1 bulan kemudian...
Nafisa menatap datar pada brangkar dimana pria yang begitu dia sayangi dan dia cintai tengah berbaring terbujur kaku tak bernyawa.
Tidak ada isak tangis dari seorang Nafisa Harumi saat mengantar kepergian sang kekasih ketempat terindahnya.
Namun cairan bening itu terus membasahi wajah cantiknya.Nafisa menangis dalam diam saat Vino pergi meninggalkannya untuk selama lamanya.
Tiga hari yang lalu kondisi Vino kembari drop dan kembali dirawat diruangan ICU.Tuangan dimana dulu dia pernah dirawat tiga hari juga.
Namun dulu Vino keluar dari ruangan itu dengan keadaan yang jauh lebih baik.Namun saat ini,Vino keluar dari ruangan itu hanya meninggalkan raganya saja.
Vino dinyatakan meninggal dunia pagi tadi,disaat kondisinya semakin melemah dan sudah tidak bisa bertahan lagi.
Mamah Ratih pun sudah nampak mengikhlaskan kepergian putra semata wayang nya itu.Meski sebenarnya,tidak akan pernah ada yang siap dengan perpisahan.
Namun Mamah Ratih berusaha tegar karena mungkin Allah jauh lebih menyayangi Vino dan lebih memilih mengambilnya,agar pemuda itu tidak lagi tersiksa dengan keadaan nya.
"Ucapkan selamat jalan padanya sayang.Dia akan dibawa kerumah duka untuk dilakukan proses pemakaman"lirih Bunda Ana yang tahu betul bagaimana perasaan sang putri saat ini.
Nafisa bergeming,namun tetap mengikuti arahan sang Bunda untuk mendekati brangkat dan membisikkan kata kata perpisahan pada jasad Vino sebelum dimandikan dan dikapani.
"Selamat jalan sayangku,semoga kamu ditempatkan disurga nya Allah,tunggu aku disana ya sayang.Aku akan selalu merindukanmu"Nafisa pun kini mulai terisak.
Suara tangisnya pun akhirnya terdengar oleh orang orang yang ada diruangan itu.Tangis yang begitu memilukan dari gadis yang baru saja kehilangan cinta pertamanya.
Tangis Nafisa pun pecah diiringi dengan menggelapnya pandangan Nafisa saat ini.Tubuh Nafisa limbung dan akhirnya jatuh tepat dipangkuan sang ayah yang sedari tadi berdiri dibelakang putrinya.
Nafisa pun dibawa kembali ke ruangan nya.Setiba nya disana Nafisa langsung diperiksakan oleh dokter yang biasa menangani nya.
Dokter menatap tak percaya dengan apa yang dia dapat saat memeriksakan kondisi gadis itu saat ini.
Dengan wajah yang sedikit kebingungan Dokter menghampiri kedua orang tua Nafisa untuk menjelaskan kondisi gadis itu.
"Kita bicara disofa saja ya?ada hal yang cukup serius yang ingin saya sampaikan"ucap Dokter membimbing kedua orang tua Nafisa untuk duduk disofa yang ada diruangan rawat inap gadis itu.
"Bagaimana kondisi putri saya Dok?apa terjadi sesuatu padanya?"tanya Ayah Bagas cemas saat melihat wajah Dokter nampak begitu serius dan cukup tegang.
"Kondisi Nafisa sudah berangsur membaik hanya saja___"ucapan dokter terjeda sejenak demi menyampaikan kondisi Nafisa saat ini.
"Hanya saja kenapa Dok?apa yang terjadi?"
Dokter pun menghela nafas cukup panjang dan dalam sebelum menjawab pertanyaan dari Ayah Bagas.
"Nafisa seperti nya tengah mengandung Pak,Bu.Saya masih belum yakin karena saya bukan Dokter obgyn,tapi dari apa yang saya ketahui,saat ini Nafisa sedah hamil 4 minggu"jelas Dokter.
Ayah Bagas dan juga Bunda Ana sama sama membulatkan matanya.Kedua orang tua itu hanya bisa saling melirik penuh dengan kebingungan.
"Ba_bagaimana mungkin?bagaimana mungkin iti terjadi dok?"lirih Bunda Ana tak percaya.
"Itulah makanya,saya sarankan lebih baik Bapak dan Ibu bawa dulu Nafisa ke poli obgyn untuk diperiksa lebih lanjut,agar semua nya jauh lebih jelas lagi dan kita juga tahu tindakan apa yang harus kita lakukan kedepan nya"
Ayah Bagas dan Bunda Ana pun menyetujui saran dari Dokter itu.Tanpa menunggu Nafisa bangun keduanya mambawa Nafisa ke poli obgyn untuk diperiksakan lebih lanjut lagi.
Dan betapa terkejutnya mereka jika diagnosa dokter tadi benar adanya.Saat ini Nafisa tengah mengandung janin berusia 4 minggu.
Sungguh hal yang tidak pernah terduga sebelum nya.Bagaimana mungkin Nafisa hamil?hamil dengan siapa?atau lebih tepatnya kapan mereka melakukan hal itu hingga meninggalka janin dirahim gadis itu?batin kedua orang tua Nafisa.
Karena jika memang benar Nafisa hamil?pelakunga hanya satu yaitu,mendiang Vino yang saat ini sudah dibawa pulang kerumah duka oleh kedua orang tuanya.
"Lalu kami harus bagaimana dokter?"tanyq Bunda Ana yang seketika mendadak bleng dan tidak bisa berpikir apa apa.
"Jika kondisi Nafisa menurun bahkan jika sampai drop maka dengan sangat menyesal kita harus mengeluarkan janin itu.Tapi jika kondisi ibunya sehat atau cukup stabil maka,janin itu bisa kita pertahan kan"jelas Dokter.
"Bagaimana ini Yah?kita harus bagaimana?"
"Kita keluarkan saja Bun,ini demi kesehatan Nafisa"putus Ayah yang membuat Bunda Ana dilanda kegalauan.
"Jangan Ayah,Nafisa mohon,tolong pertahankan janin ini,demi Nafisa dan juga Vino"seru Nafisa yang membuat tiga orang dewasa yanga da diruangan itu tersentak kaget karena tidak menyangka jika Nafisa sudah terbangun dan mendengar semuanya yang mereka bicarakan.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ketawang
Knp gak menikah dulu sih thoorrr,jatuhnya kan zina🙏🏻
2025-01-07
0
Bunda
😭😭😭😭
2024-11-19
0
Mamah Kekey
wah Pino diam,, bisa menghamili nafisa
2024-08-16
0