Bab.09

"Bulan nya cantik ya?"tanya Vino saat keduanya sudah duduk dibangku taman yang ada didekat kamar rawat inapnya.

"Iya cantik dan selalu membuat orang merasa damai saat menatapnya"jawab Nafisa tersenyum manis seperti biasanya.

Dan jujur itu adalah satu yang Vino sukai dari gadis yang sudah berbaik hati mau berbagi kamar dengan nya.

"Naf?"

"Iya,kenapa?"

"Apa saat ini,ada yang kamu inginkan?"

"Banyak"

"Salah satunya?"

"Sekolah dan memiliki banyak teman"

"Kamu sendiri?ada?"

"Sama.Banyak"

"Salah satunya?"

"Buat Mamah bahagia sebelum aku benar benar harus pergi"

"Mudah"

"caranya?"

"Tetap tersenyum dan lakukan apapun yang Mamahmu minta.Meski beliau meminta mu hanya diam lakukanlah.Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mereka"

"Kamu benar,tidak ada yang bisa kita lakukan selain menuruti keinginan mereka.Naf,kamu pernah pacaran nggak?"

Uhuuukkk

Uhuuukkk

"Ka-kamu kenapa nanya kaya gitu?"

"Kenapa panik?akukan hanya nanya?"

"Nggak,siapa juga yang panik.Orang biasa aja kok"

Vino tersenyum tipis saat melihat tingkah Nafisa yang terlihat salah tingkah saat Vino menanyakn prihal pacar padanya.

"Masuk yuk ah,sudah malam"

Nafisa pun bangkit terlebih dahulu melewati Vino yang masih nampak enggan berajak dari sana.

Namu karena hari sudah malam juga angin malam tidak baik untuk tubuhnya saat ini Vino pun akhirnya mengikuti langkah Nafisa masuk kembali kedalam kamar rawat inap mereka.

*

*

Vino menatap sendu wajah pucta Nafisa setelah beberapa waktu yang Dokter penuh dengan ketegangan menangani Nafisa yang tiba tiba grop.

Semua yang ada diruangan itu dibuat panik dengan konsidi Nafisa yang tiba tiba menurun drastis.

Beruntung dokter yang berjaga dengan sigap menangani tubuh lemah Nafisa hingga Nafisa kembali bisa melewati masa masa tersulit nya.

Setelah beberapa saat akhirnya Nafisa kembali membuka matanya dan orang yang pertama kali dilihatnya adalah wajah tampan Vino.

"Hai,bagaimana keadaan mu?apa ada yang sakit?"tanya Vino dengan lirih.

Sungguh pemandangan tubuh Nafisa yang terkulai lemas dengan kedua mata yang tertutup rapat membuat jantung Vino seakan berhenti saat itu juga.

Nafisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh Vino.

"Kamu wanita hebat dan juga kuat.Semangat ya aku yakin kamu pasti bisa lewatin ini semua"bisik Vino menggenggam tangan Nafisa yang terasa dingin.

Nafisa kembali mengangguk lalu membalas genggaman tangan Vino ditangannya.Nafisa kembali memperlihatkan senyum manis nya meski itu terasa berat.

"Terima kasih Vin"lirih Nafisa.

"Istirahat ya,biar besok bisa kembali pulih"Vino membelai pucuk kepala Nafisa yang tertutup kain penutup kepala.

Kepala Nafisa memang kini sudah tidak memiliki rambut seperti dulu,maka dari itu kepala nya selalu ditutupi oleh kain penutup kepala.

Meski begitu Nafisa masih memiliki kecantikan yang begitu sempurna.Bunda Ana sendiri hanya bisa menatap sendu sang putri dari balik jendela.

Dan tanpa terasa kini air matanya kembali turun membasahi wajah cantiknya meski sudah tak muda lagi.

Bunda Ana teringat kembali denga kejadian satu tahun yang lalu.Dimana Nafisa dibawa pulang oleh pihak sekolah karena pingsan saat mengikuti upacara bendera.

Yang membuat pihak sekolah panik adalah,Nafisa yang saat itu mengeluarkan darah dari hidung dan tak kunjung bangun meski sudah dibawa ke UKS dan dilakukan beberapa tindakan yang biasa dilakukan pada siswa yang pinsan karena kepanasan.

Bunda Ana beserta suami pun langsung membawa Nafisa kerumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat itu Nafisa diharuskan dirawat dirumah sakit untuk mengetahui penyakit apa yang ada didalam tubuhnya.

Dan ke esokkan nya Bunda Ana dan juga Ayah Bagas begitu shock saat Dokter mendiagnosa jika Nafisa terkena penyakit leukimia stadium 3.

Hancur sudah hati seorang ibu,saat mengetahui jika sang anak memiliki penyakit yang begitu berat dan sangat kecil kemungkinan nya untuk sembuh seperti sedia kala.

Pengobatan saat ini hanya untuk memperlambat pertumbuhan sel cancer didalam tubuh,namun tidak untuk menyembuhkan.

"Bunda jangan nangis ya,Nafisa masih terlihat cantik kok meski tanpa rambut.Lihat,Bunda lihat ke cermin deh,Nafisa masih sangat cantikkan"ucap Nafisa saat rambutnya akan dipangkas habis karena sudah mengalami ketontokan yang parah karena efek samping dari kemoterafi.

Bunda Ana pun kembali dipaksa untuk kuat dan tegar saat melihat bagaimana tegarnya seorang gadis muda belia yang bernama Nafisa Harumi.

Yang masih mampu memperlihatkan senyum manis nya meski rambutnya harus dipangkas habis dan digantikan oleh kain penutup kepala yang mulai saat itu menjadi bagian dari hidup Nafisa.

"Iya sayang,anak Bunda memang paling cantik di antara gadis gadis cantik lain nya.Nafisa adalah bidadari surga,apapun dan bagaimana pun keadaan Nafisa akan selalu terlihat cantik"jawab Bunda Ana menahan sesak didada menyaksikan kondisi sang anak saat ini.

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

ya Allah malam " bacanya tambah nyesek sedih melihat nasib dua sejoli yg sama" saling menguatkan 😭😭😭😭

2024-06-26

0

Zainab Ddi

Zainab Ddi

😭😭😭

2024-02-01

1

Nuraini Nuraini

Nuraini Nuraini

tisue..mana tisue😭

2023-08-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!