"Kanapa kalian diluar?"tanya Ayah Bagas saat melihat istrinya dan istri dari teman nya ada diluar ruangan.
"Nggak,kami hanya butuh udara segar saja.Tumben Mas sudah pulang?inikan masih siang?"tanya Bunda Ana pada suaminya.
"Semua pekerjaan ku sudah selesai dan aku pikir ini kesempatan aku untuk menghabiskan waktu bersama dengan putriku"
"Eh,eh tunggu"cegah Bunda Ana saat sang suami akan masuk kedalam ruangan dimana putrinya berada saat ini.
"Kenapa?aku mau bertemu dengan Nafisa sayang"
"Aku mau makan,lapar.Lebih baik kita cari makan diluar yuk,dikantin rumah sakit terus rasanya bosan"lanjut Bunda Ana mencari alasan agar sang suami tidak masuk kedalam dan mengganggu kebersamaan antara Nafisa dan juga Vino.
"Ayo Rat kita jalan keluar mumpung anak anak sedang beristirahat"Bunda Ana pun langsung menarik Mamah Ratih dan Ayah Bagas untuk pergi meninggalkan tempat dimana kedua anak mereka tengah menikmati waktu berdua.
Cukup lama Vino dan juga Nafisa tertidur hingga sore menjelang malam keduanya baru sama sama mengerjapkan mata mereka.
Nafisa dan Vino sama sama terlonjak kaget saat menyadari jika keduanya tertidur diranjang yang sama.
Namun detik kemudian keduanya sama sama tersipu malu menyadari jika apa yang mereka lakukan dibawah kesadaran yang normal.
"A_aku balik ke ranjang aku ya"ucap Nafisa guna menutupi kegugupan nya.
Vino sendiri hanya menganggukkan kepala untuk merespon apa yang diucapkan oleh Nafisa.Keduanya memisahkan diri dan kembali fokus dengan kegiatan masing masing.
Tidak lama keduanya kembali ketempat semua,kedua ibu mereka pun datang yang di ikuti oleh ayah Bagas dan juga papah Adi dibelakang para istri istri mereka.
Baik Bunda Ana mau pun Mamah Ratih sama sama tersenyum penuh arti saat berhadapan dengan kedua anak mereka.
Namun tidak mau membahas hal itu juga karena takut anak anaknya merasa kurang nyaman.Biarlah seperti itu dulu,pura pura tidak tahu sampai si pelaku berbicara dengan sendirinya.
Mereka pun hanya berbincang biasa sampai dokter jaga yang tengah melakukan visit malam datang dan melakukan pemeriksaan rutin pada kedua pasien nya.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini,kondisi kedua nya sama sama dalam keadaan stabil dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
*
*
"Bagaimana kalau kita ke Singapura saja Nak,disana pengobatan nya sudah jauh lebih maju dan siapa tahu disana,mereka bisa menyembuhkanmu secara total.Bukan hanya sekedar memperlambat pertumbuhan sel cancer nya saja"saran Papah Adi pada Vino siang tadi.
Vino namp terdiam,mempertimbangkan ny dengan seksama.Namun rasanya semua akan sia sia saat peyakit yang ada ditubuhnya kini sudah memasuki stadium 4.
Dimana penyakit itu sudah mencapai titik sulit untuk disembuhkan.VIno pun akhirnya menolak saran sang papah karena semua usaha mereka akan sia sia.
Vino hanya meminta jika dirinya tidak mau ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.Bahkan saat ini papah Adi pun harus bekerja dirumah sakit demi selalu ada disamping sang putra.
Kondisi Vino kian hari memang sudah kian melemah.Berbeda dengan Nafisa yang masih terlihat segar meski terkadang wajahnya akan jauh lebih pucat setelah melakukan kemo.
Bahkan saat ini Vino tidak bisa pergi tanpa menggunakan kursi rodanya,berbeda dengan Nafisa yang masih mampu manggunakan kedua kakinya untuk berjalan.
"Maaf ya,jadi merepotkan kamu"ujar Vino.
Saat ini kedua nya tengah berjalan jalan ditaman bunga,tempat yang menjadi tempat favorit mereka berdua selama dirumah sakit.
Nafisa dengan setia mendorong kursi roda yang kepakai oleh Vino.Sudah satu minggu Vino kehilangan tenaganya untuk berjalan.
Dan hal itu mengharuskan pemuda itu menggunakan kursi roda jika ingin keluar hanya untuk sekedar jalan jalan mencari udara segar.
"Jangan sungkan begitu,aku senang kok melakukan nya"jawab Nafisa berjalan perlahan demi menikmati suasana sore hari disana.
"Naf"
"Iya?"
"Kalau aku pergi lebih dulu,jangan sampai kamu menyerah dengan pengobatanmu ya?"
"Kenapa kamu bicara seperti itu?kita harus berjuang bersama Vin"
"Sayang,kamu lihat kondisiku saat ini.Aku tidak mau membuatmu kecewa dengan memberikan harapan kosong"
"Nggak Vin,kita akan berjuang sama sama dan akan kembali sehat.Aku yakin kamu bisa dna kamu kuat"lirih Nafisa yang belum siap berpisah dengan Vino.
Saat ini keduanya telah sepakat untuk menerima perasaan masing masing.Meski tahu satu sama lain jika akhir mereka akan seperti apa,namun keduanya ingin setidaknya sebelum mereka benar benar pergi mereka bisa menikmati waktu bersama dengan parasaan yang mereka punya satu sama lain.
"Langitnya cantik ya?" tanya Nafisa yang kini sudah duduk dibangku taman tepat disamping Vino.
"Iya,langit senja memang selalu cantik.Seprti kamu"jawab Vino tanpa mengalihkan pandangan nya dari sang kekasih
"Jangan lihat aku seperti itu"
"Kenapa?"
"Kau malu"
"Tapi kamu begitu cantik,hingga buat aku susah berpaling"
"Gombal"
Keduanya pun terkekeh bersama saat sipat random Vino kembali keluar dan selalu membuat Nafisa salah tingkah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Uthie
baper 🤗
2024-07-02
0
Yuli Yuli
ikut sneng
2024-04-03
1
vano
itu lah jdulny sampai menutup mata ya,cinta mereka hilang stelah tutup usia...hhmm smoga wktu singkat mereka bisa buat mereka bhagia
2023-01-09
2