"Bagaimana Vino Mas?apa dia tidak marah padamu?apa dia mau berbicara denganmu?apa___"Ratih memberondong Adi dengan banyaknya pertanyaan saat melihat Adi keluar dari ruangan anaknya.
Namun bukan nya menjawab Adi malah langsung memeluk erat tubuh mungil Ratih yang kini terlihat jauh lebih kecil dari 18 tahun yang lalu.
Tubuh Ratih tidak se berisi dulu,hingga tubuh mungilnya terlihat semakin kecil dengan kondisi tubuh yang jauh lebih kurus dari sewaktu mereka masih bersama dulu.
Dan itu semakin membuat Adi sakit melihat wanita yang sudah berjuang seorang diri dalam membesarkan putra semata wayang mereka.
"Mas"lirih Ratih saat Adi semakin memeluk erat tubuhnya.
"Biarkan begini dulu,sebentar saja"bisik Adi yang sudah lama menahan rindu pada wanita yang hingga saat ini belum tergantikan oleh wanita manapun.
Cukup lama Ratih membiarkan Adi memeluk tubuhnya.Hingga sudah dirasa cukup dan puas Adi pun mulai mengurai pelukan itu.
"Bagaimana dengan Vino?"tanya Ratih lagi yang masih penasaran apakah sang putra mau menerima nya atau tidak.
"Dia anakku,tentu saja dia mau menerimaku.Hanya saja,dia menolak saat aku mengajaknya untuk berobat ke luar negri"
"Syukurlah,terima kasih.Terima kasih karena sudah datang disaat Vino membutuhkan Ayahnya"lirih Ratih.
"Kenapa pergi begitu saja?aku bahkan sempat hancur sehancur hancurnya,jika saja aku tidak pernah tahu jika ada Vino diantara kita maka aku tidak akan seperti saat ini"
"Malam itu,dia datang dan memberi tahu jika kalian akan menikah dan memintaku menjauhimu.Bahkan saat usia kandungan ku 8 bulan kami juga pernah bertemu.Dia juga tengah hamil besar dan dia bilang,itu anak dari hasil pernikahan kalian.
Bagaimana mungkin aku bertahan jika Mas sendiri sudah berbahagia bersama dengan wanita lain yang bahkan sudah mengandung darah dagingmu"jelas Ratih sendu kala harus kembali mengingat perjuangan nya mengandung hingga membesarkan Vino tanpa suami disisinya.
"Kenapa tidak bertanya dulu padaku?main pergi saja.Menyebalkan"cebik Adi menahan kesal karena Ratih mengambik keputusan tanpa melibatkan nya.
"Maaf"
"Tidak akan,aku tidak akan pernah memaafkanmu"
"Hah,a_apa?"
Ratih hanya bisa menunduk lesu saat Adi mengatakan tidak akan pernah memaafkan nya.Namun detik kemudian Adi menggenggam tangan Ratih dengan begitu erat.
"Menikahlah denganku,biarkan Vino memiliki Ayah disisa waktunya yang tersisa"
"Tapi Mas"
"Tapi apalagi?beri aku kesempatan untuk menjadi ayah yang baik untuknya Ratih.Meski semua sudah terlambat namun tidak ada salahnya kan jika kita memberikan keluarga yang sempurna sebelum kita benar benar kehilangan dia"
"Tapi Vino akan sembuh Mas,Vino harus sembuh"
"Ratih,kita semua tahu betul kondisinya saat ini.Tapi aku akan berusaha yang terbaik untuknya agar tetap bisa bersama dengan kita dalam waktu yang lama.Namun balik lagi,kita hanya bisa berusaha dan mau tidak mau,siap tidak siap kita harus menerima jika tuhan lebih menyayangi Vino dari pada kita"
Adi membawa tubuh Ratih yang kini tengah menangis tersedu masuk kedalam pelukkan nya.Adi mendekap erat tubub ringkih itu.
Dan pemandangan itu tidak luput dari mata sayu Vino yang sengaja mengintip kedua orang tuanya dari balik pintu kamar rawat inapnya.
*
*
Seminggu setelah pertemuan Adi dan Vino,Ratih pun menerima lamaran dari Adi dan kini mereka telah resmi menikah.
Vino tersenyum bahagia melihat kedua orang tuanya kini telah bersatu kembali dan kini dirinya sudah memiliki oeang tua yang utuh.
"Selamat ya,akhirnya kamu kembali berkumpul dengan Ayahmu"ujar Nafisa yang kini sudah mengetahui jikq Vino sudah memiliki seorang ayah.
"Terima kasih"
"Bagaimana perasaan mu?"
"Tentu saja bahagia,hanya saja.Kebersamaan kami hanya sementara"
"Jangan begitu,setidaknya kamu masih bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah"
"Kamu benar.Setidaknya saat ini juga Mamah tidak sendirian disaat aku harus pergi.Jalan keluar yuk?"
"Kemana?ini sudah malam"
"Ditaman depan saja,aku ingin menghirup udara segar"
"Baiklah,tapi jangan lupa pakai mantel dan juga jangan lama lama yang.Udara malam tidak baik untuk kita"
"Sebentar saja kok"
"Baiklah,ayo"
Nafisa dan Vino pun menyelinap keluar ruangan untuk sekedar menghirup udara segar.Saat ini Vino memang masih merasa down dengan kondisi nya.Entah harus sampai kapan dirinya ada didalam lingkaran penyakit yang membuat hidupnya kini nampaak tak berarti dan tidak berguna.
tidak bisa lagi membantu sang Mamah membuat pikiran vino semakin gundah dalam menjalani pengobatan nya.
Entah akan bagaimana kedepan nya,yang pasti saat ini Vino ingin menjadi anak yang berguna untuk sang Mamah sebelum dirinya kembali pada sang maha pencipta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Yuli Yuli
up nya dikit" thor
2024-04-02
1
Zainab Ddi
😭😭😭sedih author
2024-02-01
1
penghuni terakhir
dr part awal sampai part ini bawang bertebaran dimana mana....😢😢😢
2023-01-07
2