamu tidak nyaman bagaimana kalau kita pulang saja?"ucap Nafisa setelah keduanya berada didalam kamar yang sama.

"Ini sudah terlalu malam untuk kembali.Tidak masalah kok,aku bisa tidur disofa dan kamu tidur dikasur"

"Tapi itu akan buat tubuh kamu pegal dan tidak nyaman."

"Lalu mau bagaimana?tidur satu ranjang?sudah tidak apa apa,cuma satu malam ini.Aku bisa kok"

"Maaf ya"lirih Nafisa merasa bersalah karena dirinya,Vino harua tidur disofa.

"Sudahlah,aku akan baik baik saja kok"Vino menarik Nafisa masuk kedalam pelukkan nya.

Vino tahu jika saat ini Nafisa tengah begitu khawatir tentang kondisi Vino yang memang sedikit lebih lemah dari kondisi Nafisa.

"Kita tidur ya?ini sudah malam"ujar Vino dan diangguki oleh Nafisa.

Vino mengurai pelukkan nya ditubuh Nafisa lalu menatap dalam wajah cantik sang kekasih.Perlahan Vino mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah Nafisa.

Detik kemudian,Vino pun menyatukan bibir mereka.Semula ciumana itu hanya sekedar kecupan.

Namun saat Nafisa mulai membalas,entah dorongan dari mana keduanya nya lanjut ke tahap yang jauh lebih panas lagi.

Hingga akhirnya keduanya berakhir dengan tertidur diranjang yang sama,dibawah selimut yang sama dan dalam kondisi sama sama polosan.

Terpopuler

Comments

Ketawang

Ketawang

Tuh kaaannn,... lawan jenis berdua'an di kmr,..org ketiga pasti setan...
Dan trjadilah.....

2025-01-07

0

Yuli Yuli

Yuli Yuli

SM" skt kok msih bsa melakukannya 😁😁

2024-04-03

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

tuh ngak boleh kalo bukan muhrim pergi berduaan ketiganya setan

2024-02-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!