"Kamu sudah bangun Nak?"
"Mamah,bagaimana ini.Ki_kita pulang saja ya,tempat ini terlalu mahal Mah"ucap Vino lirih saat melihat sang Mamah memasuki ruangan itu di ikuti oleh Bunda Ana.
Mamah Ratih hanya bisa terdiam menatap sendu wajah pucat sang putra yang kini tengah terduduk dibrangkar disebuah ruangan yang begitu elite untuk dirinya tempati.
Tidak tega melihat Vino yang terlihat enggan menerima bantuan nya,Bunda Ana pun menghampiri ibu dan anak itu.
"Kamu Vino ya?kenalin Saya Bunda Ana,Bunda nya Nafisa.Nak Vino tenang saja,ruangan ini biar kita gunakan sama sama ya.Lagi pula ruangan ini cukup luas untuk digunakan dua pasien"ujar Bunda Ana menenangkan Vino yang nampaknya begitu segan menerima bantuannya.
"Tapi Bu,ini terlalu berlebihan dan pasti merepotkan ibu"lirih Vino.
"Tidak Nak,Bunda tidak merasa direpotkan sama sekali.Malah senang,karena Nafisa bisa punya teman saat Bunda harus pulang dulu kerumah.Bukan begitu Fisa?"
"Iya,tentu saja.Tetaplah disini temani aku,ya.Kita bisa saling bertukar cerita saat merasa jenuh dengan pengobatan,bagaimana?"
Vino pun menatap tiga orang wanita yang kini ada didepan nya secara bergantian.Dan akhirnya mengangguk setuju saat melihat tatapan sang Mamah yang nampak nya tengah memohon agar Vino tetap disana meski tanpa berucap.
Mamah Ratih pun tersenyum lega saat Vino bersedia dirawat diruangan itu.Meski dirinya merasa sangat tidak nyaman namun Vino berusaha untuk mengalahkan rasa itu demi sang Mamah yang begitu berjuang untuk kesehatan tubuhnya
Menjelang malam Mamah Ratih pun terpaksa menitipkan Vino pada Bunda Ana karena dirinya harus berjualan.Selama ini Mamah Ratih memang menyambung hidupnya dengan berjualan nasi goreng dan mie goreng disebuah warung yang buka mulai dari sore hingga tengah malam.
Setelah ditinggal pergi oleh sang suami yang pergi entah kemana,Mamah Ratih pun akhirnya menjual semua aset berharga yang dia miliki untuk membuka usaha kecil kecilan.
Dan setelah sekian belas tahun berjuang dijalanan dan diberbagai tempat yang berbeda akhirnya Mamah Ratih memiliki sebuah tempat untuk digunakan dia berjualan nasi goreng nya.
Sebuah warung kecil namun cukup membantu untuk Mamah Ratih menjajakan jualan nya.Memiliki cita rasa yang sedikit berbeda membuat warung kecil itu tidak pernah sepi pengunjung.
Belum lagi dengan kehadiran sang putra yang kerap membantu diwarung tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk warung kecil itu.
Pelanggan yang semula hanya para orang tua dan para supir yang tengah melintas melewati warung itu,kini bertambah dengan para kaum anak muda para pelajar yang tertarik dengan kehadiran Vino disana.
Memiliki wajah yang tampan rupawan dan juga sikap yang ramah dalam menyambut para pelanggan menjadikan point tersendiri untuk warung kecil itu.
Namun kondisi kesehatan Vino yang kian hari kian menurun membuat pria yang masih bersekolah menengah atas itu akhirnya harus berhenti membantu sang ibu diwarung nya.
*
*
"Kamu kenapa?"tanya Nafisa saat melihat Vino hanya terdiam menatap kosong ke arah jendela.
"Aku hanya sedang berpikir,kenapa tuhan begitu kejam pada Mamah?Mamah hanya mamiliki aku dan kini tuhan juga sudah bersiap untuk mengambilku darinya"lirih Vino yang membuat Nafisa ikut terenyuh.
Nafisa menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab apa yang dikatakan oleh Vino.
"Itu artinya,Mamah kamu adalah wanita yang istimewa yang dipilih tuhan.Wanita yang kuat dan juga hebat yang bisa menerima ujian berat yang diberikan oleh tuhan,namun tetap bisa memperlihatkan senyuman terbaik nya.Meski mungkin didalam didalam hatinya sudah hancur lebur tak berbentuk lagi"
"Meski kita tidak bisa melakukan apapun untuk tetap bertahan hidup selamanya,tapi kita bisa membantu para orang tua untuk sedikit bertahan dan berjuang.Meski akhirnya sama,tapi setidaknya orng yang kelakkita tinggalkan tidak akan pernah merasa menyesal karean mereka sudah berusaha semampu mereka untuk memperjuangkan kita"jelas Nafisa.
"Kamu mungkin bisa setegar ini karena kamu memilki keluarga yang memiliki finansial yang berkecukupan berbeda dengan keluargaku yang masih dalam batas pas pasan"
"Kamu pikir dengan orangtuaku kaya,aku bisa bebas dari penyakit ini?kita sama Vino,meski aku memiliki uang tapi tetap saja tidak membuat tubuhku terbebas dari penyakit ini dan mungkin entah besok atau lusa,bisa sajakan aku duluan yang meninggalkan ruangan ini dan berpindah kemakan keluarga"
"Ke_kenapa bicara seperti itu?"
"Karena kisah kita sama Vino,akhir kisah kita akan sama.Nama kita akan berakhir disebuah batu nisan"lirih Nafisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Mamah Kekey
masih nyimak KK
2024-08-11
0
Uthie
sedih 😢
2024-07-02
1
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-03-09
1