Nafisa menatap nanar wajah tampan Vino yang masih terbaring ruang ICU.Ini sudah hari ke tiga pemuda tampan itu terbaring diruangan itu.
Dan Nafisa selalu menemaninya jika ada kesempatan untuk berkunjung sudah dipastikan jika gadis itu akan berada disana.
"Sayang,lebih beik kamu kembali kekamar.INi sudah terlalu lama kamu disini"ujar Mamah Ratih yang merasa takut jika gadis itu akan mengikuti jejak Vino.
"Tapi Mah,aku ingin menemani Vino"
"Besok jadwal kamu kemo sayang.Dan kamu harus menjaga kondisi tubuh kamu juga.Kamu boleh kembali kesini dan menemani Vino setelah kamu melakukan kewajiban kamu,gimana?"
"Iya Nak,kamu juga harus memikirkan kondisi tubuh kamu.Kamu tdak maukan jika nanti Vino tersadar dan melihat kamu ada diruangan yang sama dengan nya"
"Baiklah kalau begitu,tapi tolong ya Mah,jika ada perkembangan tentang kondisi Vino,tolong beritahukan Nafisa secepatnya"
"Iya sayang,kamu tenang saja.Mamah pastikan jika kamu akan jadi orang pertama yang mendapatkan kabar terbaru dari Vino"
Dengan berat hati Nafisa pun keluar dari ruangan dimana Vino terbaring lemah selama tiga hari ini.Kondisinya memang sudah berangsur membaik namun masih belum bangun dari tidur panjang nya.
Ke esokkan harinya seperti biasa,Nafisa melakukan perawatan nya bersama dengan dokter yang biasa menanganinya dengan ditemani oleh Bunda Ana.
Meski pikiran nya saat ini terbagi dua dengan ke adaan Vino saat ini namun Nafisa mampu menyelsaikan kemo nya dengan lancar.
Seharian itu Nafisa sama sekali tidak bertemu dengan Vino.Selain karena jadwalnya untuk melakukan kemoterafi.Kondisi Nafisa sehabis kemo juga mengharuskan nya istirahat.
Maka dari itu Nafisa tidak berkunjung ke ruangan dimana Vino dirawat.Dan lebih fokus dengan pemulihan kondisinya,agar bisa kembali menemani Vino diruangan dimana Vino dirawat.
*
*
Pagi harinya saat Nafisa membuka mata,Nafisa begitu dikejutkan dengan kehadiran Vino disamping nya.
Nafisa tersenyum senang namun detik kemudian menatap sendu ke arah Vino dengan mata yang sudah berembun.
"Aku begitu metindukanmu Vin,sampai aku memimpikan kamu"lirih Nafisa yang belum menyadari jika itu benar benar adalah Vino.
"Hey,ini aku sayang.Kamu tidak bermimpi"jawab Vino sembari membelai lembut pucuk kepala Nafisa yang masih terbaring diranjang nya.
Seketika Nafisa pun langsung bangkit lalu berhambur memeluk erat tubuh lemas Vino.Tangisnya pun pecah seketika saat Vino benar benar ada disamping nya.
"Kenapa tidurnya lama banget?aku kangen banget sama kamu"lirih Nafisa disela isak tangisnya.
"Maaf,maaf sudah buat kamu khawatir"jawab Vino membalas pelukan dari Nafisa.
Kedua sejoli itu pun nampak saling memeluk,melepaskan rasa rindu yang tertahan selama beberapa hari ini.
Bunda Ana dan Mamah Ratih sendiri sengaja keluar dari ruangan itu demi memberi ruang oasa putra putrinya untuk saling melepas rindu.
Setelah beberapa saat Vino pun mengurai pelukkan nya ditubuh Nafisa dan menatap dalam wajah gadis itu.
"Terima kasih karena selalu ada bersama ku dan selalu disampingku."ucap Vino membelai sayang wajah cantik Nafisa.
Nafisa sendiri hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu kembali memeluk tubuh Vino.
"Jangan gitu lagi ya?aku takut."lirih Nafisa.
"Iya sayang,doakan saja agar aku kuat ya?"jawab Vino membalas pelukkan Nafisa.
*
*
Kondisi Vino pun kini semakin membaik.Bahkan keajaiban nampaknya muncul karena kini Vino sudah bisa berjalan kembali.
"Gimana kondisi kamu saat ini?"tanya Vino saat keduanya tengah menghabiskan waktu ditaman yang biasa mereka tempati sebagai tempat berkencan.
"Sudah lebih baik dan lebih stabil dari biasanya"
"Syukurlah,bagaimana kalau kita jalan keluar?aku ingin jalan jalan dan menghabiskan waktu bersama diluar rumah sakit,gimana?"
"Tapi apa kita boleh pergi keluar rumah sakit?"
"Aku sudah berkonsultasi dengan dokterku dan selama tidak ada masalah dengan kondisiku.Maka dokter memberika ijin nya"
"Mmm,baiklah.Besok aku coba tanya dokterku dulu ya.Kalau tidak ada masalah,ayo kita jalan jalan"
"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"
"Pantai,aku ingin sekali melihat pantai"
"Baiklah,jika dokter mengijinkanmu keluar,maka ayo kita pergi ke pantai"
"Baiklah,ayo kita kesana"
Keduanya pun tersenyum bersama.Saling lempar tatapan penuh dengan cinta.Nafisa pun kini tak canggung lagi untuk merangkul tangan Vino dan bergelayut manja ditubuh pemuda itu.
Keesokkan nya Nafisa benar benar berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya selama ini.Keadaan Nafisa memang jauh lebih baik dari Vino dan aebenarnya Nafisa bisa saja dirawat jalan.
Namun keparnoan sang Ayah tentang kondisi sang anak yang selalu tiba tiba drop membuat gadis itu harus bertahan dirumah sakit.
Karena kondisi Nafisa sudah jauh lebih baik,maka Dokter pun mengijinkan Nafisa keluar rumah sakit.
Itu juga bagus untuk kesehatan mentalnya.Kadang berada dirumah sakit untuk waktu yang lama bisa membuat kondisi mental pasien terganggu.
Dan dokter bilang,tidak ada salah nya jika sesekali jalan jalan keluar rumah sakit.Hal itu biaa mempertahan kewarasan mental pasien yang memang mengidap penyakit yang cukup berat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Yuli Yuli
smgt nafisa vino💪💪🥰🥰
2024-04-03
1
Iin Dians
tidak ada yang tidak mungkin jika itu memang kehendakNYA....
2023-01-11
2