Vino menggandeng Nafisa kembali kedalam kamarnya.Tadi saat masih berada ditaman Nafisa hampir saja pingsan karena tubuhnya kem"Istbali lemas.
Ini bukan kali pertama untuk Nafisa merasakan dan mengalami hal itu.Itulah mengapa Ayah Bagas memutuskan untuk Nafisa dirawat saja dan stay dirumah sakit.
Karena memang kondisi putrinya yang kerap naik turun.Bahkan baru bebrapa hai yang lalu Nafisa hampir pergi selama lama nya jika saja dokter telat dalam menangani nya.
"Istirahat ya?"
Vino pun membantu Nafisa untuk berbarig kembali dibrangkar nya.Namun saat Vino akan beranjak tangan mungil Nafisa menahan pergerakan Vino yang akan kembali keranjang nya.
"Kenapa?apa ada yang kamu butuhkan?"tanya Vino bingung.
"Temani aku ya,boleh"lirih Nafisa tersipu malu.
Vino pun mengangguk lalu kembali duduk dikursi yang disediakan untuk orang yang tengah menunggu disana.
"Tidurlah,aku akan tetap disini"ucap Vino lagi saat Nafisa tak kunjung menutup matanya untuk tidur.
"Vin,boleh tanya sesuatu?"
"Boleh,apa?tanya saja"
"Jika,seandainya aku pergi lebih dulu.Janji ya kalau kamu akan ingat sama aku"
"Kenapa bicara seperti itu,kita akan berjuang sama sama untuk tetap kuat dan semoga kita berdua diberikan kesembuhan"
"Kan seandainya Vin"
"Nggak ada seandainya,seandainya.Kamu harua tetap kuat dan kita harus tetap sama sama.Aku akan berhenti berjuang jika kamu pergi terlebih dahulu"
"Loh kok gitu?jangan dong,kasihan Mamah Ratih jika kamu berhenti berjuang"
"Maka dari itu,jangan pernah berpikir untuk pergi.Sekarang istirahatlah,aku akan tetap disini sampai kamu tidur"
Nafisa pun mengangguk lalu memejamkan kedua matanya.Menikmati sentuhan dan usapan lembut dari tangan Vino dipucuk kepalany.
Setelah Nafisa memasuki alam mimpi,Vino pun mulai beranjak dan membaringkan tubuh lelahnya.
Jenuh dengan kondisinya yang hanya begitu begitu saja,membuat Vino pun berinisiatif menuliskan kisah hidupnya dilaman sebuah aplikasi novel online yang kini tengah digemari para pencinta novel.
Tidak lupa juga Vino menambahakn kisahnya yang bertemu dengan pejuang sembuh dari cancer yang begitu baik dan cantik,sungguh definisi bidadari didunia nyata.
Selain cantik Nafisa juga memiliki jiwa yang baik dan tidak segan segan menolong orang meski mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya.
*
*
Vino menatap tak suka pada tamu yang siang itu datang menjenguk Nafisa.Seorang pria yang diperkirakan seumuran dengan nya datang dengan bingkisan buah buahan segar dan juga buket bunga ditangan nya.
Tak sedetik pun Vino memalingkan wajahnya dari Nafisa dan pemuda itu.Nafisa sendiri sesekali melirik penuh dengan tanya saat melihat tatapan tidak bersahabat dari seorang Alvino Wiraguna.
Selama datang menjenguk pemuda itu banyak menceritakan banyak hal yang hanya ditanggapi sebuah senyuman san anggukan oleh Nafisa.
Entah mengapa Nafisa merasa kurang nyaman dirinya terus saja di awasi oleh Vino selama pemuda itu ada disana.
Menjelang sore,Bunda Ana datang dengan membawa peralatan yang akan digunakan selama masih stay disana.
"Naf,cepat sembuh ya.Aku kangen kamu ada disekolah lagi.Sebentar lagi ujian masuk universitas,aku berharap kita bisa melanjutkan kuliah di kampus yang sama seperti cita cita kita dulu"ucap pemuda itu cukup sendu sesaat sebelum berpamitan untuk pulang.
"Doakan yang terbaik ya Rey,aku juga rindu sekolah dan ingin lanjut kuliah bersama dengan kamu.Tapi apalah daya,saat tuhan belum memberi restunya"
"Kamu yang semangat ya Naf,aku yakin kamu pasti sembuh"
"Terima Rey,kamu memang sahabat yang terbaik yang aku miliki"
"Sahabat,kenapa hanya sahabat sih Naf?padahal aku selalu berharap lebih akan status kita"lanjut Reynald cukup sendu dan pilu.
"Jangan dibahas lagi Rey,kamu akan selalu kecewa dengan jawabanku.Bukan aku tidak menginginkan,tapi akhir kisah kita akan tetap sama dan aku tidak mau kamu semakin terluka"
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan mu,tetap semangat jalani pengobatan ya Naf.Aku akan jadi orang pertama yang memeluk erat tubuhmu saat kamu pulang nanti"
"Iya Rey,terima kasih"
Dengan berat hati Reynald pun pamit pulang karena jam besuk sudah habis.Kini yang tersisa hanya tinggal Vino dan Nafisa saja.
Sedangkan Mamah Ratih dan Bunda Ana tengaj keluar dulu untuk mencari makanan sebagai teman begadang dan teman menunggui pasien mereka.
Nafisa tak henti hentinya menatap ke arah Vino yang kini nampak mengabaikan keberadaan nya.Sudah satu jam lamanya Vino hanya fokus pada layar laptop yang ada dipangkuan nya.
"Vin?"
"Hhmm"
"Kamu kenapa?marah?"
"Nggak,memang marah kenapa?"
"Terus kalau tidak marah kenapa diemin aku?nggak seperti biasanya"
"Memang biasanya,aku akan bagaimana?"
"Kamu akan sangat cerewet dan banyak bicara"
Mendengar ucapan Nafisa seketika Vino pun menghentikan gerak tangan nya dikeyboard laptop lalu menutup laptop itu.
Dengan langkah cepat Vino menghampiri Nafisa lalu memeluk erat tubuh gadis itu.
"Vino?"
"Diem,aku lagi marah.Biarkan begini dulu,biar marahku cepat reda"bisik Vino semakin mengeratkan pelukan nya ditubuh Nafisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Bunda
cancer apa kanker yg benar
2024-11-19
0
Uthie
duhhh..kaya Drakor niii... lagi baper-baper nya 😁😂
2024-07-02
0
Yuli Yuli
cembekur ni vino
2024-04-03
1