Bab.17

"Wah cantiknya"seru Nafisa saat melihat betapa indahnya hamparan pasir dan juga air laut disalah satu pantai yang tidak jauh dari ibu kota.

Tujuan awal mereka sebenarnya Bali,sebuah pulau yang dikelilingi banyak pantai yang indah indah.

Namun mengingat kondisi keduanya yang tidak memungkinkan maka mereka hanya bisa mendatangi sebuah pantai di ibu kota saja.

Meski begitu,tidak mengurangi rasa bahagia dan juga haru dihati Nafisa dan juga Vino.Pasalnya,setelah sekian purnama hanya terkurung ditempat yang sama dan juga kegiatan yang itu itu saja.

Kini keduanya bisa menghidup udara segar dan juga bisa menikmati angin laut secara langsung.Akhirnya Vino dan juga Nafisa bisa melihat tempat yang ingin mereka kunjungi sebelum tuhan benar benar memanggil keduanya.

Setelah meminta ijin kepada orang tua Nafisa yang rupanya tidak semudah itu Vino dapatkan akhirnya Vino bisa juga membawa gadis itu ketempat yang ingin dia kunjungi selama ini.

"Tolong,ijinkan saja pergi membawa Nafisa kesuatu tempat sebelum saya benar benar pergi.Saya ingin membuat kenangan manis dan juga indah bersama dengan nya"

Begitulah kira kira ucapan yang dikatakan oleh Vino kepada Ayah Bagas dan juga Bunda Ana dua hari sebelum kepergian mereka kepantai itu.

Namun sulit ternyata bagi Ayah bagas memberikan ijin itu.Pada pemuda yang jelas jelas dengan gantle meminta ijin untuk membawa putri mereka pergi.

Namun setelah mendapatkan bujukan dari sang istri,akhirnya Ayah Bagas pun mengijinkan nya meski hanya satu malam saja.

Dan kini disinilah keduanya.Nafisa pun kini menggunakan hijab agar orang orang tidak mencurigai jika mereka adalah pesien rumah sakit.

Vino tidak pernah melepaskan genggaman tangan Nafisa barang sedetik pun.Keduanya nampak berjalan jalan disekitaran pinggir pantai dengan tangan yang saling bertautan.

"Duduk disana yuk,istirahat dulu sebentar"ajak Vino menunjuk salah satu bangku yang terletak dipinggir pantai itu.

Nafisa menanggguk setuju,karena memang keduanya tidak bisa memprosir tenaga mereka bahkan untuk berjalan lebih lama layaknya orang normal.

Keduanya mendudukkan diri setelah cukup merasa lelah dan pegal dibagian kaki.Sama sama menikmati suasana sore hari dipinggir pantai dengan hembusan angin dan juga langit biri yang kini mulai berubah menjadi jingga.

"Bagaimana?kamu suka?"tanya Vino kembali menggenggam erat tangan mungil Nafisa.

"Suka,suka banget"

"Bagaimana kalau malam ini kita menginap disini?"

"Hah,apa?tapi__"

Nafisa terlihat begitu kaget saat mendengar ajakan dari Vino hingga tidak bisa melanjutkan ucapan nya.

"Kamu tenang saja,aku sudah pesan dua kamar.Aku hanya masih ingin disini hingga esok tiba bersama dengan kamu.Bagaimana?"

Vino pun segera memperjelas semuanya karena melihat bagaimana terkejutnya Nafisa saat Vino meminta mereka untuk menginap disana.

"Tapi Ayah dan Bunda pasti akan khawatir"lirih Nafisa yang khawatir jika kedua orang tua mereka pasti akan marah dengan apa yang Vino dan Nafisa lakukan saa ini.

"Kamu tenang saja,aku sudah minta ijin Ayah sama Bunda dan mereka mengijinkan.Aku juga sudah pesan dua kamar jadi kamu tidak perlu khawatir.Aku tidak akan macam macam jika kamu tidak menginginkan nya.Beda cerita jika kamu yang memintanya"lanjut Vino.

"Vino ihh,kok bicara begitu?"lirih Nafisa dengan wajah yang sudah memerah karena merasa malu dan juga aneh saat membahs hal hal yang berbau dewasa.

Padahal kalau menurut umur,keduanya sudah tidak aneh membahs hal hal seperti itu karena mereka sudah sama sama dewasa.

Namun tetap saja aneh rasanya saat membahas hal hal seperti itu dengan lawan jenis.Apa lagi mereka belum resmi menjadi pasangan halal.

"Kenapa meski malu,kita sudah sama sama dewasa sayang.Dan hal itu sudah biasa dibahas diusia kita saat ini"lanjut Vino terkekeh saat melihat respon dari Nafisa.

"Tetap saja,itu bukan obrolan yang layak kita bicarkan ditempat umum seperti saat ini"

"Oh jadi kalau ditempat yang tertutup boleh?"

"Ya nggak juga.Udah ah,kamu kok jadi ngeselin sih"

"Loh kok pergi sih sayang.Mau kemana,hhmm?"

Vino pun menahan Nafisa yang sudah beranjak dan melangkah untuk pergi meninggalkan cowok yang tiba tiba membuatnya kesal juga salah tingkah.

Vino menarik Nafisa dalam pelukan nya,Vino tahu jika saat ini Nafisa tengah merasa kesal dan juga malu akan apa yang baru saja Vino katakan.

Namun apa yang dikatakan oleh Vino tidak ada salahnya juga.Namun rasanya,Nafisa juga belum siap mendengar pembahasan yang berbau bau dewasa.

"Lihat,langitnya cantik sekali"ujar Vino mengurai pelukkan nya ditubuh Nafisa.Membalik tubuh gadis itu lalu kembali memeluknya dari arah belakang.

Nafisa menatap kagum pada langit senja dipinggir pantai hari itu.Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah Nafisa lupakan seumur hidupnya.

Bahkan kini rasanya sudah tidak ada beban lagi jika pun dirinya akan dipanggil oleh sang maha kuasa di esok hari.

Karena apa yang dia inginkan selama ini sudah tercapai.Bonusnya kini Nafisa malah pergi ketempat itu bersama dengan pria yang dia cintai dan dia sayangi.

Sungguh sebuah kado yang sangat indah yang Allah berikan dipenghujung nafasnya.

Terpopuler

Comments

Yuli Yuli

Yuli Yuli

yg nikah tu mamahnya vino SM papahnya vino BKN vino SM nafisa

2024-04-03

1

vano

vano

bukanya udah nikah ya,pasangan halal di bilang otornya,apa salah

2023-01-11

2

Nda Poe💙

Nda Poe💙

di nikahin aja, biar apa yg mereka lakukan tetap halal 😍 bersentuhan saja pun tetap halal kalo sdah nikah ,,

2023-01-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!